ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
LEDAKAN AKHIR



Sedikit demi sedikit tubuh Victor mencair dan hancur, namun sebelum hilang dan mati ia tidak ingin kalah.


"Duar!!!"


Lubang di langit masih terbuka, raungan Naga masih aktif sebelum menyentuh daratan.


"Kenapa masih aktif?"


"Hahahaha, jangan pikir aku akan kalah begitu saja. Sudah aku bilang bukan, kalian akan mati bersama ku. Benua ini akan hancur!"


"Cih, sialan!"


"Roaaghhh!!!" Raungan langit


"Berakhir sudah bocah, aku Raja Iblis Victor, Raja Sihir...."


Tubuh Victor hancur dan mati menjadi cairan darah, meski begitu sihir berbahaya masih aktif mengancam.


"Haaahh!"


"Ini mulai gawat"


Helena dan Vina berusaha menahan serangan Raungan Naga agar tidak menyentuh daratan. Namun mereka kewalahan untuk menahan kekuatan sihir yang besar.


"Gawat, sihir ku hampir habis"


"Biarkan kami membantu!" Rosa dan Rose datang memberikan mana pada dua pahlawan


"Kalian..., Baiklah ayo kita lakukan!" tegas Vina


"Akan aku keluarkan semua kekuatan ku!"


Para elf membagi mana mereka pada dua pahlawan, masih tersisa banyak walau setelah pertempuran sengit.


Tak lama pasukan Ksatria Kerajaan pun datang menyusul, melihat kedua pahlawan sedang berusaha menahan sihir dari langit.


"Semuanya kumohon pinjamkan kekuatan kalian!" pinta Helena


"Baik!"


Mana dari ribuan orang mengalir menuju dua pahlawan. Kekuatan mereka meningkat dan dengan bantuan penyihir lain, sihir kuno itu berhasil di dorong kembali.


"Sedikit lagi!"


"Haahhhh!!!"


Semua orang bersama mengeluarkan sihir untuk mendorong Sihir Kuno Raungan Naga. Langit yang menyambar kan petir dan kilat sedikit demi sedikit mulai cerah.


"Hahhh, Super Dragon Wind!"


"Ultimate Dragon Fire!"


"Haaa, Duarrr!!!!"


"Jdar!"


Serangan terakhir membuat sihir kuno Victor menghilang, dengan akhir suara dentuman keras di langit kerajaan Victim berhasil selamat.


"Berhasil! Kita berhasil!"


"Hore!"


Suara gembira dari orang-orang yang berhasil menghentikan sihir kuno. Selain itu dengan hilang nya ancaman, Raja Iblis Victor pun berhasil dikalahkan.


...***...


"Tidak kusangka kita berhasil menahan sihir sebesar itu" ujar Helena


"Tapi yang lebih hebat adalah...."


Tatapan tajam dari Helena dan Vina pada Loid, seseorang yang berhasil mengalahkan Raja Iblis.


"Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali sekarang"


Efek dari penggunaan kontrak energi kutukan dan menggunakan teknik kutukan yang kuat mulai di rasakan Loid.


"Apa kau tidak apa Tuan Loid?"


Beberapa Priest dan elf melakukan penyembuhan pada Loid, meski luka dan stamina pulih, energi kutukan habis tidak tersisa.


"Melepas kontrak sendiri sudah bisa aku lakukan. Tapi sepertinya masih terbatas"


Loid menyadari kekurangan sekarang bahwa dia masih terlalu jauh dari kekuatan yang dulu.


"Tuan Loid, saya ingin berbicara dengan Anda" datang Helena


Sebuah tekanan kurasakan, energi dan pergerakan yang tidak asing saat aku lawan.


"Khiikkkk!!!!"


Semua pandangan melihat sumber suara, saat itu juga tekanan sihir yang besar muncul membuat semua lutut penyihir lemas.


"Dia...masih hidup?" ujar Loid


"Kalian semua! Sampah tidak berguna! Berani sekali melawan ku!"


Tidak di duga Victor masih hidup dengan bentuk tubuh hancur, ia berusaha beregenerasi namun teknik darah masih aktif membuat tubuhnya kesulitan utuh.


"Kalian semua harus mati! Mati! Mati!" tegas Victor


Seketika tubuh hancurnya melayang ke udara dan membesar, teknik pembusukan tidak bisa mengikuti regenerasi.


Namun itu bukan lah regenerasi tubuh untuk pertahanan, namun sebuah serangan mematikan.


Tubuh Victor semakin membesar dan berisi energi sihir tak terbatas, hanya untuk satu tujuan.


"Dia ingin meledakan diri!"


"Semuanya lari!"


Teriak Helena dan Vina, tentu aku juga sadar bahwa ledakan yang akan terjadi bisa menghancurkan hutan perbatasan ini.


"Gawat!"


Energi kutukan ku memang habis, namun beberapa menit masih tersisa karena pelepasan kontrak energi kutukan.


"Kalian semua cepat pergi!" teriakku pada para elf


"B..baik!"


Penyihir yang bisa menggunakan sihir perpindahan dan transportasi memindahkan dan membantu orang melarikan diri.


Para pahlawan sendiri pun harus menghindar agar tidak ada korban,


"Ayo pergi!" Helena melihat Loid yang masih berdiri melihat Victor


"Tuan Loid!" teriak Rosa


"Pergilah duluan...disini biar aku yang urus"


Sihir gate dan transportasi yang aktif tidak bisa dibatalkan. Semua orang mengungsi kecuali Loid.


"Hahaha, bocah, kali ini kau akan mati! Mati! Mati!"


"Singgg, Duarrrr!!!!!!"


Ledakan besar dari tubuh Victor menghancurkan hutan perbatasan, bahkan sampai terasa ke ibukota kerajaan Victim.


Desa perbatasan sendiri terkena hempasan angin dan porak poranda. Warga desa panik dan takut, namun saat para kstaria kerajaan berpindah ke desa semua warga di buat bingung.


"A..apa yang terjadi?!"


"Sing" teman-teman Loid yang berhasil keluar menggunakan Gate


"Gawat tuan Loid masih berada disana!" ucap Rose khawatir


"Tenang saja, Tuan Loid tidak akan mati begitu saja"


...***...


(Ruang Dimensi)


"Teknik Roh, ruang dimensi"


"Dampaknya bahkan sampai terasa ke ruang dimensi. Jika terkena serangan itu sudah pasti aku akan hancur tanpa sisa"


Aku keluar dari ruang dimensi setelah semua sudah aman. Saat aku keluar, teknik darah tidak lagi bersisa dan aktif, dengan kata lain Victor kali ini sudah hancur selamanya.


"Meledakan diri, benar-benar berbahaya. Tapi aku tidak akan membiarkan kau hidup kembali"


Namun dengan begini semua benar-benar selesai, aku berhasil mengalahkan Raja Iblis Sihir Victor.


Tapi ada sesuatu yang kurang, jika aku gagal di saat terakhir sudah pasti...


"Aku harus segera menjadi kuat...."


BERSAMBUNG....