
(Sekolah Tokyo 1)
"Woi, woi, kau akhirnya muncul juga. Nona Muda!" Tora muncul dari kumpulan debu dengan pedang di tangan
Kakek tua langsung mengambil posisi aman dan melindungi Angelica. Sementara Yi mengambil jarak untuk menghindari serangan lanjutan.
"Siapa kau?!" tanya Yi
Taro melihat ke arah Yi,
"Hahaha, ternyata kekuatan pemimpin sekte sesat hanya seperti ini ya. Tidak, mungkin karena lawan mu terlalu kuat"
"Kau..., jangan-jangan. Taro, Sampah dari keluarga Uzumaki?"
Wajah Taro berubah setelah Yi mengejeknya, sebuah roh berbentuk elang dan ular keluar dari balik bajunya.
"Makhluk panggilan? Bukankah kau tidak memiliki energi kutukan maupun teknik roh"
Yi bertanya namun Taro tidak menjawab, matanya kini menuju Angelica dan pelayannya. Pedang ditangannya ia angkat dan berjalan mendekati mereka. Sebuah tekanan tidak biasa dirasakan kakek tua.
"Lebih baik kau urungkan saja niatmu untuk menculik Nona muda ini. Dia adalah mangsaku!"
"Kauu! Tidak akan aku biarkan kau membunuh wadah bintang surga!" Yi langsung menyerang dengan Ape
"Nona Angelica, lebih baik anda segera pergi dari sini. Saya merasa dia sangat berbahaya, Taro..."
"Duarr!!!"
Taro dan Yi saling bertahan dengan senjata masing-masing. Ape yang telah hancur kini membuat Yi tidak memiliki kesempatan menang. Tapi ada hal yang ia pikirkan, dimana semua anak buah yang ia kirim?
Target mereka keluar dengan mudah tanpa ada luka, sementara tidak ada kabar dari anak buahnya. Sesuatu yang salah terjadi dan membuat ia sadar telah kalah.
"Awalnya aku ingin bekerja sama dengan kalian, tapi sepertinya aku tidak membutuhkan nya lagi!"
"Kau! Jangan sombong!"
Taro mendorong Yi dan memasang jarak,
"Baiklah-baiklah, ayo kita hentikan saja. Tujuan kita sama bukan? Menculik gadis ini, jika kita bertarung disini hanya akan membuang waktu dan memberi kesempatan pada penyihir roh" jelas Taro
Yi menurunkan serangan nya, berpikir bahwa dia tidak berhasil lebih baik bekerja sama. Namun orang di depannya terlihat jelas akan mengkhianati janji.
"Kau pikir aku akan menerima itu? Jangan bercanda!"
"Haa, kalau begitu sayang sekali"
Seperti hembusan angin, pergerakan Taro menghilang dari pandangan. Yi, Angelica dan kakek tua terkejut dengan menghilangnya keberadaan Taro.
"Cepat sekali!" pikir Yi dan kakek tua
"Kau melihat ke arah mana?"
Taro berada di belakang Yi, membelakanginya sambil tersenyum tipis.
"Cih!"
Sesaat Yi membalikkan badan, kepala nya langsung ditebas oleh Taro.
"Crashh!"
Kepala yang terpisah dari tubuhnya mengeluarkan banyak darah. Yi mati seketika dengan satu serangan dari Taro.
"Ahhh!!" Angelica ketakutan
Wajar baginya melihat orang terbunuh pertama kali, di depan matanya. Kakek tua yang paling terkejut, karena ia baru ingat orang yang berdiri di depannya.
Taro Uzumaki, orang yang disebut sebagai memantu sampah keluarga Uzumaki karena tidak memiliki energi kutukan maupun teknik roh.
Namun beberapa rumor mengatakan bahwa mereka menjadikan Taro sebagai anggota keluarga bukan hanya cinta dari mempelai istri, namun kekuatan yang luar biasa.
"Teknik kutukan yang membosankan, jika saja aku lebih cepat mungkin bisa lebih bersenang-senang"
"Nona muda, cepat lari. Aku akan menahan nya"
"Tidak, kau juga harus lari kakek!"
"Nona muda, jangan keras kepala sekarang. Saat ini mungkin kita akan mati, tapi aku akan melindungi nona sampai akhir. Karena itu, tetaplah hidup!"
"Tidak, jika kakek mati lebih baik aku juga mati. Aku sudah tidak peduli lagi dengan dunia ini"
"Nona..."
"Tapi, ini aneh sekali. Tidak ada satu pun penjaga dari Penyihir roh atau pun sekolah roh"
Taro menghentikan suasana dramatis, kini targetnya adalah mereka berdua. Senyuman dingin yang dilontarkan nya terasa menusuk hati. Ketakutan yang begitu dalam untuk sesosok manusia biasa.
BERSAMBUNG....