
(Sekolah Tokyo 1, Halaman Belakang)
Aku tidak merasakan energi kutukan dari orang ini, namun di bahunya terlihat seperti roh kutukan. Senjata kutukan yang ada di tangan nya pun tidak bisa diremehkan.
Orang itu adalah salah satu anggota keluarga yang berhubungan dengan Uzumaki. Aku harus menghentikan pertarungan ini agar tidak terjadi masalah ke depannya.
"Apa kalian kenal dengan orang itu?" aku bertanya pada kakek tua dan Angelica
Kakek tua yang sudah terluka parah berusaha menjawab,
"Dia adalah menantu dari keluarga Uzumaki, Taro si peringkat tanpa energi kutukan"
"Taro? Seperti nya aku pernah dengar nama itu"
Saat aku mengingat, Guru Six Eyes mengatakan untuk berhati-hati pada orang biasa yang luar biasa. Apa maksud nya adalah orang ini?
"Ini akan cukup sulit jika kau ikut campur, penyihir spesial. Tapi aku tidak menahannya, karena setelah kau, para penyihir roh di sekolah roh selanjutnya" jelas Taro
"Apa tujuan mu menyerang penyihir roh?"
"Benar juga, karena para penyihir roh sudah mengambil banyak sesuatu dariku"
Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataan Taro, namun aku tahu bahwa dia sangat membenci penyihir roh.
"Lalu, ada apa dengan menyerang dua orang ini? Bahkan wanita di belakang ku tidak bisa menggunakan teknik kutukan"
Taro tertawa terbahak-bahak, ia seperti mengejek diriku yang tidak tahu apa-apa.
"Apa kau tidak tahu bahwa yang kau lindungi adalah harta rahasia yang disembunyikan oleh para petinggi penyihir roh?"
"Harta rahasia?"
"Apa kau tahu bahwa wanita itu adalah salah satu pengorbanan untuk wadah Azazel?"
"Azazel? Penyihir roh pertama?"
Aku berpikir keras dan mengerti kenapa aku harus menjaga Angelica. Wadah pengorbanan untuk Azazel, Wadah bintang yang muncul selama 100 tahun sekali.
"Apa yang dia katakan itu benar?" aku menatap Angelica
Angelica menunduk, dan kakek tua yang menggantikan menjelaskan.
"Itu benar"
"Saat ini Nona Angelica adalah orang yang terpilih sebagai wadah bintang untuk Lord Azazel, namun sebelum ritual penggabungan nona meminta agar dia bisa menikmati kehidupan sebentar"
Aku sedikit marah ketika baru mengetahui hal penting seperti itu,
"Haa, dasar kalian semua. Kenapa baru mengatakan itu sekarang? Dasar guru juga, apa dia tidak tahu bahwa ini sangat berbahaya jika dia sampai terbunuh"
"Jadi begitu!"
Apa mereka memang membiarkan Angelica mati? Meski begitu apakah Azazel bisa menggunakan wadah yang telah mati.
"Cih, sialan. Saat ini berakhir akan aku hancurkan markas petinggi itu"
"Jadi, apa kau sudah mengerti bocah?"
"Tidak, aku tidak ingin mengerti apapun. Cukup untuk menyelesaikan misi ku, dan juga membunuhmu jika kau masih ingin meneruskan ini"
"Haa, kalau begitu sayang sekali. Aku juga tidak ingin membiarkan ini, ayo kita bertarung sampai mati!"
Seketika Taro mengeluarkan uap dari mulutnya, sebuah kondisi dengan konsentrasi yang sangat tinggi.
"Syuss!"
Dia menghilang dengan cepat, berada di belakang ku.
"Cepat sekali!" Pikirku saat dia sudah menangkap pinggang
Ia memeluk ku dengan kuat sampai perut ku sulit bernapas, lalu ia melanjutkan nya dengan teknik gulat, yaitu bantingan ke belakang.
"Srakk!"
Sebuah bantingan yang sangat keras ke tanah sampai menghancurkan tempat Taro berpijak. Debu dan batu melayang dari tanah yang ia hancurkan,
"Selesai sudah!" ia melepaskan pelukannya
Namun itu masih belum berakhir,
"Ap.."
"Grookk! Splas!" Aku melindungi kepala dengan Gama
Gama sendiri langsung hancur, dan kepala ku mengeluarkan darah. Mata ku kabur dan sulit menyeimbangkan diri.
"Cih, sialan!"
"Ternyata kau cukup tangguh, bocah!"
"Teknik kutukan! Shinigami, Taro! Garuda! Centipede!"
Tora dan Garuda berada di depan untuk menyerang Taro, sementara Centipede melingkar di dada dan punggung untuk melindungi ku.
"Wah, kalau begitu aku juga harus serius"
BERSAMBUNG....