
(Pusat Kota Van)
Rosa dan Rose berlari menuju pusat kekacauan, iblis-iblis tingkat menengah dengan tubuh raksasa menghancurkan semua bangunan dan menyerang warga kota.
Puluhan orang telah mati karena serangan mematikan para iblis, sementara yang lain lari menyelamatkan diri.
“Hahaha, jangan pikir kalian bisa lari!”
Teriakan iblis seperti menikmati kehancuran yang ia lakukan di atas penderitaan, para petualang yang menghentikan mereka juga tidak berguna.
“Wahai Angin hempaskan musuhku! Wind Cutter!”
Iblis yang melihat sumber rapalan itu terkejut dengan serangan mengarah padanya, sihir menengah dari elf Rose. Beberapa iblis terpental jauh, Rose kembali merapal sihir.
“Kalian semua cepat pergi dari sini, biar kami yang mengurusnya” Rosa mengambil alih
Petualang yang meyaksikan kedatangan dua petualang tingkat S, membuat semangat bertarung mereka kembali. Pedang dan tongkat sihir kembali diangakat, Rose memimpin mereka untuk mengevakuasi para penduduk.
“Oh, Itu Nona Kembar! Petualang tingkat S”
“Dengan begini kita pasti bisa menang”
“Yaaa!”
Iblis yang terkena serangan Rose kembali bangkit dengan tubuh yang beregenerasi, semua terkejut dengan yang mereka lihat begitu juga Rose.
Sihir tingkat menengah miliknya tidak mampu membunuh satu iblis. Berbeda dengan monster, ketika terkena serangan itu sudah pasti akan mati.
“Ini gawat, mereka tidak terluka sama sekali”
Iblis itu mengeluarkan mana besar, seakan ingin meledakan diri. Rose dan Rosa menyadari itu dan memerintahkan agar semua mundur.
“Mundur!”
Kekuatan besar siap untuk meledak, ini hampir sama saat di benua Victim. Semua membuat pelindung agar bisa hidup dari serangan besar iblis di depan mereka. Namun ada satu orang yang maju untuk menghentikan iblis itu, bahkan Rosa dan Rose pun tidak bisa melakukannya.
“Sudah cukup, Sihir Kuno, Pelindung Suci!”
Sebuah pelindung yang mengelilingi iblis dengan mana meledak itu, dari empat arah seperti sebuah kotak, menutup dirinya sendiri. Orang yang melakukan itu adalah ketua guild petualang yang baru sampai ke pusat kota.
“Aakkkhhh!”
“Duarr!”
Tubuh sang iblis hancur, dengan ledakan hancur yang kuat, namun tidak menghancurkan penghalang suci yang dibuat oleh ketua petualang. Ketua guild pun tidak ingin mengambil semua tatapan mata dari orang lain, ia memimpin semua petualang, termasuk bala bantuan.
“Kau datang ketua!”
“H..hebat, aku tidak tahu ketua bisa melakukan itu”
“Itu sihir Priest bukan?”
“Dengar, bukan waktunya untuk bicara! Musuh kita berada di depan sana, fokus untuk mengalahkan mereka”
“Nona Rosa, Nona Rose, saya ingin anda membantu kami. Lalu ada pesan dari Tuan Loid”
Ketua Guild menghampiri elf kembar dan menyampaikan pesan dari Loid, untuk mereka agar bertarung dengan serius karena ia tidak ingin bertarung. Memang agak aneh namun Loid tampak seperti pengecut di mata ketua Guild, karena ia tidak tahu kebenaran sesungguhnya.
“Jika tuan Loid mengatakan itu, sudah pasti dia tidak ingin membantu”
“Kurasa kita harus berjuang sendiri, Rose”
Kedua elf kini mulai serius dengan musuh di depan mereka, tapi kekuatan yang mereka miliki tidak akan bisa menghentikan semua serangan musuh. Kekuatan iblis berbeda dengan monster, mereka sangat kuat hingga memiliki kesadaran akan diri.
“Musuh tersisa 19, dilihat dari atas kota mereka mulai menyebar, paling banyak berada di pusat kota”
“Nona Rosa, Nona Rose, kami akan mengurus di pinggiran kota, aku serahkan disini pada kalian”
Keduanya mengangguk, padahal mereka dulu tidak pernah ingin diperintah oleh orang lain. Namun berbeda saat keduanya bertemu dengan Loid,
“Serahkan pada kami”
Beberapa petualang bantuan pergi ke sisi lain kota, menghentikan pergerakan iblis lain. Kini kedua elf sudah memutuskan untuk menggabungkan kekuatan.
“Kita akan melakukan itu Rose”
“Baik kak”
Sihir api milik Rosa dan sihir angin milik Rose, mengabungkan kedua elemen ini akan menjadi serangan mematikan. Namun tidak bisa mengeluarkan skala besar agar kota tidak hangus terbakar, keduanya saling bergantian.
“Sihir Angin, Wind Cutter!”
Sihir tingkat menengah kembali dikeluarkan, kali ini dengan mana yang lebih kuat. Dua iblis terpotong menjadi dua bagian, atas dan bawah terbelah. Namun itu tidak akan membunuh mereka, Rosa melanjutkan serangan adiknya dengan sihir api tingkat menengah.
“Wahai api, bakarlah musuhku menjadi debu, Fire Shoot!”
Kedua iblis yang terpotong ditembaki oleh sihir api, berharap mereka mati dengan serangan gabungan keduanya. Rose kembali menembakan sihir angin ke iblis lain yang mendekat, sementara Rosa mengikuti sang adik.
“Fire Shoot! Fire Shoot! Fire Shoot!”
Rosa mengeluarkan lebih banyak sihir dibandingkan Rose, karena tidak ingin musuh mereka bangkit kembali.
“Kakak apa kau baik-baik saja?”
“Ya, lanjutkan seperti ini”
Orang-orang yang melihat sangat takjub dengan kekuatan kedua elf tingkat S,
“Kalian semua jangan kalah, kita akan membantu elf kembar!"
“Yaa!!!”
BERSAMBUNG....