
Meski begitu masih tersisa satu musuh, ia sudah kelihat ketakutan namun semangatnya masih belum padam, dan saat ia melihat tangan ku yang mengeluarkan darah ia merasa masih memiliki kesempatan menang.
“Jika aku harus mati, lebih baik kita mati bersama-sama!”
Celine memeluk ku dengan erat dan saat itu kami saling bertatapan mata, kupikir bukan masalah namun itu adalah jebakan lain yang disiapkan oleh Celine. Dengan itu aku dibawa kea lam bawah sadar ku, dimana masa lalu ingatan ku.
Tubuh ku tidak bisa bergerak, dan hanya Celine yang bisa mengendalikan semuanya termasuk diriku.
“Ha, hampir saja aku mati. Beruntung aku masih memiliki kartu AS, sihir pengendali pikiran..., dengan ini aku bisa mengambil tubuh nya untuk menjadi bawahan ku”
Celine saat ini berada di alam bawah sadarku, di dalam ruang hampa yang gelap ia sedang mencari titik kesadaran agar bisa mengendalikan tubuhku.
“Sebelum itu aku akan melihat kelemahan dan ketakutan mu…”
Celine tidak mengetahui bahwa saat itu ia melakukan kesalahan, dengan mudah ia melihat ke dalam diriku, ingatan dan kenangan dari masa lalu.
“A..apa ini?!”
Seketika Celine sadar bahwa kesalahan masuk ke dalam diri Loid, setelah ia melihat kenangan di dunia sebelumnya, ia sadar bawah Loid adalah orang yang sangat berbahaya. Ia melihat semua ingatannya sejak awal hingga akhir, dimana ia menghadapi Abbadon si Raja Roh Terkutuk.
“I..ini, kekuatan ini sangat besar, sama seperti Raja Iblis Satan! Tidak, bahkan lebih dari Raja Iblis Satan”
Celine melihat banyak sekali mayat yang bertumpuk di sebuah tempat dengan bangunan menjulang tinggi, entah itu mayat manusia, hewan dan satu lagi seperti iblis, namun sebenarnya itu adalah kutukan.
Celine mengenggam tangannya, dan berusaha untuk menghentikan rencananya, namun saat itu ia menyadari seakan di belakang nya ada sebuah bola mata raksasa yang melihatnya.
Saat ia berbalik tubuhnya sangat gemetaran, bola mata itu berkedip dan menunjukan Celine sesuatu yang sangat gila.
Sebelumnya tujuannya adalah untuk melihat ketakutan dan kelemahan diri Loid dari dalam alam bawah sadarnya untuk melihat seberapa besar kekuatan yang dimilikinya.
Mata raksasa itu pun seakan menunjukan semua nya, apa kelemahan dan ketakutan Loid, serta kekuatan Loid yang sekarang.
“Tidaakkk!!”
Celine yang melayang tiba-tiba jatuh ke dalam jurang gelap yang tidak berdasar, saat ia masih terjatuh ia sadar dan mengerti.
Seperti jurang gelap tanpa dasar itu, perumpamaan kekuatan Loid sekarang, dan kelegapan di mata raksasa itu juga menyadarkan dirinya bahwa yang sangat ditakuti oleh Loid adalah dirinya sendiri.
...***...
(Di alam sadar)
Celine kembali sadar dengan Loid meminum Potion penyembuh, tangannya masih memegang kepala Loid. Dengan cepat ia menarik tangannya dari kepala Loid, dan merasakan ketakutan yang sangat mendalam.
“Jadi? Bagaimana, apa kau melihat jelas ke dalam diriku?” tanya ku
Mata Celine kini terbelalak ketakutan, tubuhnya gemetar tidak karuan, dan dirinya merasa akan mati sekarang. Namun Loid tidak menunjukan ekspresi marah sama sekali, hanya saja ia tersenyum seram.
“Kau memiliki sihir yang luar biasa, mampu melihat dan mengendalikan pikiran orang lain”
Celine sedikit terkejut dengan itu, dan mungkin itu adalah kesempatan lain untuk lari pemburu di depannya.
“I..iya, aku sejak lahir sudah memiliki kekuatan ini”
“Oh benarkah?”
Aku sedikit melirik iblis bernama Celine ini, karena mampu melihat kebawah alam pikiran orang lain itu cukup sulit untuk dilakukan, dan aku sejak dulu tertarik dengan kemampuan itu.
Saat itu, pada saat aku bertarung di alam bawah sadar wadah roh Abbadon, Yin.
Alam itu seperti penghalang miliki Abbadon untuk mengendalikan dirinya dari kematian, kemudian mengendalikan siapa saja yang boleh dan tidak masuk ke dalam pikiran.
Yin sendiri sangat kuat sehingga mampu berbagi dengan Abaddon, ia tidak dikendalikan olehnya, namun Yin pernah bertarung di alam milik Abbadon.
“Aku tertarik dengan mu. Jadi kau punya pilihan, kau ingin mati sekarang atau ikut bersama ku?”
BERSAMBUNG....