
(Guild Petualang)
Semua petualang tampak tegang, aku merasa sama saat Pasukan Raja Iblis menyerang pertama kali. Petualang yang berada disini adalah sisa pertahanan terakhir, karena kebanyakan petualang rank A dan B sudah menuju tempat iblis itu berada.
“Ah, Tuan Loid”
Semua langsung menatap, kedatangan dari pintu masuk sudah membuat aku gugup. Bukan begitu karena sudah lama aku tidak ke guild petualang.
Meski begitu kekuatan dan informasi diriku tidak diketahui oleh Guild atau petualang lain saat serangan Jenderal Raja Iblis. Hal itu karena Celine menghapus semua ingatan dari para petualang yang ada di hutan Iblis.
“Saya kira anda sudah pergi dari benua Bone. Ternyata anda masih ada disini”
Benar, karena tugas bertualang adalah pekerjaan untuk Rosa dan Rose, aku tidak ikut bertualang, ini karena keinginan dari kedua elf itu sendiri. Aku tidak memaksa mereka, walau aku tahu sedikit bersalah.
“Apa yang terjadi?”
“Pasukan Raja Iblis sepertinya sudah mulai bergerak kembali. Ini karena Raja Iblis Satan telah kembali dari evolusinya”
“Evolusi?”
Begitu rupanya, ternyata ketidakhadiran hawa kuat selain iblis Belzebub tidak aku rasakan karena Raja Iblis sedang berlatih. Informasi yang ada Raja Iblis berevolusi di ruang dimensi iblis, kekuatannya sekarang sudah meningkat 10 kali lipat dari sebelumnya.
Raja Iblis memerintahkan pasukannya untuk mulai bergerak, meski awalnya ia takut pada kerajaan manusia. Namun ia menunggu dan berlatih hingga menjadi lebih kuat, sementara manusia terlena dengan perjanjian perdamaian sementara dari bangsa iblis.
Rencana yang dibuat oleh Raja Iblis Satan kini sudah berjalan setengah, bahkan kekuatannya melebihi Raja Iblis Victor dan mendapatkan kekuatan keabadian. Beberapa hari sebelumnya Raja Iblis Satan mengumumkan perang melawan kerajaan Bone.
“Begitu rupanya, apakah ini awal dari semuanya sebelum perang dimulai?”
“Perang nya akan terjadi 2 bulan lagi di dekat hutan iblis, semua pasukan ksatria dan bangsawan lain diperintahkan untuk ikut dalam perang”
“Bagaimana dengan pahlawan petir?”
“Itu…sebenarnya ada masalah dengan pahlawan. Sejak perjanjian yang dilanggar oleh bangsa iblis dan sebuah ajakan perang, pahlawan kini ketakutan dan mengurung diri di dalam istana”
Apa? Dia benar-benar pengecut, ada kabar saat menerima pesan perang bahkan pahlawan terlihat ketakutan dan menangis di hadapan Raja. Raja yang memerintahkan pahlawan untuk melawan Raja Iblis terlihat terpaksa melakukannya.
Padahal dia lari ketakutan saat melihat ular raksasa dan pergi meninggalkan medan pertempuran, tapi kenapa dia mendapat pujian. Meski pahlawan dihormati di dunia ini, tapi sampah tetaplah sampah. Inilah alasan aku tidak ingin terlibat terlalu jauh.
“Baiklah, kuserahkan ini pada Rosa dan Rose saja”
Aku tidak ingin terlibat masalah lagi karena belakangan sudah hidup dengan rasa damai, tapi aku yakin berbeda dengan Rosa dan Rose. Sementara untuk Celine kubiarkan hidup agar mendapatkan informasi lain dari pihak iblis.
“Kalau begitu aku akan memanggil Rosa dan Rose”
“Ohh, benarkah? Itu sangat bagus. Terima kasih Tuan Loid”
Berpura-pura menjadi orang lemah memang tidak enak, tapi kali ini aku merasakan bahagia menjadi orang biasa. Kembali pulang dan menyuruh Rosa dan Rose mengatasi masalah.
“Celine, ikut aku”
“Y..ya, master”
Kami berdua meninggalkan guild, tampak dari luar guild sebuah ledakan terlihat. Pertempuran sudah mulai dan sampai kesini, aku tidak memperkirakan mereka bergerak begitu cepat.
Jika dilihat korban yang berjatuhan semakin banyak dari petualang, sementara pasukan bantuan dari kerajaan masih belum sampai.
“Tidak, mungkin mereka akan datang terlambat. Akan lebih baik mengetahui rencana mereka lebih dulu”
“Celine, katakan yang sebenarnya. Apa yang kalian rencanakan?”
Aku bertanya dengan nada dingin, Celine yang sedari tadi hanya berjalan di belakang menundukan kepala. Namun mulutnya berbunyi untuk menjelaskan, tentang rencana para iblis.
“Tuan Loid!”
“Tuan Loid!”
Rosa dan Rose datang ke guild petualang, mereka berlari dengan perlengkapan bertarung, kemungkinan mereka telah mendengar informasi serangan iblis di dalam kota.
BERSAMBUNG....