ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
PASTI KENA, PASTI MATI



"Ini adalah teknik milikku, teknik terkuat ku saat ini. Peti Mati Gunung Api, sebuah penghalang pasti kena pada lawan, dimana kau pasti mati jika di dalam sini" senyum Loid


"Jangan bercanda bocah, akan ku hancurkan kau dengan tempat ini!"


Janembi mengeluarkan semua kekuatan yang tersisa, tapi ia tidak sadar bahwa sesuatu terjadi pada spirit nya.


"Spirit Ifrit, serahkan semua kekuatan mu padaku!"


Ifrit kelihatan gelisah dan takut dengan teknik milik Loid,


"Kenapa kau Ifrit? Dengarkan aku, serahkan semua kekuatan mu!"


"Heemm" Ifrit bersembunyi di belakang Janembi


"Apa yang kau lakukan dasar spirit bodoh! Cepet berikan aku kekuatanmu!"


"Heemmm"


Ifrit marah dan menjauh dari Janembi,


"Sayang sekali, sepertinya kau kehilangan rekan yang sangat kau butuhkan"


"Sialan kau, jangan kira aku akan memaafkan mu setelah ini berakhir Ifrit. Kau..akan aku akhiri ini dengan kekuatan penuh ku"


"Maka lakukan lah"


"Haaa, api hitam yang menyelimuti ku, bakarlah semua musuh ku hingga tak bersisa, Hell Fire!"


"Tebing Lava!"


"Crass"


Api hitam yang menyerang Loid berhasil di tahan tanah yang berlumur lava, kini Janembi kehabisan waktu.


"Apa? Mustahil!"


"Kau tahu, lava itu lebih panas dibandingkan api. Disini sifat lava ku adalah dominan dan lebih panas dari api mu, dengan kata lain serangan mu tidak akan bisa mengenaiku"


"Tidak mungkin, mustahil, mustahil! Sihir api, Fire Shoot!"


"Crass"


Sebuah dinding tebal yang berlumur lava merupakan sebagian kecil dari teknik penghalang peti mati gunung api.


Namun karena lawan merupakan orang yang tidak memiliki energi kutukan semua itu sia-sia.


Karena penghalang Pengikat hanya bisa di lawan dengan penghalang Pengikat yang lebih kuat.


Untuk bisa menghancurkan penghalang yang kuat maka bisa menghancurkan nya dari luar, tapi itu tetap sulit karena efek dari penghalang adalah target yang di kunci.


"Sekarang giliran ku!" ujar Loid


"Teknik apa ini? ini sangat berbahaya, pasti kena, pasti mati" pikir Janembi


"Akan aku perkuat pertahananku!, procetion! Maksimal! Black Fire!"


"Kalau begitu giliran ku, Penghalang Pengikat, Peti Mati Gunung Berapi!"


Hanya dengan gerakan tangan, semua penghalang melakukan perintah Loid. Dan hanya dengan jentikan jari, Loid mengakhiri pertarungan melawan Janembi.


"Klik"


"Krak" tanah di bawah Janembi retak


Keluar sebuah peti mati yang langsung mengurung Janembi,


"Bocahh! Haaa, a..apa mustahil!, Krak! Krak!, C..c..e..tang" seketika Janembi di makan oleh Peti Mati, dikunci, dikurung dan di hancurkan berkeping keping menjadi bubur lava


"Sekuat apa pun api mu tidak akan berguna, lava lebih panas dan kuat dari api" ucap Loid


"Krak...trass" Penghalang Pengikat hancur dan hilang tanpa bekas, bersama dengan Janembi


Pertarungan antara Loid dan Janembi hanya berlangsung kurang dari 5 menit, menandakan kekuatan Loid sudah pulih sepenuhnya.


"Aku sudah mendapatkan kekuatan asli ku, sekarang aku tidak perlu khawatir pada apapun" pikir Loid


"Hem" Spirit Ifrit mencoba bersembunyi


Karena sebuah kesengajaan Loid membiarkan Spirit itu hidup, karena sebuah legenda benar adanya, itulah salah satu hal yang bisa ia gunakan untuk menggunakan sihir.


"Kemarilah kau!" panggil Loid pada Ifrit


Ifrit mendekat dan menundukkan kepala, walau hanya bentuk tubuh seperti boneka yang bisa terbang, kekuatannya sangat luar biasa.


"Karena tuan mu sudah mati, sekarang akulah tuan mu. Kau mengerti?"


"Hem, Hem" Ifrit mengangguk kan kepala


"Sebelum itu, aku harus membantu mereka dulu"


Loid membantu mengevakuasi dan menolong korban serangan Janembi. Sendirian berjalan di tanah kering itu, ia hanya melihat sebuah keputusasaan.


BERSAMBUNG....