
“Srakk! Khaakk!” sesuatu muncul mengejutkan Rosa dan penduduk desa
King Kobolt dan Ogre King muncul bersamaan dari dalam hutan, boss monster dengan tingkat kesulitan menyentuh S dan kini mereka bekerja sama.
“Kurasa aku akan mati hari ini”
...***...
(Kota Van, Menara Jam)
Sosok berjubah mengintai dari atas gedung, dengan sebuah Kristal di tangannya tertawa kecil.
“Hahaha, akhirnya hari ini tiba, jangan salahkan kami manusia. Ini semua karena kalian yang memulainya”
“Benarkah?” suara yang mengejutkan sosok berjubah
“Kauu…?”
Loid berjalan menuju sosok berjubah, dengan mengeluarkan Pedang Gram ia siap bertarung.
“Jadi itu kau?”
Aku melihat jika musuh kali ini tidak akan sulit untuk dihadapi, tapi aku masih harus berhati-hati agar tidak terjebak seperti yang dilakukan Leviathan.
“Bagaimana kau bisa menemukan aku disini?” tanya sosok berjubah
“Kau tidak perlu tahu, hanya saja aku akan mengatakan ini. Hentikan ini dan pergilah, sebelum aku menjadi marah”
“Khk, hahahaha, lalu kenapa? Kau pikir bisa menghentikan bencana ini?”
“Tentu saja, kenapa tidak? Sebentar lagi pasukan bantuan akan segera datang”
“Benar, dan itu akan menjadi santapan untuk monster ular ku, dia akan melahap semua pasukan kstaria yang menuju kesini”
“Ohh, apakah kau sudah merencanakan ini sebelumnya?” tanya ku
“Tentu saja, aku sudah merencakan untuk memusnahkan manusia sejak lama. Namun aku selalu dihentikan oleh perjanjian konyol antara manusia dan iblis, sekarang dengan kedatangan pahlawan lain perjanjian itu akan dianggap dilanggar”
Ia memjelaskan bahwa semua ini terjadi karena kedatangan kami, tentu karena dikalahkan nya dua Raja Iblis, pahlawan lain berniat membantu benua lain untuk mengatasi Raja Iblis yang belum dikalahkan.
“Ya sudahlah, aku juga tidak ingin membuang waktu”
“Sudah kubilang untuk manusia tidak akan ada kesempatan, kalian semua akan mati oleh serbuan monster, dibelakang mereka masih ada monster lain yang belum muncul”
“Apa maksud mu adalah Kristal ini?” aku menunjukan Kristal yang kuambil
“A…apa? Kenapa itu bisa ada padamu?”
“Ba..bagaimana kau mengetahuinya?”
“Entahlah, tapi kurasa hanya sebuah kebetulan. Trass!” ku hancurkan Kristal itu berkeping-keping
Sebuah tekanan keluar setelah Kristal hancur, namun aku merasa itu akhir dari ketegangan. Di garis depan, monster sudah lepas dari pengaruh Kristal sihir, banyak monster yang kembali ke dalam hutan dan pergi meninggalkan kota.
Di wilayah desa pun sama, monster dengan tingkat di bawah A langsung meninggalkan tempat dan kembali ke hutan. Para penduduk, Ksatria dan Petualang berteriak gembira karena bisa selamat dari serbuan para monster.
(Gerbang Kota Van)
Para monster kembali ke dalam hutan, namun ada monster yang masih menyerang kota.
“Aneh, pergerakan mereka mundur”
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
Namun para petualang dan ksatria tidak mensia-siakan kesempatan,
“Mereka mundur! Pertahankan semua pasukan, kita juga akan menghentikan monster yang masih menyerang!”
“Yaaa!!”
“Para petualang! Sedikit lagi kita akan berhasil, tunjukan kekuatan kalian!”
Semua bekerja sama, penyihir, warrior dan kstaria, dengan kekuatan yang semakin menipis tetap menjaga kota mereka.
(Desa Utara)
Rose yang sudah hampir menyelesaikan tugas melihat pergerakan monster yang mundur kebingungan. Namun ia tahu bahwa tugas nya telah selesai dan ada orang yang berhasil menghentikan amukan monster.
“Syukurlah semua sudah selesai”
“Nona petualang sangat hebat, terima kasih”
Rasa terima kasih dan bangga diterima oleh Rose, ia berhasil melindungi nyawa manusia yang dibencinya. Tapi itu tidak buruk, karena ia merasa berguna bagi orang yang berharga.
“Rooaaaghh!”
Sesaat ia mengambil nafas untuk beristirahat, guncangan besar dari raungan monster raksasa membuat perasaannya gelisah.
“A..apa itu tadi?”
BERSAMBUNG....