
"Bocah ini..."
"Syung, buk, buk, buk, buk"
Pertarungan dengan kecepatan penuh, Yuta melawan mayat kutukan Kuro mulai berada di klimaksnya.
"Duar...duar, buk, dar"
Seketika lantai hotel hancur, pertarungan berpindah ke jalanan yang di penuhi orang.
"Buak, dak, buk"
"Bloody Ray!"
"Medusa! Pembatuan!"
Teknik unik dari Ratu Kutukan Medusa, mengubah objek menjadi batu. Dengan kemampuan itu Yuta bisa mengubah orang menjadi batu dan mengembalikannya seperti semula.
Tidak hanya itu teknik unik milik Medusa, Racun dan Ilusi Tingkat tinggi dimiliki. Saat Penghalang Pengikat diaktifkan kekuatan nya akan setara dengan bencana.
Yuta menggunakan Teknik Pembatuan untuk menghentikan pergerakan darah Kuro.
"Jadi ini teknik kutukan milik Medusa, benar-benar berbahaya"
Kuro mengambil jarak dan berusaha melarikan diri. Tentu dengan keadaan seperti ini tidak akan bisa menang melawan Penyihir Roh Yuta.
"Kali ini kalian menang, tapi selanjutnya..."
"Pyaaak!"
"Wush, wuingg! Tarr!"
Sebuah burung besar menyerang Kuro sebelum ia melarikan diri. Teknik kutukan milik seseorang yang terpental jauh, Loid.
"Loid..., baiklah akan aku akhiri ini"
"Sialan, jadi bocah satu itu masih belum mati rupanya"
"Teknik Kutukan! Mimikri!"
Meniru serangan dari Kuro, darah yang melaju dengan kecepatan suara. Teknik yang sama, kekuatan yang sama, adalah ciri dari teknik Mimikri Yuta.
"Kau...Super...." Kuro bersiap menyerang
"Super..." Yuta ikut bersiap menyerang
"Nova!" teriak keduanya
Benturan kedua serangan dari darah, mematikan dan dahsyat. Jalanan di penuhi darah, orang-orang lari ketakutan, malam itu darah berhamburan dimana-mana.
Itulah malam berdarah di Tokyo, sebuah insiden besar sebelum Festival Kutukan Tokyo dan Bangkitnya Raja Kutukan, Abbadon.
"Pyaakk" Garuda milik Loid ikut membantu Yuta
Karena kekuatan yang sama dari teknik keduanya, salah satu kesalahan akan berakibat kekalahan.
Gangguan juga merupakan salah satu keuntungan, itulah kesempatan yang harus diambil.
Arus listrik keluar dari tubuh Garuda, menghantam Kuro yang sedang beradu kekuatan dengan Yuta.
"Dasar burung sialan, penjara darah!"
Garuda tertangkap oleh darah Kuro, jatuh ketanah dan hilang sebelum hancur.
"Medusa!"
Energi kutukan Yuta semakin meningkat, pertarungan darah ini telah diketahui pemenangnya.
Melebih kecepatan dan kekuatan Kuro, teknik darah milik Yuta menghantam Kuro.
"Trass!"
Sebuah lubang di perut Kuro bertanda berakhirnya pertarungan teknik darah.
"Aku kalah...Uhuk, kalian penyihir...roh"
"Maaf"
"Hah, kenapa kau...meminta maaf?"
"Entahlah, tapi aku merasa...aku hanya ingin berkata seperti itu"
"Hahaha, adik-adik ku dan aku mati di tangan kalian. Sungguh ironis, tapi sekarang aku bisa bertemu dengan mereka lagi"
"Pesan dari adik mu..." suara Loid datang dengan penuh luka di tubuh
"Dia minta maaf, kuharap kita bisa bersama-sama lagi"
"Haa, meski kalian bersikap seperti itu, aku sendiri masih mengutuk kalian.. berhati-hati lah, kakak tertua ku masih hidup dan dia akan membalaskan den..dam, kami"
Pesan dan peringatan sebelum mati disampaikan Kuro, 5 saudara mayat terkutuk masih tersisa satu dengan kekuatan di atas adik-adiknya.
"Kau mendapatkan benda nya bukan?"
"Tentu, pusaka nya sudah kita dapatkan. Mau pulang?"
"Yah kurasa itu ide yang bagus, selain itu kita sepertinya tidak perlu khawatir membayar pusaka itu"
"Kenapa?"
Sambil melihat kehancuran hotel Loid berpikir kesalahan yang mereka buat.
"Entahlah anggap saja hilang karena kecelakaan bukan" ujar Loid sambil berjalan meninggalkan tempat
"Kurasa kau benar" susul Yuta
(Hotel Yamato, Tokyo)
(11-12-2012, 21.00)
"Serangan 2 Mayat Terkutuk Tingkat Tinggi di Hotel Yamato, pengguna teknik darah, korban 24 orang tewas dan 20 orang luka-luka"
BERSAMBUNG....