
(Ibukota Victim)
Pagi telah tiba, matahari terbit seperti biasa, penduduk memulai aktivitas mereka. Namun hal yang berbeda adalah temperatur hari ini, lebih panas dari biasanya.
“Entah kenapa hari ini sangat panas ya”
“Ya, aku rasa juga begitu”
Semua warga ibukota merasakan hal yang sama, kota ini menjadi panas hari ini, menandakan sesuatu yang tidak biasa.
(Guild Petualang)
“Master, ini aneh, sangat panas hari ini”
Melihat semua petualang merasa kepanasan, master guild memerintahkan semua untuk mengecek keadaan di luar kota.
Bukan sebuah misi tapi permintaan, karena itu hanya sedikit yang menerima nya. Di sisi lain penduduk desa sering menatap langit, melihat apakah ada sebuah pertanda akan datangnya bencana.
“Duar!!!”
Sebuah ledakan besar di gerbang masuk ibukota, membuat penjaga disana mati seketika.
“Hahahaha”
Panas terasa membakar tubuh dan jiwa, keadaan ibukota Victim seperti oven panggangan, kedatangan musuh kuat lain yang tidak terduga di temani oleh spirit api.
“Aku adalah Jendral Raja Iblis, Janembi. Akan aku hanguskan kalian semua manusia”
Di sisi lain ternyata penyerang ke ibukota Victim telah di rencanakan oleh para iblis, benteng utara dan selatan pun di serang.
Tiga sisi kerajaan di kepung, para pahlawan dan pasukan ksatria masih belum mulai bergerak melindungi negeri.
“Maju!” perintah salah satu jenderal Raja Iblis lain, Kanema
Tujuan menghancurkan kerajaan dari sisi Utara, Kanema memimpin 100 iblis tingkat tinggi.
“Bertahan! Panggil bantuan!”
Pasukan ksatria mulai sibuk bertahan dari serangan iblis,
“Panggil bantuan dari kerajaan, iblis telah…”
“Crass!” sebuah tombak menancap ke perut ksatria
“Akan kami balaskan kekalahan Raja Iblis! Kerajaan ini akan di bumi hanguskan”
...***...
(Di sisi Selatan)
“Sihir Tanah, Golem Tanah!”
Sepuluh golem yang terbuat dari tanah dengan tinggi hampir menyamai tembok benteng pertahanan.
Jenderal Raja Iblis dengan tingkat pertahanan terkuat mulai menyerang.
“Tembakan panah ke golem itu”
“Sing, sing, sing, sing”
“Tak, tak, tak, tak”
Sebuah serangan panah yang di tambahi dengan sihir angin masih tidak bisa menghancurkan nya, kerumunan iblis dan golem tanah mulai mendekat.
“Aku datang kemari!” Panglima Jhon datang ke benteng Selatan setelah mendengar alarm bahaya
“Panglima Ksatria, anda datang”
“Ya, jelaskan keadaannya padaku”
“Tiba-tiba pasukan iblis menyerang pak, jumlahnya sekitar seratus iblis tingkat A. Dan juga terdapat golem tanah yang besar”
“Sepertinya kita mengalami masalah yang sangat serius”
“Tentu saja, manusia. Karena kami akan membantai habis kalian semua” ujar Jenderal Raja Iblis, Manu
(Di dalam Istana)
“Yang mulia ada berita darurat!”
"Ada apa?”
“Pasukan iblis menyerang ibukota yang mulia”
“Apa?!”
Ketegangan seketika menyelimuti istana, Raja dan para bangsawan mulai berkeringat dingin.
“Siapkan semua pasukan ksatria dan pasukan bangsawan. Kita akan melawan mereka, dan juga segera kabarkan para pahlawan untuk memimpin pasukan terdepan”
“Lalu bagaimana dengan istana yang mulia? Jika semua pergi pertahanan istana akan kosong”
“Tidak masalah, jika memang mereka ingin menyerang sudah pasti mereka akan kemari. Lebih baik kita hentikan sebelum masuk ke kota. Cepat beritahu semua!”
“Baik yang mulia”
“Para bangsawan lain, waktunya kalian untuk menunjukan kesetiaan kalian pada kerajaan”
“Baik yang mulia!”
(Di tempat Pahlawan)
“Vina! Kau sudah dapat kabarnya?”
Kedua pahlawan menaiki kuda mereka, pergi menuju ke tempat serangan iblis terjadi.
“Ya, sepertinya mereka mengincar benteng Utara dan Selatan, kita berdua akan berpisah. Aku akan ke Utara dan kau Selatan”
"Baiklah, aku tidak masalah”
“Nona Pahlawan! Ada berita terbaru lagi”
“Ada apa?”
“Salah satu iblis tingkat S terlihat di ibukota”
"Apa? Tiga tempat sekaligus. Ini gawat bagaimana sekarang?”
“Saya mendapat berita juga jika Panglima Jhon berada di benteng Selatan, membantu pertahanan disana, tapi sepertinya mereka membutuhkan pasukan bantuan”
“Aku tahu itu, tapi…”
“Tunggu, dimana Tuan Loid? Kita bisa meminta bantuannya”
“Tuan Loid, dia pergi sejak kemarin malam dan belum pulang”
“Kemana dia pergi?”
“Entahlah, dia pergi bersama Rose dan Rosa”
“Kalau begini, Apakah wakil Ksatria ada disini?’
“Ya Nona Pahlawan!”
Dari barisan pasukan ksatria, wakil ksatria yang sering berlatih bersama Loid muncul.
“Kau akan memimpin pasukan ke Selatan dan membantu Panglima Ksatria disana”
“Baik Nona Pahlawan”
“Kalau begitu ayo kita pergi! Penyihir gunakan Gate untuk ke benteng Utara dan Selatan!”
“Helena, aku akan pergi ke ibukota, kau tetap ke Utara”
“Baiklah, ayo kita bertemu lagi nanti”
Kedua pahlawan berpisah sementara untuk menghentikan pasukan iblis, berharap bisa bertemu lagi untuk sebuah pesta.
BERSAMBUNG....