
"Hai, Ortega? Senang bertemu dengan Anda," ucap Kamila mengulurkan tangannya kepada Ortega sambil tersenyum. Matanya seakan memeriksa Ortega dan memperhatikan pria vampir itu dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan penuh minat.
Kemudian Kamila berdeham. Dia meminta kepada sang produser untuk meninggalkan mereka bertiga di dalam studio tersebut. "Bern, bisa tolong tinggalkan kami sebentar? Aku ingin membicarakan kerjasama antara aku dan Ortega secara personal,"
Produser yang bernama Bern itu kemudian membungkukkan badannya dan meminta anak buahnya untuk segera keluar dari ruangan itu. "Baik, Nona. Semuanya! Keluar dulu!"
Setelah ruangan itu hanya tinggal mereka bertiga, Kamila seakan membuka identitas dirinya sendiri. Dia mendekati Ortega dan Jenna, dan dia mengendus harum tubuh mereka dalam-dalam, seolah-olah menikmati sebuah makanan lezat.
"Kau dari clan mana?" tanya Kamila kepada Ortega, tetapi matanya tak bisa lepas dari Jenna.
Ortega terus berdiri di hadapan Jenna, berusaha melindungi gadis itu. "Aku tidak berasal dari mana-mana. Aku baru pertama kali menemui vampir selain diriku,"
Wanita berwajah ketimuran itu mendengus sambil tersenyum. "Huh! Sudah berapa abad usiamu, Vampir?"
"Aku? 312 tahun," jawab Ortega.
Kamila tertawa. "Hahaha, kau masih muda sekali. Dan, aku tertarik dengan temanmu yang cantik dan harum ini. Kalau aku tak salah, hmmm, apakah dia setengah-setengah?"
Mata Kamila menatap Jenna dengan tajam, bagaikan bor yang membenamkan paku ke dalam lubang. "Kenapa kau bisa seistimewa ini, Cantik? Aku bisa membayangkan seharum apa saat kau masih manusia seutuhnya. Dan, ...."
Wanita itu mengendus Jenna seperti seekor anjing. "Kau berteman dengan serigala? Apakah serigala dan vampir ini tunduk padamu? Benarkah demikian? Wuah, aku semakin tertarik kepadamu. Boleh kupinjam tanganmu?"
Jenna memberikan tangannya pada Kamila. "Kau ingin membaca pikiranku atau masa depanku?"
"Keduanya, Sayang," jawab Kamila. Kemudian dia menggenggam tangan Jenna dan memejamkan kedua matanya. Alisnya saling bertautan, dan tak sampai satu menit dia menepiskan tangan gadis itu dengan kasar. "Kau menutupi pikiranmu?"
Jenna menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tau bagaimana caranya,"
Ortega menjauhkan Jenna dari Kamila. "Sejak kapan kau berada di dunia manusia ini?"
"Aku? Sudah kira-kira seribuan tahun. Bahkan aku pernah bekerja sebagai juru bicara presiden pertama di negara ini. Kau perlu bukti? Datang saja ke rumahku." jawab Kamila santai, kedua matanya masih tidak lepas dari Jenna. Tampaknya, Kamila masih ingin mempelajari gadis manusia itu lebih jauh.
"Bohong! Apakah cuma aku dan kau yang berada di sini?" tanya Ortega.
Tawa Kamila meledak. "Hahaha! Kau bodoh sekali, Ortega. Apa kau tak tau, sudah sedari dulu kaum kita hidup berdampingan dengan manusia. Kami hidup rukun dan tidak saling menyerang. Kami bahkan memiliki pemimpin sendiri di kota ini. Setiap vampir yang masuk ke sini, wajib membuat laporan dan menyerahkan identitas dirinya kepada pemimpin. Apa kau tidak tau tentang itu?"
Ortega menggeleng. Dia merasa bodoh sekali karena dia sama sekali tidak tau menahu tentang vampir yang tersebar di dunia manusia. Sedangkan, Raja Vlad masih memiliki prinsip untuk mempertahankan darah murni kaum vampir. "Ja-, jadi ada banyak? Apakah ada yang menikah dengan manusia?"
"Di kota ini ada sebanyak 518 vampir. Hampir setengahnya menikah dengan manusia dan memiliki anak macam manusia cantik temanmu ini. Maka itu, aku tadi bertanya kepadamu, kau berasal dari clan mana? Siapa pemimpinmu?" jawab Kamila sekaligus bertanya dengan wajah serius. Dia menyeret lengan Jenna dan Ortega untuk duduk, sementara dia memanggil asistennya.
Seorang pria bertubuh tegap dan berparas tampan masuk ke dalam dengan membawa proyektor dan sebuah laptop. "Ini asistenku, namanya adalah Jake Owen. Dia manusia dan aku hanya menghissap darahnya sedikit jika aku rindu darah manusia atau aku akan meminta kantung darah di rumah sakit. Oh, kita memiliki dokter yang bisa membantu kita untuk mendapatkan kantung darah, jadi kau tidak perlu berburu hewan liar di hutan,"
Dengan sigap, Jake menyalakan laptop dan proyektornya kemudian setelah itu muncullah sebuah diagram yang bertuliskan nama-nama seseorang di sana.
Foto satu lagi, yang berada di sebelah Baron, foto seorang pria paruh baya dengan wajah tegas dan memiliki janggut panjang menutupi hampir seluruh dagunya. Kamila menunjuk ke pria berjanggut itu. "Ini adalah Clan Amstel. Dia memiliki seorang asisten manusia yang sangat dia percayai bernama Adrian Renees,"
"Sulit sekali. Aku tidak paham. Yang kutau, rajaku bernama Vlad dan dia memiliki seorang putri bernama Artemis yang kini berada di dunia manusia juga," ucap Ortega.
Kamila menganggukkan kepalanya ke arah Jenna. "Lalu, bagaimana dengan dia?"
"Dia tid-," ucapan Ortega terpotong oleh suara Jenna yang tegas dan lugas.
"Aku manusia biasa yang kebetulan terhubung dengan vampir ini dan serigala itu. Takdir mungkin," jawab Jenna sekenanya. "Dan kebetulan juga, aku jatuh cinta pada vampir ini dan begitulah,"
"Kau menawarkan darahmu kepadanya?" tanya Kamila lagi kepada Jenna.
Ortega menjawab pertanyaan Kamila, "Aku yang memasukkan inti darahku kepadanya saat dia sakit dan serigala itu juga tanpa sengaja memasukkan inti darahnya ke tubuh kekasihku. Pada akhirnya, kami bertiga saling terhubung,"
Wanita berambut hitam pekat itu bersiul panjang dan berdecak kagum. "Ckckck, kita lihat seberapa kuat manusia ini bertahan. Sepertinya, kita sudah harus melanjutkan sesi pemotretan kita dan Ortega, besok pagi temui aku di alamat ini. Bawa manusiamu itu dan juga serigala temanmu, kalian harus melapor kepada Baron atau Amstel secepatnya!"
Setelah menyelesaikan hari yang panjang, Ortega dan Jenna menemui Volkov di atap rumah Jenna. Seperti biasa, serigala itu sedang berbaring sambil bermandikan cahaya bulan. "Hei," sapanya.
Serigala itu segera bangkit dan mengendus Ortega serta Jenna, matanya waspada dan tatapannya tajam. "Ada vampir lain?"
Ortega mengangguk. "Dia sudah ribuan tahun di dunia ini, Volkov. Begitu pula dengan 518 vampir lainnya,"
Kedua mata Volkov membulat. "Benarkah? Mereka hidup berdampingan dengan manusia?"
Ortega dan Jenna mengangguk. "Ya, dan bahkan beberapa dari mereka menikah dengan manusia,"
"Luar biasa. Lalu?" Volkov kembali berbaring begitu dia mengetahui posisinya tidak terancam oleh kedatangan vampir lain.
"Kita wajib lapor. Besok pagi, vampir wanita itu meminta kita bertemu dengannya," jawab Ortega singkat. Dia ikut berbaring di sisi Volkov.
Jenna menyeruak ke tengah-tengah mereka. "Aku akan menemani kalian,"
"Untuk apa? Kau masih manusia, Jen. Bisa-bisa kau dijadikan santap malam oleh mereka," ucap Ortega. "Aku tidak akan mengizinkanmu ikut!"
Tiba-tiba saja Volkov duduk kembali dan menindih Jenna. "Kalung ini! Kalung ini bisa menutupi bau manusianya, kita berdua bisa melindungi dia dengan kalung ini, Ortega!"
Ortega menendang tubuh Volkov hingga serigala itu terguling. "Oh yah? Bagaimana?"
Belum sempat Volkov menjawab pertanyaannya Ortega, Artemis datang. Dia berlumuran darah dan menangis. "Zac! Sepertinya aku keterusan menghissap Zac dan dia, ... Dia ... Dia sekarat! Bagaimana ini? Aku tidak mau dia mati!"
...----------------...