Go To Hell

Go To Hell
Bab 29



Kembali Ke Masa Kini.


Sita menangis, dia menghapus air mata nya, tersedu sedu menceritakan kenangan pahitnya di masa lalu, Via, anak nya mendekati Mama nya lalu memeluknya, Wajah Via tampak sedih.


"Gak perlu Mama terusin ceritanya kalo buat mama makin sedih."


Ujar Via pada Sita sambil menghapus air mata Mamanya yang membasahi pipinya, Sita menghela nafas, tersenyum menatap wajah anaknya.


"Mama gak apa."


"Biar Mama terusin ceritanya, ada hal yang kamu harus tau dibalik semua ini."


Ujarnya pada Via yang hanya diam, wajah nya menunjukkan raut muka yang sedih, prihatin mendengar apa yang dialami Mamanya itu.


"Mama lanjutin ceritanya ya."


Ujar Sita sambil menghapus air matanya, Via mengangguk lemah dan tersenyum pada Mamanya, melepas pelukannya lalu duduk diam disamping Mama nya di sofa.


Sita menarik nafasnya dalam dalam, berdiam sejenak menenangkan diri nya, berusaha tenang agar ia bisa melanjutkan cerita nya.


Bagi Sita, Sudah waktu nya untuk anak nya mengetahui apa yang terjadi dalam pernikahan orang tua nya, bagaimana sebenar nya Papah Via di masa lalu. Sita menatap wajah Via.


Saat itu, Di Masa Lalu.


Para karyawan karyawati Karaoke tempat Sita bekerja keluar dari dalam gedung Karaoke, tampak wajah wajah mereka menunjukkan keceriaan, diantara mereka ada Sita yang melangkah keluar ditemani Zack.


Zack meraih tangan Sita, Sita kaget.


"Aku temani kamu pulang ya."


Ujar Zack, Sita menepis tangan Zack agar melepaskan pegangan tangan nya.


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri."


"Ayolah, aku cuma mau nemani kamu aja kok, gak lebih."


Ujar Zack.


"Menjauh dariku zack, aku gak mau kamu mendapat masalah nanti."


Ujar Sita pada Zack yang tersenyum menatap wajah cemas Sita, Mata Sita melirik kesana kemari mencari cari, dia khawatir kalau Randi, Suaminya sedang mengintai nya. Tak terlihat ada Randi di sekitarnya.


"Kenapa ?! Kamu takut suamimu ngamuk ?"


"Kenapa kamu tetap bertahan dengan suami yang buruk itu ?"


"Sampe kapan kamu membiarkan dirimu jadi bulan bulanan dipukulin karena kecemburuannya yang membabi buta ?!"


Ujar Zack pada Sita, Zack tahu apa yang sudah dialami Sita, sebab mau tak mau Sita menceritakan apa yang terjadi karena Zack melihat wajah Sita yang bengkak habis dipukulin, Saat Zack bertanya pada nya dia menjelaskan kenapa dia sampai mengalami hal itu, semua perbuatan suami nya karena marah dan salah paham dengan kedekatan dirinya dengan Zack.


Zack merasa iba dengan apa yang dialami Sita, dia yang sangat menyukai Sita kasihan, hanya ingin menjaga dan melindungi nya, Tapi Sita yang memang tidak punya perasaan apapun pada nya terus berusaha menghindar. Dia tak ingin membuat Randi terus menyalahi dan menuduh nya berselingkuh.


"Zairina, ceraikan suamimu, menikah denganku."


Tiba tiba Zack mengucapkan kalimat yang membuat Sita terhenyak kaget, dia menatap wajah Zack yang tersenyum berusaha meyakinkan Sita bahwa dirinya serius.


"Maaf Zack, aku gak bisa."


Jawab Sita hendak melangkah tinggalkan Zack, Zack memegang tangan Sita hingga langkah nya terhenti.


"Tunggu...dengarkan dulu."


Ujar Zack, belum sempat dia melanjutkan perkataan nya ,tiba tiba seseorang melangkah cepat datang mendekatinya, langsung melayangkan pukulan kepada Zack.


Zack yang mendapat serangan tiba tiba itu terjerembab jatuh, Sita kaget ketika melihat Randi berdiri dihadapan mereka dengan wajah penuh amarah.


"Elu mau coba coba sama gua, ha !"


Ujar Randi menyerang Zack, menghantam Zack dengan kayu yang dipegangnya, Zack terjatuh di tanah, Randi lalu menginjak injak perut Zack yang teriak menahan sakit.


Orang orang disekitar tempat itu melihat hal itu teriak histeris, mereka berhamburan pergi menghindar, tak ada yang berani memisahkan perkelahian itu.


Randi terus menghujani Zack dengan pukulan pukulannya, Sita tampak panik melihat itu.


"Sudah cukup Randi, hentikan !"


Teriak Sita memegang tubuh Randi dan memeluk nya agar Randi menghentikan perbuatannya itu, Sita melihat Zack yang sudah berdarah dikepalanya karena hantaman kayu.


"Jangan coba coba merendahkan dan menyepelekan Randi !" Bakal mati lu !"


Teriak nya dengan menginjak Zack lagi lalu memukulnya, Zack yang berusaha berdiri untuk melawan tak diberi kesempatan, Randi terus menyerangnya membabi buta, Sita menahan Randi, dengan amarahnya Randi mendorong Sita hingga jatuh ketanah.


Randi memukuli Zack yang akhirnya pingsan tak berdaya dengan darah dan luka pada dirinya, Randi lalu melangkah mendekati Sita, menarik rambut Sita yang terduduk di tanah karena di dorong jatuh Randi.


"Elu mau lari dari gua,minta cerai dari gua biar bisa nikah dengan laki laki ****** itu !"


Randi menarik rambut Sita, menyeretnya dijalanan depan Karaoke tempat Sita kerja.


"Elu pikir ,bisa pergi dari Randi gitu aja setelah Randi bangkrut dan gak bisa ngasilin apa apa buat lu !"


Teriak Randi menampar Sita, dia menendang tubuh Sita, lalu menjambak rambut nya dan menyeret nya lagi, Sita di seret sepanjang jalan ,teriak teriak meronta ronta kesakitan.


"Tolooong, lepasin Randi...Lepaskan!"


Teriaknya.


"Elu harus menanggung akibat dari apa yang udah lu lakuin dibelakang Randi !"


Teriak nya menatap tajam Sita, Wajah seram Randi sangat menakutkan, Sita melihat wajah itu bukanlah wajah Randi yang selama ini dia kenal, lebih menakutkan.


"Ikut aku !"


Ujar Randi yang saat itu menjelma menjadi Pribadi Sanur,yang lebih kejam dari pribadi lain didalam dirinya.Dia menarik rambut Sita lagi lalu menyeret nya kembali menyusuri jalan itu, dari kejauhan beberapa orang keamanan Karaoke tempat Sita kerja berlari mendekat ke arah Randi yang menyeret Sita.


"Hentikan !"


Teriak Keamanan 1 pada Randi, Randi yang mendengar bentakan itu menghentikan langkah nya, berbalik badan menatap pada keamanan karaoke , Randi menggenggam erat kayu ditangan nya.


"Jangan ikut campur urusanku kalo gak mau mampus!"


Ujar Randi, Keamanan itu tak perduli, mereka menyerang Randi, Randi menghindar, lalu memukul kan kayu yang dipegangnya ke badan 2 keamanan yang menyerang dan mencoba menghentikannya itu, Serangan Randi membuat kedua keamanan karaoke itu tersungkur jatuh ke tanah, Saat itu mobil Polisi datang ke tempat itu, Diantara Karyawan Karaoke ada yang menghubungi Polisi saat terjadi perkelahian antara Randi dan Zack.


Randi hendak mengayunkan kayu dan memukulkan nya ke kepala kemanan karaoke .


"Berhenti !"


Ujar Polisi sambil mengarahkan pistol ditangan nya pada Randi yang lantas menghentikan gerakan tangan nya ,tak jadi memukul kan kayu kepada keamanan yang sudah terjatuh di tanah.


Melihat Polisi menodongkan pistol ke arah nya, Randi berbalik melihat polisi itu dan menyeringai geram, Sita cepat berdiri dari tanah dan berlari ke arah polisi untuk berlindung.


Randi menjatuhkan kayu yang ada ditangannya ke tanah, Polisi 2 lalu dengan cepat mendekati Randi, sementara Polisi 1 masih menodongkan pistolnya ke arah Randi agar tidak melawan atau lari, Polisi 2 memborgol tangan Randi, membawa nya masuk kedalam mobil Patroli Polisi.


Sita yang melihat itu tiba tiba tubuhnya lemah, pandangan nya berkunang kunang, pandangan nya berputar putar, lalu gontai dan terkulai lemah jatuh ketanah dan pingsan.


Melihat Sita pingsan, Polisi 1 cepat mendekatinya.


"Mbaakk...Mbaaak.."


Polisi 1 berusaha menyadarkan Sita yang pingsan, sementara Randi yang duduk di jok belakang mobil polisi menatap tubuh Sita yang pingsan itu dengan senyum sinis nya dari dalam mobil.


Teman kerja Sita berlari mendekat ke arah Polisi 1 dan Sita.


"Biar saya bawa ke rumah sakit dengan mobil pacar saya Pak."


Ujar Teman kerja Sita yang lantas memanggil Pacar nya untuk minta bantuan agar menggotong Sita.


Tubuh Sita pun di gotong dan di bawa masuk kedalam mobil Teman kerja nya, lalu cepat pergi dari tempat itu ,membawa nya ke rumah sakit.


Kedua keamanan berdiri, lalu dengan gontai dan menahan sakit mereka melangkah mendekati Zack yang tampak masih pingsan ditanah, Polisi 1 mendekati Zack, memeriksa kondisinya.


Tak berapa lama Mobil Ambulance datang ke tempat itu , dengan cepat Paramedis membawa Zack masuk kedalam ambulance dan pergi dari tempat itu.


Sita tampak terbaring lemah tak berdaya di ruang rawat rumah sakit, dengan tubuh penuh luka karena pukulan dan hantaman Randi, dia diam tak bergerak, mata nya terpejam, hanya ada air mata yang mengalir dari pinggir kelopak mata nya,menangisi nasib nya.


Kembali ke Masa Sekarang.


Sita tampak menangis tak bisa menahan kesedihan nya, Via yang duduk disampingnya ikut menangis sedih,memeluk tubuh Mama nya.


"Sudah cukup Ma, Via gak mau lagi denger cerita Mama."


"Via gak mau denger, Via gak mau tau lagi."


"Maafin Via Ma, Maafin Via kalo selama ini gak pernah tau."


"Maafin Via ,karena selama ini gak tau begitu kejam Papah nyiksa Mama."


Via menangis sejadi jadi nya, dia merasa sedih, kasihan, iba pada Mama nya ,namun di sisi lain dirinya sangat kecewa pada Papah yang selama ini di banggakan nya sebagai Papah yang sangat menyayangi, penuh cinta kasih dan kelembutan.


Via tak menyangka jika Papah nya bisa sekejam itu pada Mama nya.


Dia bingung, harus bersikap bagaimana atas semua yang sudah diketahui nya itu, di satu sisi mereka adalah kedua orang tua nya, di satu sisi lagi, dia tidak bisa menerima kekejaman Papah nya yang sudah menyiksa Mama nya dengan kejam, bagi nya ,itu perbuatan Sadis ,dan dia tak menyangka jika Papahnya bisa menjadi sesadis itu pada Mama nya.


Via mencium wajah Sita yang nampak sendu, menghapus air mata Mamanya, menatap nya.


"Mama harus bahagia ya, lupakan semua nya."


Ujar Via menahan haru nya pada Mama nya. Mamanya hanya bisa terisak menangis.


"Kubur jauh jauh semua yang sudah Mama alami selama ini."


"Maafin Via ,Via gak tau kalo Mama selama ini gak bahagia, tertekan karena masa lalu Mama ."


"Kamu gak salah nak, Mama yang memang sengaja merahasiakannya darimu selama ini."


"Mama sengaja mengungsikan kamu untuk beberapa lama kerumah Bude Intan mu sampe Mama benar benar bercerai dengan papahmu dulu ."


"Setelah Mama dan Papahmu cerai, Mama mengurus hak asuh kamu dan membuat larangan agar Papahmu gak menemui kamu sampe usia kamu 16 tahun dan bisa memilih."


Ujarnya pada Via yang menghapus air matanya, Via menghela nafas nya, mencium mama nya lagi.


"Saat Papahmu ditahan Polisi, terungkap suatu hal yang gak pernah disangka."


"tentang apa Ma ?"


Tanya Via heran menatap wajah Mamanya yang menarik nafas berat.


"Saat Papahmu di interogasi Polisi, Mereka menemukan kejanggalan dari diri Papahmu."


"Hingga akhirnya, Polisi mengirim Papahmu kepada Psikiater untuk di cek kejiwaannya."


"Memang kenapa Papah?"


Tanya Via.


"Saat itu, pernyataan Papahmu berubah ubah didepan Polisi yang menginterogasi nya, kadang mengaku bahwa dia tidak melakukan kekerasan, kadang mengaku bahwa dia Roni ,kadang mengaku yang melakukan kekerasan sosok lain yang ada didalam dirinya."


Jelas Sita, mendengar itu Via bingung, dengan wajah bingung nya dia menatap Mamanya.


"Via gak ngerti,maksudnya gimana ?"


"Dari penjelasan Psikiater yang mengecek kondisi kejiwaan Papahmu, ditemui, bahwa ada kepribadian lain di dalam diri Papahmu, bukan hanya satu kepribadian, tapi ada 4 kepribadian lain yang bisa muncul bersamaan dan berbeda waktu, sesuai dengan kondisi kejiwaan Papahmu."


Mendengar itu, Via kaget, dia gak pernah menyangka dengan apa yang didengarnya itu.


"Maksud...Mama...Papah Psycho?"


"Papah Psikopat ?"


Tanya Via menegaskan, Sita mengangguk lemah menatap wajah anaknya yang terhenyak mengetahui itu.


"Iya nak,karena itu Papahmu tidak lama ditahan, dia dikirim kerumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan khusus."


"Setelah 1 tahun berada dirumah sakit jiwa, Papahmu dijemput Paman Syamsul Bahri."


"Pamanmu meminta pada kepolisian agar diizinkan merawat Papahmu di pondok pesantren miliknya, dan menjadi penjamin bagi diri papahmu."


"Papahmu dibawa kepesantren pamanmu, disana, Papahmu menjalani perawatan dan therapi khusus."


Via diam mendengarkan semua itu, dia bingung saat itu, tak tahu harus bagaimana bersikap menerima semua kenyataan yang baru saja terungkap dan di ketahui nya itu.


"Setelah cerai, Mama sempat beberapa kali mengunjungi Papahmu di pesantren Paman Syamsul Bahri, hanya untuk melihatnya."


"Mama berharap, Paman Syamsul bisa mengobati dan Papahmu benar benar sembuh dari sakit kejiwaan nya itu."


"Kenapa Papah bisa menjadi psikopat kejam begitu ?"


Ujar Via heran.


"Entahlah nak, menurut penjelasan Paman, semua itu karena masa lalu Papahmu waktu kecil dulu."


"Dulu saat masa remaja, dia juga sempat dirawat dipesantren Paman Syamsul katanya."


"Setelah mulai dewasa dan baikkan, Papahmu mengambil pendidikan film, dan dia berhasil sukses."


Ujar Sita, Via terdiam, dia berfikir,di hati nya bertanya tanya, apa yang sudah dialami Papahnya dulu saat kecil hingga menjadi seorang psikopat dan mempunyai 4 kepribadian ganda seperti yang dijelaskan Mama nya.


"Mama mengunjungi Papahmu,tapi gak pernah berani melihatnya dari dekat, apalagi bertemu tatap muka, karena akan mengingatkan Mama atas semua perbuatan nya."


"Jadi Mama hanya melihat dari kejauhan, saat Papahmu belajar mengaji, beribadah ,bercocok tanam, serta belajar segala hal dipesantren."


"Di Pesantren itu diri Papahmu mengalami kemajuan yang sangat baik, perlahan lahan dia menemukan jati dirinya yang baru."


"Papahmu bisa mengaji, rajin beribadah, dan juga dia memiliki keahlian dalam bidang pertanian, perkebunan serta peternakan."


"Semua yang diajarkan Paman mu dipelajarinya dengan tekun, hingga Paman Syamsul Bahri memberikan nya modal untuk membuka usaha ternak ayam, membuka usaha potong ayam, dan dia berhasil menjalaninya."


"Mama senang melihat perubahan nya, berharap, gak kan ada lagi orang yang mengalami hal yang sama seperti dirinya atas perbuatan Papahmu."


"Mama berdoa, agar Papahmu bisa bahagia kedepan nya, entah dengan siapa pun."


Ujar Sita dengan meneteskan air matanya, Via pun ikut menangis haru mengetahui semua itu.


"Mama gak lagi pernah ketemu Papahmu setelah Pamanmu meninggal karena sakit jantung nya."


"Mama hanya dengar dari salah satu pendidik yang ada di pesantren ,kalo Papahmu merasa terpukul dan sedih karena meninggalnya Paman Syamsul Bahri saat itu."


"Setelah itu ,Papahmu pergi dari pesantren , gak pernah kembali lagi."


"Hingga Mama tau dari bude Intan, kalo dia mulai kembali kerja ke profesi nya yang lama sebagai sutradara, mendapat kerjaan di perusahaan film dan dipercaya oleh pemiliknya."


"Setelah itu, Mama gak pernah tau kabarnya lagi."


"Mama hanya tau kalo dia sering ngirim uang dan nanya kabar kamu, bahkan sering nemui kamu, itu juga tau nya karena kamu sendiri yang cerita ke Mama kalo tetap berkomunikasi dengan Papahmu."


"Saat Mama dengar Papahmu menikah lagi 6 tahun lebih yang lalu, Mama bahagia dan berdoa semoga dia hidup bahagia selama nya bersama istrinya."


Sita terdiam sejenak, menghentikan bicaranya, lalu menarik nafasnya berat.


"Mama kembali teringat masa lalu kelam itu saat tau dari kamu kalo Papahmu bercerai dan di usir dari rumah oleh Istrinya."


"Mama khawatir, akan terjadi sesuatu yang gak pernah Mama inginkan pada istrinya karena mereka cerai."


"Setau Via biasa aja sih Ma, Papah gak ambil pusing dengan perceraian nya, dan kayaknya mantan istrinya itu juga baik baik aja, gak ada masalah."


Ujar Via menjelaskan, Sita menghela nafas nya mendengar itu, dia sedikit lega.


"Syukurlah kalo begitu, cukup Mama saja yang alami kepahitan hidup."


Jelas Sita, Via mendengar itu memeluk erat tubuh Mamanya, memberi ketenangan pada nya.