
Di Stasiun Kereta Api Bogor - Jakarta, tepat nya di Stasiun Citayem, tampak orang orang ramai berkerumun menunggu kedatangan Kereta dari arah Bogor menuju Jakarta, Stasiun itu tampak penuh dengan orang orang yang hendak beraktifitas dan bekerja.
Di satu sudut, dekat Peron masuk ke stasiun, Tampak Randi sedang berdiri menunggu, dia mengamati seluruh orang orang yang datang dan masuk ke stasiun tersebut.
Tak berapa lama, Randi melihat Sita turun dari motor ojek, lalu melangkah memasuki Stasiun, Melihat kedatangan Sita, Randi pun bersembunyi, agar Istrinya itu tidak melihat nya, Sita bergegas ke loket, membeli tiket kereta lalu melangkah ke peron dan masuk ke dalam Stasiun, berdiri menunggu kedatangan kereta, Randi pun cepat mengikutinya, dengan menjaga jarak dengan Sita agar tidak diketahui kalau dia mengikuti istrinya itu.
Tak Lama kereta datang dari arah Bogor, berhenti di stasiun citayem itu, orang orang segera berebut naik dan masuk ke dalam kereta listrik tersebut, saling berebut dengan penumpang yang hendak turun dan naik, diantara orang orang itu, Sita juga berusaha menerobos masuk dan naik ke dalam kereta, Melihat Sita sudah masuk ke dalam kereta, Randi cepat masuk ke gerbong kereta.
Di dalam gerbong kereta, Randi berjalan menyusuri gerbong, melewati orang orang yang berdiri didalam gerbong kereta karena tidak mendapatkan tempat duduk, Randi melangkah ke arah sambungan gerbong kereta, lalu masuk ke dalam gerbong lain nya.
Di dalam gerbong itu, dia melihat Sita berdiri bersender di sudut gerbong dekat sambungan gerbong, Randi pun menghentikan langkah nya, dia berdiri di sisi lain, berjauhan dengan Sita yang tak melihat nya.
Kereta pun kemudian melanjutkan perjalanannya.
Randi mengikuti Sita yang turun di Stasiun Gondangdia, terus mengikutinya kemana pun Sita melangkah, Sita tidak menyadari jika dirinya sedang di ikuti Suaminya.
Sita tiba di suatu tempat, Randi berhenti melangkah, berdiri di balik tiang listrik yang tak jauh dari tempat itu, Dia mengamati tempat itu,Tampak Sita masuk kedalam tempat itu, Randi membaca sebuah Plang yang ada didepan tempat itu.
Plang itu bertuliskan "Vista Rasta Karaoke ".
Membaca itu Randi kernyitkan keningnya, dia berfikir, kerja apa istrinya di tempat karaoke tersebut.
Hampir setiap hari Randi menguntit dan mengikuti Sita pergi bekerja, terkadang dia menunggu Sita pulang kerja di malam hari, Randi mengawasi semua gerak gerik istrinya itu.
Suatu Malam, tampak Para pekerja di karaoke itu keluar dari tempat itu, diantara pekerja pekerja wanita itu, ada juga pekerja laki laki di situ selain pekerja wanita, Diantara mereka ada Sita yang melangkah keluar.
Seorang pemuda berlari dari arah dalam ruangan karaoke mendekati Sita dan memanggilnya.
"Zairina...Tunggu !!"
Ujar nya mendekati Sita, Sita berbalik melihat pemuda itu, Di tempat karaoke itu, Sita merubah nama aslinya dengan nama Zairina, karena memang di minta pemilik karaoke untuk mengganti nama nya agar tidak ada yang tahu nama asli nya. Randi yang mendengar nama Sita di panggil dengan sebutan zairina heran, dia kernyitkan keningnya.
Pemuda yang memanggil Sita mendekati Sita dan tersenyum menatap nya.
"Malam ini aku antar kamu pulang ya ?"
Ujar nya.
"Gak usah Zack, ngerepotin kamu."
Ujar Sita.
"Nggak kok, aku pengen tau rumah kamu, lagian kasihan liat kamu selalu pulang tengah malam begini, rawan malam malam jalan sendirian."
Ujar Zack pada Sita yang tersenyum menatap nya, Sita berusaha menolak secara halus tawaran Zack itu.
"Aku udah biasa kok, ga apa."
"Aku duluan ya."
Ujar Sita dan pamit kepada teman teman nya yang lain disitu masih menunggu jemputan mereka.
Saat Sita melangkah menjauh, Zack teriak padanya.
"Zairinaaa !! Besok aku jemput kamu di stasiun gondangdia yaaa !!"
Teriak nya, Tidak ada jawaban dari Sita yang terus melangkah menuju stasiun gondangdia, Randi mengamati sosok Zack, tampak ada kecemburuan diwajah nya melihat Zack yang mencoba mendekati istrinya itu.
Setelah Sita sudah tak terlihat dari pandangannya, Zack pun pergi dari tempat itu menuju ke parkiran, lalu naik kedalam mobil yang terparkir di situ, Sementara Randi cepat berbalik untuk mengikuti Sita kembali.
Keesokan hari nya, Sita di jemput Zack di stasiun Gondangdia, Zack cepat menghampiri Sita yang melangkah keluar dari stasiun gondangdia itu, Randi yang mengikutinya, mengamati mereka.
"Zairina !!"
Panggil Zack, melihat Zack berdiri menunggu nya,Sita menghela nafasnya, sebenarnya dia tak suka Zack menjemputnya.
"Ngapain kamu ke sini ?"
"Jemput kamu, kan dah janji !"
Ujar Zack tersenyum menatap wajah Sita yang menghela nafas menatap nya.
"Maaf Zack, kamu gak perlu begini sama aku."
Ujar sita.
"Gak apa kok, kan aku yang mau, bukan kamu yang minta."
Ujar Zack pada Sita, Randi masih mengamati mereka dari sisi lain,bersembunyi agar tidak diketahui Sita.
"Kamu duluan aja."
Sita menyuruh Zack untuk pergi, Saat Sita hendak melangkah meninggalkan Zack, langkah nya terhenti karena di halangi Zack yang berdiri didepan nya.
"Ayolah Rin, please, sekali ini aja."
Mohon Zack pada Sita yang menarik nafas nya, menatap wajah Zack yang memohon pada nya.
Zack naksir pada Sita, dia tidak tahu kalau Sita sudah menikah dan memiliki anak, karena memang saat dia mulai bekerja, identitas nya disamarkan, dan dibuat umur nya lebih muda dari kenyataan nya , serta mengaku kalau dia juga belum menikah dan belum punya anak.
Itu semua persyaratan yang diberi tahu teman nya saat menawarkan pekerjaan pada nya di tempat Karaoke itu.
"Hanya kali ini aja ya."
Ujar Sita pada Zack yang tampak senang karena Sita akhirnya bersedia untuk diantar nya.
Randi melangkah cepat mengikuti Sita dan Zack, dia tak mau kehilangan mereka, tampak ke dua nya masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan stasiun itu, Wajah Randi terlihat menampakkan raut muka marah dan kecemburuan besar melihat Sita bersama seorang laki laki. Dia menahan geram nya, mengepalkan tangannya,tatapan matanya tajam.
Di lain hari,
Randi memukul Sita dengan penuh amarah nya didalam kamar, Randi mengamuk, menarik rambut Sita, melemparkan tubuh Sita ke dinding kamar.
"Perempuan hina !! Berani berani nya kamu main gila di belakangku dengan laki laki lain !"
Randi memukul wajah Sita, Sita menjerit kesakitan, dia tak tahu maksud Randi.
"Apa maksudmu ?!"
Tanya Sita.
"Pura pura bego !!"
"Aku tau ngapain aja kamu selama ini diluar sana ! Kerjamu itu cuma nemani laki laki dan selingkuh !!"
Ujar Randi yang menendang perut Sita hingga terjerembab jatuh ke lantai kamar nya, wajah Sita tampak bengkak karena pukulan Randi, darah ada di pinggir bibir nya, Sita menangis kesakitan.
"Aku kerja Ran, kerja !"
Teriak nya menahan sakit, Randi yang sudah kalap itu menarik rambut Sita dan memaksa nya berdiri.
"Mentang mentang suamimu pengangguran, kamu bisa seenak nya main gila nyari laki laki lain yang bisa menghidupimu !!"
Teriak nya.
"Apa maksudmu !! Aku gak pernah sedikitpun ada pikiran dan niat buat selingkuh !"
"Aku benar benar kerja buat rumah tangga kita !"
Teriak Sita menangis menahan rasa sakit nya.
"Randi...tolong, percaya padaku, aku mohon, aku gak pernah bohongi kamu, aku benar benar bekerja!"
Mohon nya pada Randi yang masih kalap dan emosi ,Randi memegang kepala nya, menahan rasa sakit, lalu beberapa detik kemudian wajah nya berubah semakin bengis menatap Sita.
"Aku gak bisa membiarin kamu membodohi dan merendahkan Randi terus terusan dengan alasan alasanmu itu !!"
Teriak nya pada Sita yang heran karena Randi menyebut diri nya sebagai Roni.
"A...apa..maksudmu ?!"
Tanya nya bingung, Randi menampar nya berkali kali, membenturkan kepala Sita ke dinding kamar, Sita teriak teriak meronta ronta menahan sakit nya, diantara menahan sakit karena siksaan Randi itu, air mata Sita pun jatuh dari kedua mata nya.
"Ini akibat nya jika kamu merendahkan suami mu !!"
"Kamu kira Suamimu gak mampu ngasih kamu makan ?! Jadi kamu beralasan kerja, padahal punya rencana meninggalkan suami dan anakmu dan lari dengan laki laki itu!"
Teriak Randi ( Roni ) ,lalu mencekik leher Sita, Sita tampak berusaha melepaskan tangan Randi ( Roni ) dari lehernya, dia kesulitan bernafas.
"Siapa laki laki yang menjemputmu distasiun dan setiap malam selalu nemani kamu ,mengantarmu pulang ke stasiun ?!!"
Bentak Randi (Roni ) pada Sita yang tampak memukul tangannya ke tangan Randi agar dilepaskan Randi cekikannya.
"Aku gak ada hubungan apa apa sama dia."
"Tolong, lepaskan dulu,biar ku jelaskan."
Ujar Sita terengah engah karena susah bernafas,sebab lehernya di cekik Randi ( Roni ).
Randi ( Roni ) melepaskan cengkraman tangannya dari leher Sita, Sita pun berusaha mengatur nafas nya kembali.
"Jangan coba coba membodohi Randi, aku bisa berbuat nekat !!"
Ujar Randi ( Roni ) geram pada Sita yang menarik nafas nya, berusaha untuk menenangkan diri nya.
"Laki laki itu nama nya Zack, dia karyawan di tempat karaoke itu."
"Memang dia menyukaiku, pernah bilang kalo dia mau serius denganku,tapi aku menolak nya."
Ujarnya menjelaskan pada Randi ( Roni ) yang melotot mendengar perkataannya.
"Apa kamu bilang ?!Naksir ?"
"Gak punya otak kamu ya ! Kalo kamu gak mulai duluan menggoda nya gak mungkin dia sampe ngejar kamu !"
Ujar Randi (Reno) teriak pada Sita yang tampak ketakutan melihat wajah Randi yang berbeda dari yang selama ini dia kenal.
"Aku benar benar jujur padamu, aku juga bilang ke Zack, kalo aku sebenarnya udah menikah dan punya anak."
"Dan dia akhirnya mau memahamiku, dan gak kan membuka rahasiaku ke bos kami."
Ujar Sita, Randi (Roni) mendekati wajah Sita, dia menyeringai menatap wajah nya .
"Sekali lagi aku lihat kamu main gila dibelakang Randi, ku habisi kamu dan laki laki itu !"
Ujar Randi ( Roni ) dengan kalimat tegas pada Sita, Kepala sita di dorong oleh Randi (Roni ) hingga terbentur dinding, Sita menahan sakit.
Randi ( Roni ) lalu melangkah hendak meninggalkan Sita dikamar itu.
"Siapa Roni ?"
Ujar Sita tiba tiba pada Randi yang lantas menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Sita dengan menyeringai.
"Kamu gak perlu tau, bukan cuma dia yang akan datang ke kamu, tapi yang lain juga akan datang dan buat perhitungan denganmu jika kamu berani merendahkan Randi dengan berselingkuh!"
Ujar Roni (Randi ) lalu membuka pintu kamar meninggalkan Sita yang terhenyak mendengar ucapannya itu.
Di Suatu hari, di rumahnya, Sita duduk menangis, dihadapannya, Jumirah,orang tua nya menatap nya iba.
"Sebaiknya kamu cari kost di dekat tempat kerjamu, biar gak terus ketemu dan ribut dengan Randi dirumah ini."
Ujar Jumirah, Sita menarik nafas berat, wajahnya tampak bingung, dia gak tahu harus bagaimana.
"Randi pasti akan tau dan mendatangi tempat kost ku Ma, selama ini dia mengikuti dan mengawasi aku kerja, dia tau semua apa yang aku lakukan di tempat kerja."
"Dia salah paham denganku, biar aku kerja di tempat itu, tapi aku masih bisa menjaga kehormatanku sebagai istri dan seorang ibu."
"Aku gak segila yang dipikirkannya, Aku cuma kerja sesuai dengan tugasku sebagai waitress dan pemandu musik, tidak lain."
"Memang di tempat Karaoke itu ada gadis gadis yang kerja sambilan menerima bokingan laki laki, kasarnya jual diri, tapi itu gak diwajibkan, kami boleh menolak ajakan tamu jika memang gak mau mengambil kerja sambilan ."
"Aku kerja murni buat bantu suami, untuk rumah tangga kami, buat anakku Via, kalo aku menerima tawaran tamu, sama saja aku melacurkan diri, dan bukan itu yang aku mau saat menerima pekerjaan itu."
Ujar Sita dengan menangis sedih, Jumirah memahami niat baik anak nya itu, namun karena kecemburuan yang membabi buta Randi akhirnya rumah tangga mereka pun berantakan.
"Randi salah paham denganmu."
Ujar Jumirah.
"Aku udah coba menjelaskan berkali kali padanya,tapi dia gak mau tau Ma, tetap marah bahkan terus terusan memukulku."
"Bukan pernikahan seperti ini yang ku inginkan Ma, buat apa aku mati matian kerja membantu beban suami, tapi malah mendapat siksaan terus ?!"
"Aku gak kuat menahan semua ini Ma."
Ujar Sita menangis tersedu sedu, Jumirah memeluk tubuh Sita, menenangkan dirinya.
"Sudah, kamu yang sabar ya."
Ujarnya pada Sita yang lantas melepaskan pelukan ibu nya, dia menghapus air mata di pipinya, menatap ibunya.
"Aku akan menggugat cerai Randi Ma, karena dia udah diluar batas memperlakukanku sebagai istri."
Ujarnya.
"Kamu sudah pikirkan baik baik apa resikonya kalo kalian cerai ? Bagaimana dengan Via ?"
Ujar Jumirah pada Sita, Sita menarik nafas nya berat, menatap lekat kepada wajah ibu nya.
"Sudah ku pikirkan Ma,Aku sudah gak mengenal lagi suamiku, setiap dia marah dan mengamuk, yang aku liat sosok orang lain ,bukan Randi suamiku."
Ujarnya pada Ibunya yang heran mendengar itu, Jumirah menatap wajah Sita.
"Maksudmu?"
"Setiap kali Randi mengamuk dan menyiksaku, sikap dan suara nya berubah ubah dan berbeda Ma, gerak geriknya, semua, dan itu bukan Randi."
"Aku takut Ma, takut melihat nya."
Ujar Sita, mendengar itu Jumirah menghela nafasnya, dia memahami posisi anak nya itu.
Randi tampak mengamuk menyobek kertas surat dari pengadilan Agama yang memanggilnya untuk Sidang.
"Sitaaaaaa !!!"
"Ini rupa nya rencanamu, setelah melecehkan dan merendahkanku dengan alasan bekerja, kamu mau membuang dan mencampakkan ku begitu saja !"
Teriak Randi dalam ruangan itu, di dapur Jumirah tampak menggendong Via , Dia mendekati Sita yang sedang bersembunyi di dapur itu, menariknya untuk mengajak nya pergi keluar dari rumah itu, tak ingin melihat Randi yang mengamuk itu.
"Aku bukan sampah Sitaa !! Aku bukan ****** yang bisa seenaknya kami buang dan campakkan setelah apa yang kuberikan padamu !!"
"Kamu pikir aku akan membiarkan kita cerai ?!!"
"Kamu pikir kamu bisa seenaknya bersama laki laki itu !! Akan ku habisi dia !!"
Teriak Randi mengamuk, suara nya yang teriak keras melengking itu terdengar hingga keluar rumah, Sita dan Jumirah dengan jelas mendengar semua ucapan Randi yang keras itu, sementara Via anak nya hanya diam dalam dekapan Jumirah, neneknya ,tidak tahu apa apa. Air mata Sita mengalir di kedua pipinya.