Girl Who Are You?

Girl Who Are You?
Masih Beristirahat



"Apa Pak Ariel sudah kembali?" Arga bertanya pada Riska, ia akan memberikan beberapa berkas yang sebelumnya sudah ia periksa.


Sedangkan Riska, gadis itu sedang memperbaiki riasannya setelah beristirahat.


Masih lima menit lagi sebelum jam istirahat berakhir.


Riska terdiam, ia sendiri belum memeriksa ke dalam ruangan bosnya itu. Ia lalu menghentikan aktifitasnya. "Belum saya cek, Pak. Tapi selama saya tadi ke sini belum melihat Pak Ariel." jawabnya.


"Ya sudah kalau begitu!" Arga lalu berjalan ke arah ruangan Ariel.


Namun beberapa saat ia menunggu tidak ada sahutan dari dalam, padahal ia cukup keras mengetuk pintu.


Akhirnya Arga memutuskan untuk masuk, saat pertama kali ia membuka pintu tampak ruangan itu kosong tidak berpenghuni.


Ia memutuskan untuk menaruh berkas yang ia bawa di meja Ariel saja, tapi saat berkas itu baru saja ia letakkan di atas meja samar-samar ia mendengar suara.


Indra pendengarannya seketika terfokus pada suara itu, dan semakin lama suara itu rasanya membuat bulu kuduknya merinding saat ia menyadari situasi apa sekarang ini.


"CK, apa mereka tidak ada tempat lain untuk melakukannya!" Arga berdecak, kemudian memutuskan untuk pergi dari sana.


"Pak Ariel nya ada?" Rupanya Riska menyusul Arga masuk ke dalam ruangan Ariel, ia juga akan menyerahkan hasil pekerjaannya.


Arga yang melihat itu, lalu mengambil berkas yang ada di tangan Riska. "Pak Ariel masih beristirahat." Ia menggiring gadis itu untuk segera pergi dari sana.


Arga menutup rapat-rapat pintu ruangan bos nya, jangan sampai apa yang di dengarnya di dengar orang lain juga.


Saat beberapa langkah ia akan kembali ke ruangannya, ia lalu mengurungkannya. Ia menoleh ke arah Riska yang hampir duduk di kursi. "Nanti jika ada yang mencari Pak Ariel, bilang saja beliau tidak ingin di ganggu. Sampai nanti ada konfirmasi dari Pa Ariel sendiri."


"Hm ...!" Riska menatap orang kepercayaan bos nya itu dengan raut wajah heran, tapi pria itu meninggalkan nya begitu saja setelah mengucapkan itu. "Apa Pak Ariel sangat kelelahan sampai ketiduran di kantor?"


*


*


Wajah lelah Delia tampak begitu ketara, namun itu tidak menyurutkan hasratnya. Setelah Ariel berhasil memancing gairah dalam dirinya.


"Akh ..." Delia menggeliat tidak karuan ketika suaminya memacu di atasnya dengan menggebu.


Meskipun rasa panas mulai terasa di area intinya, tapi tak menghilangkan rasa nikmat yang lebih mendominasi.


Sedangkan suaminya, lihatlah dia bahkan seperti bayi besar yang sudah beberapa jam tidak menemukan asi.


Dua bulatan itu menjadi permainan mulutnya, menjilat dan menghisapnya sesuka hati. Bahkan di saat gemas ia akan sedikit menggigitnya di puncak bulatan yang mengeras sejak tadi.


Membuat sang empunya semakin merintih.


Hingga beberapa saat, Ariel semakin tak terkendali begitu merasakan miliknya di bawah sana di remas dengan kuat pusat inti istrinya. Yang menandakan Delia akan mencapai puncak batas permainan mereka siang itu.


Hingga membuatnya memacu lebih cepat dari yang sebelumnya, sebelum ia sendiri mecapai pelepasan di sesi percintaan mereka yang kedua.


"Arghhhh." Ariel membenamkan miliknya dengan kuat dan dalam, ketika ia tak lagi mampu menahan pertahanannya. Dan suatu semburan hangat dari miliknya mengalir deras di dalam sana.


...****************...


...Ariel nggak tau tempat, di kantor main nambah aja 🫣...