
Di rumah besar pagi itu beberapa pekerja sudah di sibukkan oleh ibu negara, siapa lagi kalau bukan Rima.
Rima begitu antusias menyambut kepulangan menantunya dari rumah sakit, ia menyiapkan pesta kecil untuk merayakannya.
Bastian yang baru keluar dari kamarnya melihat semuanya sudah hampir rampung, dan itu semua berkat kerja keras istrinya.
Pria yang sudah tidak muda lagi itu tampak mengenakan pakaian olahraga, sepertinya ia akan memulai aktivitas pagi ini dengan berolahraga.
"Mami tidak ikut?" Ia menghampiri istrinya.
Rima menjeda kegiatannya, lalu menoleh ke arah suaminya. "Mami hari ini libur dulu Pi, takut nggak keburu." Ia yang bisanya berlari pagi di sekitar rumahnya.
"Baiklah kalau begitu, Papi pergi dulu."
"Iya Pi."
Kemudian Rima melanjutkan kegiatannya kembali.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi semuanya sudah selesai, Rima dan Bastian pun sudah rapi.
Kemudian tidak lama, para sahabat Ariel dan istrinya sudah berdatangan.
Mereka di undang Ariel sekalian untuk berkumpul bersama, meskipun hari hari ini bukan hari libur namun mereka tetap menyempatkan untuk datang. Tetapi hanya Raka yang tidak bisa datang, karena ia tidak bisa seperti yang lainnya yang bisa cuti seenaknya.
"Terima kasih kalian sudah mau datang." Rima menyambut kedatangan mereka.
Mereka lalu bersiap, setelah mendapatkan informasi kalau mobil mereka sudah di depan gerbang.
*
*
"Selamat datang di rumah." Semua orang berteriak begitu pintu benar-benar terbuka.
Yang ternyata semua orang tengah berkumpul, termasuk para sahabat suaminya.
Hingga di detik berikutnya, airmata meluncur begitu saja dari matanya. Ia tidak dapat membendung rasa bahagia yang membuncah dalam hatinya.
"Oh sayang!" Rima segera berhambur memeluk Delia, tapi malah membuat tangis menantunya itu semakin sesenggukan. "Jangan menangis, seharusnya hari ini kita bahagia karena kamu sudah sembuh."
Semua yang melihat adegan itu ikut merasakan haru.
"Selama ini Delia cuma berdoa semoga hidup yang Delia jalani akan baik-baik saja setelah di tinggal kedua orang tua, namun Tuhan memberikan lebih dari apa yang di minta Delia." ujar Delia di tengah-tengah tangisnya. "Delia di berikan keluarga lagi."
"Itu karena kamu anak yang baik, makannya Tuhan sayang sama kamu." Rima memberikan jarak, hingga bisa melihat wajah Delia yang di penuhi air mata.
"Sekarang kamu sudah mempunyai keluarga dan banyak di kelilingi oleh orang yang sayang sama kamu jadi jangan merasa sendiri." Rima mengusap air mata menantunya.
"Tante Delia jangan sedih lagi." Alma yang hari itu juga ikut hadir, ia memberikan sebuket bunga cantik pada Delia. "Alma juga sayang Tante." Ia lalu memberi kecupan pada pipi perempuan itu, hingga membuat Delia tersenyum.
"Terimakasih sayang, Tante juga sayang Alma." sahut Delia.
"Selamat datang kembali ke rumah Nak." Bastian yang juga memeluk Delia sekilas.
"Terimakasih Pi."
"Ya sudah, kalau begitu kita sekarang mulai makannya ya." Rima kemudian menggiring semuanya di meja makan.
Di atas meja sudah tersedia dengan berbagai macam hidangan yang menggugah selera, juga beberapa jenis minuman.
"Ayo silahkan di makan, jangan sungkan sungkan." Rima mempersilahkan.
"Terima kasih Tante." jawab para sahabat Ariel.
Di momen itulah canda tawa terdengar di meja makan, kebersamaan itu seakan menyambut awal yang baru kehidupan bahagia Delia selanjutnya.
...----------------...