Ghost In Kos

Ghost In Kos
Sebuah Gelang



Jarum jam sudah menunjukkan pukul  lima lewat tiga puluh menit pertanda sebentar lagi pemilik kosan pulang dari kesibukan kerjanya. Adit dan indah telah selesai merapikan kamarnya, dan setelah mereka mengistirahatkan badannya suara ketukan pintu terdengar.


[Tok.. Tok.. Tok..]


"Siapa itu?" Sahut indah dengan melihat ke arah pintu lalu menoleh ke Adit.


"Entahlah, mungkin bapak kos dan ibu kos". Jawab Adit dengan meregangkan badannya.


[Tok,Tok,Tok]


Suara ketukan itu terdengar lagi, dengan ketukan lebih cepat dari sebelumnya, dan terdengar suara seorang perempuan memanggil nama Adit dari balik pintu itu.


"Adit..?, Apa kamu ada di dalam?"


"Iya!? Tunggu sebentar" jawab Adit dengan melangkah ke pintu.


Ternyata itu dari Ica yang mengetuk pintu dan memanggil Adit. Entah apa yang terjadi tapi Ica ingin menyampaikan sesuatu.


"Adit! Kata ibu Julia kalau hari ini mereka tidak bisa pulang karena ada kerjaan mendadak di luar kota. Aku di suruh menyampaikannya kepadamu, karena cuman kamu penghuni kos yang tidak memiliki handphone"


"Tadinya hari ini aku ingin membelinya tapi karena sudah banyak hal yang terjadi pagi ini jadi aku lupa"


"Tapi Ica, sampai kapan mereka berada di luar kota?" Lanjut perkataan Adit.


"Aku juga kurang tahu, karena mereka tidak mengatakan apapun soal itu, mereka hanya menitip pesan untuk mu, katanya nanti kita bicarakan" jawab Ica dengan menengok ke arah dalam kamar Adit.


Melihat Ica seperti itu Adit menoleh ke arah belakangnya dan melihat indah tersenyum dengan melambaikan tangannya secara perlahan.


"Ada apa? Apa yang kau lihat?" Tanya Adit.


"Tidak!, Aku tidak melihat apa-apa, aku hanya merasakan aurah yang agak aneh dan tidak stabil dari salam kamarmu. Sama seperti saat kita pertama kali datang ke sini."jawabnya


"Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja kok."


"Baiklah kalau seperti itu yang kamu bilang, aku kembali dulu ke kamarku, sebentar malam aku ingin keluar cari makan bersama Nadin, apa kamu mau ikut?"


"Iya aku juga ikut, jangan lupa ajak Adi juga" kata Adit dengan senyumnya.


"Kalau kau mau, kami akan menemanimu sekalian untuk membeli handphon"


"Kalau begitu terimakasih" ucap Adit dengan senyumnya.


"Baiklah sampe jumpa jam tujuh nanti"kata Ica dengan melangkahkan kakinya menjauh dari kamar Adit. Dan Adit hanya tersenyum, melihat Ica telah menghilang dari pandangannya Adit kembali masuk ke kamarnya.


Setelah kembalinya Ica, lagi-lagi Adit meregangkan badannya dan melompat ke atas tempat tidur dengan posisi mengtengkurapkan badannya.


"Jey! Itu tempatku Jagan kau tidur di sana" dengan sedikit marah kepada Adit, indah mengatakan itu.


"Iya,iya, aku tahu aku hanya meregangkan otot-otot ku."


"Minggir sana! Aku juga mau meregangkan otot-ototku"


Setelah indah mengatakan itu Adit pun menyingkir dari tempat itu berpindah ke lantai dan berbaring di atasnya. Setelah Adit berpindah,indah langsung melompat ke atas tempat tidur dan memposisikan badannya.


"Oh iya!?, Kenapa kau tersenyum ke arah Ica dan melambai barusan?, Apa dia bisa melihatmu?" Percakapan di awali dengan pertanyaan Adit.


"Entahlah, aku tidak tahu, aku hanya melakukannya karena dia melihat ke arahku." Jawab Inda


"Aku pikir Ica bisa melihat mu?"


"Bukan, dia bukan pacarku, kami hanya kebetulan bertemu saat di atas bis menuju ke sini"


"Jadi kalian baru kenal?"


"Bisa di bilang seperti itu, tapi ternya kamu juga satu kampung halaman."


"Oh seperti itu yah?" Dengan mengatakan itu Ica menganggukkan kepalanya merasa dia paham dengan situasinya.


"On iya indah, aku tadi menemukan sebuah gelang di bawah lemari itu, apa ini punyamu?" Adit langsung mperlihatkan gelang tersebut.


Setelah indah melihatnya, indah merasakan emosi yang bercampur aduk. Marah,sedih,senang,semua itu tercampur aduk dalam dirinya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


Beberapa detik melihat gelang yang di pegang Adit itu indah kemudian tersadar dan merebut gelang itu dari tangan Adit. "Jangan sentuh galng ini dan jangan perna"


Dengan senyum yang terheran-heran melihat indah. Adit hany bisaa pasrah dengan nasibnya.


"Jam tujuh nanti aku dan teman-teman ku yang lain akan keluar, aku ada urusan." Dengan membangunkan badannya dan melangkah menuju toilet untuk membersihkan badannya.


"Kau mau kemana? Jadi aku akan sendiri lagi?" Tanya indah dengan raut wajah yang sedih melihat gelang yang di peganginya lalu melirik sebentar ke arah Adit yang masuk ke dalam toilet.


"Bukannya selama ini kau sudah tinggal di kamar ini sendiri?" Ucap Adit dari dalam toilet.


Perkataan dari Adit itu tidak lagi di responnya dan seketika suasana dalam seisi kamar itu hening. Mengetahui suasana ruangan itu jadi tenang, Adit bertanya tanya di pikirannya apa yang terjadi dengannya.tapi Adit menghiraukannya dan melanjutkan mandinya.


Setelah beberapa lama Adit telah selesai,  karena penasaran apa yang terjadi Adit membuka pintu toiletnya secara perlahan dan mengeluarkan sedikit kepalanya untuk melihat apa yang terjadi dengan indah.


Ternyata Adit melihat sedang tertidur memegangi gelangnya dengan memeluk bantalnya. Melihat itu Adit dengan segera mengeluarkan seluruh badannya dari dalam toilet dengan handuk mengalungi lehernya.


"Pantas saja jadi tenang ternyata dia tertidur toh?." Melihatnya tertidur Adit langsung menyelimuti badan indah yang terbuka.


"Ternyata dia manis juga kalau sedang tidur yah? Padahal kelakuannya tidak bisa di tebak apa lagi dengan emosinya yang berubah ubah dengan cepat" ucap Adit setelah menyelimuti indah.


"Apa dia kelelahan? Bukannya hantu tidak bisa merasakan itu yah? Entahlah tapi ini membuat suasana menjadi tenang" ucap Adit dengan sedikit tersenyum.


Kurang dari lima menit jam tujuh, Adit keluar dari kamarnya dan mengintip dari atas melihat Ica dan yang lainnya telah berkumpul. Setelah menyapa mereka dari atas balkon Adit menutup pintu kamarnya dan sejenak melihat indah yang sedang tertidur.


"Mungkin pulang nanti aku akan membelikannya martabak" Adit mengatakan itu dengan menutup pintunya secara perlahan dan menguncinya.


Melihat Adit sedang berjalan menuruni tangga bawah, Adi langsung menyapanya dan manyakan tujuan mereka. "Jadi, pertama kita akan kemana?"


Mendengar pertanyaan Adi, Adit langsung meresponnya dan menjawab. "Mungkin kita akan makan dulu soalnya aku belum makan"


"Apa kalian semua sudah makan?" Adit melanjutkan perkataannya.


"A..a..aku juga belum makan" jawab Nadin dengan ragu dan malu.


Ica melihat Nadin dan menegurnya untuk bersikap seperti biasa saja, karena mereka ini adalah temannya.


"Baiklah kalau begitu kita makan dulu setelah makan baru kita akan memikirkan tujuan selanjutnya" ucap Adi dengan semangat.


"Jadi malam ini kita mau makan apa?" Kata Adit bertanya kepada mereka.


"Jadi aku menemukan tempat, namnya nasi goreng hantu kita akan makan di sana malam ini."  Dengan tersenyum Ica mengatakan itu.


"Masi goreng hantu?" Mereka bertiga dengan bersamaan merespon perkataan ica, tentu saja dengan cara mereka masing masing.


Adi dengan respon yang berlebihan, Nadin dengan terbata bata dan takut sementara itu Adit hanya tersenyum cemas setelah mengatakan itu.