Ghost In Kos

Ghost In Kos
Mengalahkan Indah-nya kelap-Kelip Lampu Di Kota



Di sore hari di halaman kos waktu menunjukan hampir pukul 5 sore. Di saat yang bersamaan saat Adit mulai berada di tanggah bawah terdengar suara Ica dari luar pagar kos yang menyapa mereka semua sembari memasuki halaman kos.


Ica kerasa keheranan dengan senyumnya melihat mereka berkumpul di halaman saat sore hari, menurut Ica hal yang tidak pernah mereka lakukan selama hampir seminggu ini.. Adi yang menanggapi perkataan Ica dengan mengatakan kalau saja Adi melatih fisiknya untuk nanti mengikuti lomba di festival olahraga begitu pula dengan Nadin yang melatih fisiknya dengan menyapu dan membersih kan halaman kos mereka.


Ica tertawa mendengar perkataan mereka berdua dan mengatakan kalau saja penyelenggaraan festival itu masih beberapa bulan lagi. Merespon 0wriataan Ica, Adi dengan semangatnya mengatakan kalau saja dia hanya ingin mempersiapkan dirinya di jauh-jauh hari sebelum festival di mulai Ica yang mendengar perkataan Adi tidak menyangkalnya dan menganggapnya itu hal wajar.


Adit yang berjalan ke arah mereka pun bertanya tentang Ica yang telat pulang. Tatatp ragu yang terlihat di wajah ketiganya saat Adit menanyakan itu kepada Ica. Tersenyum menanggapinya Ica mengatakan kalau dia bergabung menjadi anggota OSIS bersama Tika, Adel dan Vian. Maka dari pada itu Ica sering pulang tidak bersama mereka. Ica  mengatakan itu juga untuk menutupi kejadian yang sebelumnya terjadi. Saat di sekolah.


Ica juga memberitahukan kepada mereka kalau OSIS sekolah sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Festival sekolah yang akan di selenggarakan nantinya.


Entah dari mana setelah mendengar kata-kata persiapan dari Ica, Adi mengajak mereka pergi ke pusat kota untuk menemaninya membeli peralatan untuk meningkatkan massa ototnya seperti dumbbell dan yang lainnya.


Mendengar kata-kata ke pusat kota Nadin langsung menatap malu ke arah Adit dan berharap bisa pergi lagi ke sana dan menikmati wahana permainan yang dulu batal mereka coba. Indah yang juga mendengar usulan Adi sangat senang sehingga tidak sadar sampai mendorong Adit  ke arah Nadin.


Adit meminta maaf karena Indah yang mendorongnya sehingga mengenai Nadin, tapi Nadin tidak masalah dengan itu dia hanya merasa malu karena Adit terlalu dekat dengannya.


Ica sangat setuju dengan usulan Adi, karena Ica berfikir kalau besok adalah hari libur mereka bisa bersenang-senang ke esokan harinya. Ica juga sempat berpikir untuk sedikit merombak tempat kos mereka dan itu sudah Ica tanyakan kepada Pak Roni dan Bu Julia sebelumnya beberapa hari yang lalu.


Pak Roni dan Bu Julia menyetujuinya dan mengirim kan sejumlah uang untuk membeli apa saja yang mereka butuhkan.


Mereka sangat senang dan segera Ica, Adi dan Nadin kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian mereka sedangkan Adit dan Rian menunggu mereka bersiap.


Adit bertanya kepada Rian kenapa dia juga tidak ikut bersiap seperti yang lainnya. Rian hanya terdiam bermain bersama Keluak. Bukannya tidak ingin menjawab pertanyaan dari Adit tapi Rian masih belum terbiasa dengan melihat Indah yang berada di sisi Adit.


Tanpa ada jawaban dari Rian, Adit hanya tersenyum canggung menanggapi sikap Rian yang dingin kepadanya.


Mereka pun berangkat setelah semuanya siap tidak lupa juga Ica mengabari Tik jika dia bersama yang lainnya pergi ke pusat kota.


Jam 7 malam, suasana di tengah kita yang di hiasi cahaya  lampu-lampu jalan dan gedung yang memperindah suasana kota pada saat itu. Mata Adit terbuka lebar san berbinar-binar melihat suasana kota di malam hari yang bermandikan cahaya lampu kelap-kelip berwarna-warni.


Tidak jauh beda dengan Adit, indah pun sama dengan Adit yang tampak kagum dengan keindahan kota di malam hari yang di penuhi cahaya. Rian yang melirik ke arah Indah sangat terkejut melihat ekspresi Indah yang berbeda jauh dari biasanya dan tampak manis dengan mata yang berbinar senyum yang menawan dan kulit pucat yang disinari oleh cahaya lampu yang membuat dirinya tampak indah dan manis dengan senyuman lebarnya itu.


Hal itu membuat Rian mengubah sudut pandangnya mengenai Indah yang di benaknya selalu tampak menyeramkan. Di dalam kekagumannya itu terdengar kata-kata keluar dari mulutnya memuji keindahan Sesosok gadis hantu bernama Indah.


Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Rian membuat Adit dan yang lainnya terheran dan melihat ke arah Rian yang masih mengagumi indahnya Indah yang juga terpesona dengan keindahan kota di malam itu.


Adi menegur Rian yang masi saya terdiam, membuat mereka penasaran dan hanya Adit seorang dari merek yang bisa melihat apa yang di lihat Rian dan tanpa sadar Adit juga mengatakan hal yang sama dengan apa yang di katakan Rian sebelumnya. Seolah-olah mereka berdua seperti sedang terhipnotis melihat kecantikan Indah.


Sebelum Ica menyadarkan mereka berdua, Adit dan Rian tersadar lebih dulu mendengar suara dering handphone dari Ica yang berbunyi. Panggilan itu berasal dari Tika yang akan segera menuul mereka ke kota setelah pekerjaannya membantu di warung selesai.


Setelah menutup telfonnya Ica langsung menanyakan apa yang terjadi kepada mereka berdua dan dengan tampang yang malu-malu Adit dan Rian menjawab itu bukan apa-apa.


Berjalan menuju pusat perbelanjaan di kota Adit Masi saja mengagumi ke indahan kita pada malam hari dengan melihat kesana kemari memperhatikan setiap sudut kota. Melihat kelakuan Adit membuat Nadin merasa senang dan seperti menahan tawanya karena Adit terlihat lucu dengan ekspresinya itu.


Mereka sampai di tempat janjian mereka bertemu dengan Tika. Saat mereka menunggu. Seseorang dari kejauhan tampak kesal melihat mereka terutama Adit yang tampak menikmati suasana kota pada malam itu.


Itu adalah Coki yang akan pergi ke hotel milik ayahnya, tapi dari kejauhan di sebrang jalan Coki melihat Adit dan teman-temannya berada di kota. Itu membuat Coki sangat kesal karena harus melihat dan menganggap senyuman Adit itu adalah senyuman bodoh yang sangat membuatnya kesal.


"Arggg! Kenapa anak-anak kampungan itu berada di sini,? Aku sudah mulai melihat mereka di sekolah dan sekarang mereka berada di sini merusak suasana hatiku. Di tambah lagi dengan apa yang mereka perbuat tadi di sekolah bersama anak sok pahlawan itu!"


Coki yang sangat kesal melihat mereka, di datangi oleh Johan yang membuat Coki semakin kesal dengan mengatakan kalau mereka seperti Adit dan teman-temannya.


Coki tambah kesal dengan perkataan Johan dan langsung membentak dan pergi meninggalkan tempat itu menuju ke hotel ayahnya meninggalkan Johan yang masi bingung.


"Kena0a dia marah? … Eh bos tunggu aku!"