Ghost In Kos

Ghost In Kos
Kekhawatiran



Di tengah-tengah perbincangan Adit dan Bang Ari, hantu dari pak Ramli menghampiri mereka dan memberikan sedikit saran kepada Adit.


"Jika Indah ingin bisa menampakkan dirinya, langkah pertama Dia harus bisa berpikir bahwa dia ingin di lihat oleh orang lain. Seperti layaknya kamu menginzin seseorang untuk masuk ke dalam rumahmu, simpelnya seperti itu."


"Jadi dia harus membuat orang lain mendapatkan 8In darinya?"


"Ya, mungkin seperti itulah kira-kira."


Setelah perbincangan singkat mereka Adit kembali berkumpul dengan yang lainnya dan menikmati nasi goreng mereka.


Sesampainya di kos, mereka berpamitan dan menuju ke kamar masing-masing, begitu pula dengan Adit yang membawa bungkusan nasi goreng yang telah di janjikan untuk Indah. Tidak lupa Adit menyampaikan kepada Nadin rasa terimakasihnya atas pengalaman pertamanya saat berada di pusat kota dan menambahkan akan mengantarkan Keluak pulang nanti.


Saat memasuki kamarnya Adit melihat Indah yang tertidur menyenderkan kepalanya di atas kasur sementara Indah sedang duduk di lantai dengan Keluak yang berada di pangkuannya.


Memindahkan Keluak dari atas paha Indah dan memindahkan Indah untukberbaring di atas kasur, meletakkan bungkusan nasi goreng itu, Adit menggendong Keluak yang masih tertidur dan membawanya kembali ke kamar Nadin seperti yang telah di katakannya.


[Tok! Tok! Tok!]


Suara pintu kamar Nadin.


"Apa kamu sudah tidur?"


Mendengar suara Adit yang datang, Tampak senang tergambar di wajah Nadin, dengan segera Nadin beranjak dari kasurnya untuk menemui Adit.


"Maafkan aku karena Keluak senang bermain bersama Indah."


"Ti-ti-tidak apa-apa, a-aku senang jika Keluak bi-nisa menemaninya saat sendiri."


Adit hanya tersenyum dengan polos dan berkata kepada Nadin, "terimakasih atas perhatiannya, lain waktu apakah kamu mau menemaniku untuk mencoba wahana permainan itu?"


Nadin sangat sengat mendengar ajakan Adit, hanya dengan tersenyum dan mengangguk Nadinemuutukiimya. Adit membalas senyum Nadin dengan sangat senang.


Setelah Nadin masuk bersama Keluak yang di gendongnya, Adit segera kembali ke kamarnya tapi langkahnya di tahan oleh suara dari arah kamar Nadin yang memanggilnya. Sempat merinding dibuatnya Adit berbalik perlahan-lahan dan ternyata itu suara dari nenek Nadin yang memanggilnya.


Menghela nafas Adit sangat legah dari rasa takutnya setelah melihat Nenek Nadin yang tersenyum ramah.


"Terimakasih telah membuat Nadin tersenyum hari ini."


"Aku yang harusnya berterimakasih kepada Nadin, Nek," jawab Adit dengan senyum sungkan.


"Nenek sangat senang melihat Nadin yang kembali senyum seperti dulu."


"Aku juga berharap Nadin bisa seperti itu seterusnya."


Nenek ingin meminta tolong untuk menjaga Nadin kedepannya."


"Tidak perlu khawatir, Nek! Aku dan yang lainnya akan selalu mbuat Nadin ceria seperti dulu  yang selalu Nenek inginkan," dengan senyum percaya diri, Adit mengatakannya dengan lantang.


"Nenek sangat senang mendengar itu darimu."


Mendengar perkataan dari Nenek Nadin, Adit tersenyum dan berjanji akan selalu bersama Nadin selama 3 tahun ke depan.


Setelah perbincangan  kecil mereka usai, Adit dengan lelah kembali ke kamarnya untuk merebahkan badannya yang lelah itu.


Melihat bungkusan yang berada di sana, Indah dengan 0enasaranbukamya dan dia sangat bahagia melihat apa iai di dalam bungkusan itu.


Itu adalah bungkusan yang berisi nasi goreng untuk Indah yang sudah di janjikan Adit sebelumnya. Indah memakannya dengan bahagia setelah selesai Indah kembali tidur dengan raut wajah bahagia.


Ke esokan harinya di kelas Adit, setelah beberapa hari tidak masuk sekolah, Coki dengan traumanya melihat Adit yang baru memasuki kelas.


Terkejut melihat Coki yang sudah kembali bersekolah mencoba menyapa dan bersikap baik kepadanya.


*Hai? Kau sudah kembali bersekolah?"


Dengan muka paniknya Coki mengatakan, "jangan sok akrab berbicara denganku!"


Seluruh tatapan murid langsungemgarah kepada mereka berdua. Adit hanya tersenyum canggung sembari mengangkat 1 tangannya seraya menyapa Coki.


"Dengarkan Aku teman-teman, jangan ada yang mau berteman dengan orang ini! Dia memiliki peliharaan Jin yang selalu berada di dekatnya!"


Selain dari Nadin, Adi dan Rian yang juga berada di ruang itu terkejut sembari berbisik bertanya-tanya. Adit yang mendengarnya juga Masi dalam sikap yang sama dengan senyumnya itu.


Adit sangat bersyukur dengan tidak membawa Indah saat itu. Jika Indah mendengar perkataan Coki barusan, itu sudah jelas akanbuatnya murka dan akan menghancurkan seisi ruang kelas itu.


Adi dengan bersikap ramah mengatakan untuk tidak berbicara seperti itu kepada Adit. Coki membantah perkataan Adi dan tetap memprovokasi murid-murid yang berada di ruang kelas.


Nadin mencoba untuk menenangkan se isi kelas dan membantah apa yang telah di katakan Coki. Sebelum keributan terjadi Prita memasuki kelas san menenangkan murid-murid yang terlihat mulai terprovokasi dengan perkataan Coki.


Setelah semua kembali dengan tenang dan duduk di tempat masing-masing, Prita menyampaikan kepada Adit untuk menemui Kepala sekolah seusai kelas berakhir. Terlihat raut wajah Adit yang tidak nyaman dari perkataan Prita tapi berbeda dengan Coki yang tersenyum jahat kepada Adit.


"Tunggu saja, setelah ini kau akan di keluarkan dari sekolah ini," ketua Coki di dalam hatinya.


Saat pelajaran berlangsung Adit tampak tidak nyaman memikirkan apa yang akan terjadi, melihat temannya gelisah seperti itu Adi berbisik untuk menenangkannya, walaupun Adi sendiri tidak mengetahui kenapa Adit di panggil ke ruang Kepala sekolah.


Pelajaran telah selesai, Prita kembali mengingatkan Adit untuk segera ke ruang Kepala sekolah sebelum pelajaran berikutnya di mulai.


Nadin dan Adi menawarkan dirinya untuk ikut bersama Adit rapi Adit menolaknya dengan senyuman dan mengatakan kalau akan baik-baik saja


Dengan bertanya-tanya di dalam hatinya Adit berusaha menenangkan dirinya yang sedikit ketakutan


"Permisi?" Ucap Adit memasuki ruang Pak Kepala sekolah, dan melihatnya sedang berbincang dengan seseorang di sana.


Dengan ramah Pak Kepsek menyuruh Adit untuk masuk dan memperkenala pria yang ada di hadapannya itu sebagai Ayah dari Coki. Adit sangat terkejut mendengar pria yang memakai setelan rapi itu adalah Ayah Coki.


Mengetahui itu ayah dari Coki, Adi langsung menghampirinya dan meminta maaf atas apa yang terjadi kepada Coki.


"Aku minta maaf atas apa yang telah terjadi kepada Coki beberapa hari yang lalu," ucap Adit merasa bersalah.


"Itu tidak perlu, walaupun anak itu memintaku untuk mengeluarkanmu dari sekolah ini?" Ucap Ayah Coki tertawa kecil.


"Aku minta maaf atas kejadian itu, tapi aku mohon jangan keluarkan Aku dari sekolah ini, aku bersedia melakukan apapun untuk itu!" Ucap Adit memohon.


"Hahahaha… kau tidak perlu melakukan itu, aku sudah mendengar apa yang terjadi dari Pak Kepala sekolah, jadi kau tidak perlu khawatir soal itu."


Mendengar perkataan dari Ayah Coki yang tidak mempermasalahkannya, membuat Adit sedikit tenang menghela napas.