
Setelah di putuskan tujuan mereka keana, mereka berempat bergegas ke tempat tujuan, mereka hanya berjalan kaki melewati trotoar jalan karena jarak tujuan mereka dari tempat awal lumayan dekat.
Ica memberi tahukan kalau tempatnya sebentar lagi sampe dengan menunjuk ke arah belokan di depan mereka. "Setelah belokan ini tujuan kita audah dekat" ucapnya dengan senyum.
Benar saja setelah mereka berbelok tujuan mereka telah terlihat. Dengan gerobak di pinggir jalan dan tenda sebagai atapnya,dan tirai yang menutup yang menghalau meja meja dan bangku sehingga tidak tampak dari luar.
Adit setelah melihat itu sedikit mengerutkan kepalanya, bukan karena tempat mereka makan tapi karena terlihat pohon bambu yang menjulang ke atas melewati tinggi tenda warung itu.
Adit menarik lengan Ica seraya memberhentikan jalannya, dan berbisik kepadanya apakah Ica tidak salah memilih lokasi, setelah Ica menjawab tidak Adit menarik nafas panjang dan menghelainya.
Adi dan Nadin yang melihat mereka bertanya mengapa mereka menghentikan langkahnya,
Adit mengatakan kalau itu baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan, seperti yang di ketahui Adit dan Ica pohon bambu itu pertanda kalau pemilik dari warung itu adalah orang yang berasal dari desa yang sama dengan Adit dan Ica, walaupun sudah tahu dari awal Ica hanya menghiraukannya.
Adit dengan terpaksa mengikuti mereka karena dari awal mereka sudah mengsepakatinya. Adit sudah tahu dari awal sejak mendengar nama tempatnya kalau pasti ini ada berkaitan dengan orang orang dari desanya.
Ica yang merasakan aura dari warung itu bertanya kepada Adit sebelum mereka benar benar sampai. "Apa kau merasakan auranya? Sangat ramah dan tenang kira kira ada bera hantu di sana?"
Adit tidak bisa melihatnya karena terhalau oleh tirai yang menutupi tempat itu. Adit hanya mengatakan ada dua,mungkin,
Setelah mereka sampai dan memasuki nya mereka di sambut oleh wanita paru baya dan Abang pemilik dari warung itu yang juga memasak nasi gorengnya.
Ica terkejut melihat wanita paru baya itu yang tersenyum menyambut mereka. Berbeda dengan Abang pemilik tempat itu yang memiliki aura kehidupan, wanita itu memiliki aura seperti hantu.
Adi dan Nadin yang segera masuk mengambil tempat memanggil Ica yang mematung menatapi wanita itu yang masi tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan rasakan.
Berbeda dengan Adit yang sedari kecil sudah bisa melihat hantu, Ica yang hanya bisa merasakannya Masi merasa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Adit yang melihat itu langsung mendorong Ica menuju meja Adi dan Nadin berada, dan meminta maaf sembari melewati wanita itu.
"Ica kamu kenapamenatap seperti itu kepada ibu itu?" Tanya Adit berbisik yang sedang mnarik tangan Ica jalan menuju meja Adi dan Nadin.
"Aku bisa melihatnya!" Kata Ica yang masi tidak percaya.
Setelah mereka duduk bersama Adi terheran melihat tingkah Ica yang aneh dan bertanya" dit!? Ica kenapa tadi melihat ibu itu seperti itu?"
Adit dengan senyum polosnya hanya bisa mengatakan kalau Ica kaget melihat kecantikan ibu itu, Adi yang mendengar penjelasan Adit hanya mengangguk ngangguk
Tidak berapa lama mereka duduk seorang pria paru baya datang menghampiri membawakan menu kepada mereka, pria paru baya itu sama seperti wanita yang menyambut mereka barusan yang juga sesosok hantu.
Ica yang hanya bisa melongo melihatnya datang membawa menu di tegur oleh Adit yang melihat Ica,
"Ica kalau kamu seperti itu kamu tidak sopan" sambil berbisik memelankan suaranya.
Setelah mendengar Ica berkata seperti itu,Adit langsung meminta segelas air kepada bapak itu dengan alasan kalau Ica lagi kurang sehat.
Setelah bapak itu pergi mengambilkan air, Nadin yang mendengar Ica kurang sehat langsung meraih tangannya dan memegangnya, Adi dan Nadin tidak tahu kalau itu bukan manusia pada umumnya karena mereka tidak bisa merasakan aura yang terpancar dari orang orang.
Adi yang melihat Ica agak pucat menyarankan kalau sebaiknya mereka pulang saja, tapi Ica yang mendengar itu langsung menolaknya dan mengatakan kalau dia baik baik saja.
Jadi setelah si bapak datang membawakan segelas air buat mereka, mereka pun memberi tahukan apa yang mereka pesan kepada bapak itu.
Menunggu pesanan mereka datang Ica yang melihat sekitar menyadari kalau beberapa pelanggan warung ini hantu. Dengan enam meja di warung itu yang masing masing meja mempunyai empat bangku, masing masing si tempati manusia, dan hantu, tapi ada juga sepasang kekasih yang salah satu di antara mereka adalah hantu.
Ica yang melirik dan memperhatikan sekeliling lagi lagi di tegur oleh Adit yang mengatakan kalau itu tidak sopan melihat orang lain dengan tatapan seperti itu, ica meminta maaf dan menghentikan kelakuannya itu.
Tidak lama setelah itu Ica menanyakan kepada Adit mengapa dia bisa melihat mereka bahkan Adi dan Nadin juga bisa melihatnya. Adit yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa diam dan menjawab kalau dia juga tidak mengetahuinya.
Berselang beberapa menit, pesanan Meraka datang , Adi dengan senang hati langsung menyantap nasi gorengnya dan mengatakan kalau itu enak sekali, begitu pula dengan Nadin yang tersenyum menikmati makannya.
Adit dan juga Ica yang memakannya mengatakan bahwa itu sangat enak sekali, Adit yang mendengar itu meng iyakan dan mengatakan kalau harganya juga terjangkau untuk anak sekolah seperti Meraka.
Mereka menyantap nasi goreng itu dengan memulai percakapan kecil mereka dan memuji ke lezatan nasi goreng itu, setelah selesai dan menghabiskannya, mereka berbincang untuk pergi ke sebuah pusat elektronik untuk menemani Adit membeli sebuah handphone.
Setelah mereka telah memutuskan tujuan mereka, adi dan Nadin yang telah membayar dan menunggu di luar tapi nenek yang selalu mengikuti Nadin, diam di depan Adit dan Ica.
Adit yang sadar melihat nenek itu hanya bisa tersenyum kepadanya dan Ica yang hanya bisa merasakannya juga ikut tersenyum ke arah yang sama seperti Adit, setelah melihatnya tersenyum ke arah depannya.
Ica yang menyadarinya bertanya kepada Adit, apakah Adit tersenyum kepada nenek yang mengikuti Nadin, dan Adit yang langsung mengiyakan pertanyaan Ica,
"Mengapa aku masi tidak bisa melihatnya?" Tanya Ica ke Adit.
"Aku juga tidak tahu kenapa"
Si nenek yang tersenyum mendengar pertanyaan Ica itu pun mengucapkan banyak terimakasih kepada mereka berdua.dan mengatakan kepada mereka kalau dia menampakkan diri secara tiba tiba di tempat itu para pelanggan manusia akan kaget melihatnya.
Adit yang mendengar itu langsung memberitahukan kepada Ica yang tidak bisa mendengarnya.
Ica yang mendengar itu merasa sangat senang. Tapi Ica bertanya mengapa nenek itu berterimah kasi kepada mereka berdua?.
Nenek pun menjelaskan karena berkat mereka berdua Nadin memulai membuka diri dan kembali bisa tersenyum setelah apa yang Nadin alami sebelumnya.
Ica yang ingin mengobrol tiba tiba mendengar seseorang memanggil namnya dari luar, yah orang yang memanggil nya itu adalah Nadin dengan senyuman di wajahnya meskipun terlihat agak malu malu.