Ghost In Kos

Ghost In Kos
Membutuhkan Bantuan



dengan tampang yang seperti tidak terima, Tika dan Adi langsung protes dengan saran yang di berikan oleh Prita. Prita kembali menegaskan jika hanya itu cara satu-satunya agar bisa membantu Adel menghilangkan aura negatif yang berada di sekujur tubuhnya.


"Apa tidak ada cara lain, Bu?" protes Tika.


"Iya, di tambah lagi ada Coki yang selalu Jihan ikuti, dan Coki selalu berniat buruk kepada kami!" protes Adi.


"hanya ini cara satu-satunya agar kita dapat menghilangkan aura negatif dari tubuh Adel, tapi jika kalian mengenal orang lain yang memiliki kemampuan yang sama seperti Johan, kalian boleh meminta bantuan kepadanya."


terdiam mendengarkan pernyataan Prita, Adi dan Tika kebingungan untuk mencari seseorang yang memiliki kemampuan yang sama dengan Johan. di dalam lamunan mereka Prita kembali mengatakan jika Adel akan semakin menderita kalau saja di biarkan terlalu lama dengan kondisinya yang sekarang.


"Jika kalian masih harus mencari orang lain dengan kemampuan yang sama seperti Johan, maka itu akan membuat Adel semakin menderita, kadi putiskanlah dengan cepat karena Adel tidak dapat menunggu lama!"


mereka Masi merasa bimbang untuk meminta Jihan membantu mereka mengingat Jihan adalah teman dari Coki dan Coki selalu memiliki niatan buruk kepada mereka di tengah-tengah keheningan itu Adit langsung menyetujui saran yang di berikan Prita untuk meminta bantuan kepada Johan. protes dengan hal itu Adi dan Tika mengatakan jika Johan datang ke kos mereka secara tidak langsung Coki akan ikut bersamanya.


"Jika itu adalah aatu-satunya cara, tidak ada pilihan lain selain meminta bantuannya."


"Apa kau sudah gila? apa kau lupa dengan apa yang akan Coki lakukan semalam ketika melihat kita?"


"Coki tidak akan melakukan hal apapun kepada kira ada Bu Prita di sini kan?"


"Adi, apa yang di katakan Adit ada benarnya, lagian kita tidak punya waktu untuk berdebat saat ini."


"tapi apa yang akan dia lakukan jika kau menghampirinya, apa kau lupa dengan hal itu?"


Mendengar keributan yang terjadi di luar sana, Vian kemudian mengajukan dirinya untuk menemani Adit untuk meminta bantuan Johan. Vian akan melakukan apa pun demi menyembuhkan Adel.


Adi tetap bersikeras jika dia tidak ingin meminta bantuan kepada mereka, karena yang di khawatirkan Adi jika Coki secara diam-diam akan melukai Nadin. Adit yang mengetahui ke khawatiran Adi, memberitahukannya untuk tidak cemas karena Adit berpikir Nadin memiliki teman untuk melindunginya.


Mencoba untuk mengerti dengan keadaan saat itu, Adi dengan terpaksa mengikuti usulan sebelumnya.


Adit menyampaikan jika hanya dirinya dan Vian yang akan menemui Coki untuk meminta bantuan kepada Johan. Ica pun mengerti dan dia dan yang lainnya akan tetap di sana untuk menjaga Adel.


Setelah selesai dengan perdebatan mereka Adit dan Vian segera pergi untuk mencari Johan untuk meminta bantuannya, sementara itu Prita juga ikut meninggalkan mereka yang di tegur oleh Adi kemna dia akan pergi, dengan santainya Prita menunjuk kamar Kos nomor 1 dan mengatakan, "Aku mau ke kamarku dulu?!"


Mereka yang mengetahui Prita adalah penghuni kos sangat terkejut di buatnya tanpa kara-kata.


Tersadar dengan teguran Vian, Adit mempertanyakan kebingungannya jika saja dia tidak tahu apakah Coki dan Johan pada saat itu bersama atau mereka di lokasi yang berbeda. mengetahui akan kebingungan yang di rasakan Adit. Vian mencoba menenangkannya dan mengatakan untuk pergi ke hotel Ayah Coki agar mendapatkan petunjuk, dengan sedikit berharap jika mereka berdua berada di hotel tersebut.


Walaupun hasilnya tidak pasti, Adit dan Vian tetap menuju ke hotel itu guna menemui Ayah Coki atau mungkin Rina. kembali di liputi keraguan setelah mereka menaiki bus, Adit mengatakan kepada Vian jika hari itu adalah hari Minggu yang mungkin saja para staf hotel dan ayah Coki tidak berada di sana.


Vian juga dengan polosnya baru mengingat jika itu adalah hari Minggu. Sedikit frustasi Vian kembali menyakinkan dirinya dan Adit untuk tetap optimis, karena itu semua demi Adel yang sedang mengalami hal buruk.


Di dalam Bus Vian menanyakan kembali mengenai hantu yang mereka bicarakan sebelumnya yang selalu mengikuti Adit kemanapun.


"Adit, apa yang kalian katakan itu memang benar?"


"kau membicarakan soal apa?"


"aku berbicara mengenai hantu yang mengikutinya?"


"oh mengenai itu ya? kupikir kau sudah yakin akan keberadaannya setelah dia menyentuh mu?"


"aku masih belum sepenuhnya menyakini hal itu. apa saat ini dia bersamamu?"


"saat ini dia berada di sebelahku, selama aku memakai gelang ini dia akan selalu mengikutiku kemanapun aku pergi."


Vian yang terdiam melihat gelang yang di tunjukkan oleh Adit, masih membuatnya tidak yakin. tidak lama kemudian bus telah sampai di halte pusat kota dan mereka pun turun dan kembali bergegas. menuju Hotel pinus tempat Ayah Coki berada dengan harapan mereka bisa dengan muda menemui Johan di sana.


Suasana kota yang lumayan padat karena bersamaan dengan di bukanya wahana baru di sekitaran kawasan pusat perbelanjaan yang membuat anak-muda dan sebagian orang tua membawa anaknya menuju ke tempat tersebut.


Pergerakan mereka sedikit terhambat karena begitu banyak orang-orang yang berada di kawasan itu, Vian sempat terhenti karena melihat seorang gadis kecil yang menangis karena terpisah dari ibu nya di keramaian itu. Tidak tega melihat Gadis kecil itu, Vian menyuruh Adit untuk pergi ke Hotel Pinus, karena Vian akan membawa gadis kecil itu ke pusat informasi terlebih dahulu.


Sebelum mereka berpisah Adit meminta kontak Vian agar mereka dapat saling berkomunikasi. Setelah mereka berpisah, Adit kembali di hadapkan dengan kesulitan ketika melihat Indah yang lagi-lagi terdiam membisu menatap ke arah kerumunan orang, sama seperti saat mereka di persimpangan jalan menuju sekolah di pagi itu.


Tanpa berpikir panjang Adit langsung meraih tangan Indah dan memakaikan gelangnya dan kemudian menariknya agar segera pergi di lokasi itu..


Adit masih belum mengetahui apa yang menyebabkan Indah se0wrti itu, Karena ada masalah lain yang lebih gawat Adit harus bergegas untuk mencari Johan dan meminta bantuannya.


Beberapa Saat Setelah Adit berlari, akhirnya dia Samapi di tujuan mereka, Adit langsung mengabari Vian yang masih bersama gadis kecil yang di tolongnya. karena melihat Indah juga sudah mulai tersadar dari lamunannya Adit mengambil kembali gelang yang Indah kenakan dan masuk ke dalam Hotel berharap Johan ada di sana dan tidak terjadi keributan jika bertemu dengan Coki.