
Sesampainya di kos, Adit dan teman-temannya berpisah kembali ke kamarnya masing-masing. sebelum Adit ke pantai 2, ia mengatakan kepada Nadin akan membawa Keluak ke kamarnya, Nadin tidak masalah dengan itu dan memberitahukan kepada Adit biar dia sendiri yang menjemputnya.
"Setelah ini aku akan mengantarkan Keluak kembali ke kamarmu," ucap Adit dengan senyum.
"I-itu tidak masalah, n-ni-niar aku saja yang me-menjputnya. J-jadi tunggu sebentar, A-aku akan menyimpan tasku."
"Baiklah."
Bersama-sama mereka berjalan menuju lantai 2. Sesampainya di kamar Adit, mereka melihat Keluak yang sedang melayang, dengan merentang kaki depan dan belakangnya seperti layaknya superhero yang sedang terbang dengan raut wajah yang terlihat bahagia.
Melihat kedatangan Adit, Indah sangat senang dan mengatakan kalau saja dia sudah bisa mengontrol benda apa saja yang dia inginkan untuk melayang.
"Adit! Kau sudah pulang. Lihat! Aku sudah bisa membuat Keluak melayang seperti keinginanku dan benda-benda yang lainnya juga."
Adit yang mendengar 0eriataan Indah juga ikut senang melihat perkembangannya dalam sehari ini. Karena Indah sudah berusaha keras Adit memberikannya se porsi bakso yang di belinya dari warung bakso bang Abu.
"Aku senang mendengarnya, tapi kau jangan memaksakan dirimu! Karena kau sudah berusaha keras dan menjaga Keluak hari ini, aku membelikanmu bakso."
Indah sangat senang mendapatkan hadia dari hasil kerja kerasnya. Itu membuat Nadin dan neneknya tersenyum ikut senang dengan pencapaian Indah Keluak yang di terbangkannya menuju Nadin dan mengatakan untuk membawanya lagi kepadanya yang di sampaikan melalui Adit.
"Terimakasih Nadin karena mau menitipkan Keluak kepadaku, aku sangat senang hari ini jadi besok kau boleh membawanya lagi ke sini."
"Terimakasih sudah menjaganya,, aku harap aku dapat melihatmu dan kita melakukan banyak hal bersama," ucap Nadin dengan perasaan bahagia tanpa gugup sedikit pun.
"Benarkah!? Kalau begitu aku akan berusaha semaksimal mungkin!"
"Kau boleh melakukannya tapi jangan memaksakan dirimu!" Ujar Adit.
Setelah pembicaraan kecil mereka Indah sangat semangat dan Adit mengantar Nadin kembali ke kamarnya.
"Terimakasih Nadin karena sudah berteman dengan Indah dan membiarkan Keluak bermain bersamanya."
"I-itu tidak masalah. A-aku juga merasa kasian jika Indah harus sendiri."
"Terimakasih sudah mencemaskannya."
Nadin sangat mengerti kenapa Adit tidak membawa Indah ikut ke sokalah, Adit khawatir jika saja kejadian seperti sebelumnya terulang kembali, Adit takut jika Indah ikut bersamanya ke sekolah dan bertemu dengan Coki, itu akan membuatnya dalam masalah., Walaupun indah samasekali tidak mengingat kejadian waktu itu.
Menurut Adit mungkin beberapainggu ini dia tidak akan membawa Indah pergi bersamanya ke sekolah. Nadin juga mengatakan kepada Adit kalau dia akan membantunya jika suatu saat Adit membutuhkan bantuan. Itu membuat Adit sangat berterimakasih dan berhutang kepada Nadin.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke atas, dan sampai nanti."
Memasuki kamar Adit melihat Indah telah selesai dengan makanannya, Adit mendekatinya dan duduk di hadapannya dan menanyakan rasa baksi tersebut.
"Kau sudah selesai ya? Jadi bagaimna menurutmu?" Ucap Adit sembari tersenyum.
"Ini sangat enak!"
Melihatnya dalam kondisi baik-baik saja, Adit tersenyum dengan perasaan bersalah dan meminta maaf kepada Indah.
Indah yang mendengarnya merasa heran dengan apa yang di maksud dengan Adit. Indah pun mengatakan kalau dia sama sekali tidak mengerti apa yang Adit katakan, Seakan melupakan permintaannya pagi tadi.
Adit sangat heran dengan Indah yang melupakan kejadian pagi tadi. Adit pun mengulangi perkataan Indah yang memintanya untuk ikut dengan berkata.
"Apa kau sudah lupa dengan permintaanmu pagi ini? Bukankah kau memintaku untuk membawamu ke sekolah?"
Indah sama sekali tidak paham dengan apa yang di katakan Adit, Indah melupakan apa yang di katakannya pagi kepada Adit dan itu membuat Adit merasa kebingungan.
Karena Indah juga sudah melupakannya, Adit pun menganggapnya seperti itu walaupun masih merasa aneh. Tidak lupa Adit memberitahukan kepada Indah, bahwasanya untuk sementara waktu Adit tidak bisa mengajak Indah untuk pergi ke sekolah, Indah juga tidak masalah dengan keputusan Adit.
Karena Indah tidak lagi merasa kesepian seperti dulu, Ada Keluak yang akan selalu menemani Indah saat Adit pergi ke sekolah dan tidak perlu merasa cas lagi seperti dulu.
Jam 7 malam, teman-teman kos Adit berada di kamarnya menunggu Bang Abu mengantarkan pesanan mereka, seperti beberapa hari terakhir. Tapi pada malam itu yang datang mengantarkan pesanan mereka ialah anaknya, Tika yang juga bersekolah di sekolah yang sama dan teman sekelas Ica
Itu pertama kalinya Tika datang ke kos itu dan naik ke lantai 2. Dengan suasana malam yang dingin menambah ke mgerian kos itu, itu yang di pikiran Tika saat menaiki tangga menuju lantai 2.
Tempat itu membuatnya takut, Kendari demikian Tika aanagt senang dengan suasan-suana suram seperti itu.
"Oh ini ya kamar 1? Berarti ini kamar Adit, tapi kenapa dia memesan bakso sebanyak ini? Dari tadi aku tidak melihat penghuni yang lain, sunggu tempat yang sangat menakutkan, aku menyukainya!" Ujar Tika yang tampak terlihat senang.
Tika pun mengetuk pintu kamar Adit, dan mendapati Ica yang membukanya. Sedikit terkejut Tika sangat senang melihat mereka semua berada di sana dan berkata.
"Kalian semua ada di sini ya? Pantas saja saat masuk di ke kos ini tampak sunyi dan suram tidak ada kehidupan. Aku pikir kalian sangat takut keluar saat malam dari kamar kalian, karena takut akan di cilik oleh hantu yang suka kepada anak-anak dan remaja seperti kita," ujar Tika dengan nada menakut-nakuti.
Itu membuat Rian sedikit trauma mengingat dia sering melihat Raut wajah Indah yang menakutkan dan pada saat itu dia berada di kamar Adit yang tambah membuatnya takut.
"Tika? Kupokir yang akan datang Bang Abu seperti biasa?"
"Hehehehe… tidak dia sedang sibuk dan kebetulan saja aku berada di rumah dan menyuruhku untuk mengantar pesanan ini ke alamat Adit."
Adit yang bangkit dari duduknya menghampiri mereka berdua dan memintanya untuk masuk ikut bergabung.
"Tika ya? Maaf telah merepotkannya. Silahkan masuk, jika mau kamu boleh ikutan bergabung dengan kami," ujar Adit sembari tersenyum.
"Bolehkah? Aku sangat senang mendengarnya!"
Setelah mempersilahkan Tika masuk, Adit mengatakan kepada yang lainnya kalau saja ia akan keluar pergi ke minimarket untuk membeli sesuatu untuk Tika.
"Kalau begitu aku akan keluar ke mini market untuk membelikanmu sesuatu."
"Heheheh… maaf sudah membuatmu repot."
"Tidak usah di pikirkan, aku juga akan membeli beberapa cilan dan juga minuman untuk kita semua, jadi tidak perlu khawatir!"
Dengan semangat Adi berdiri dari tempatnya dan mengatakan akan menemaninya, tapi Adit menolak niat baik Adi dan mengatakan kalau dia akan pergi bersama Indah. Mendengar nama yang baru di telinganya Tika kebingungan dan bertanya-tanya di benaknya.
Memakai gelangnya Adit keluar dari kamarnya dan mengajak Indah dan itu membuat Tika yang melihatnya menjadi terkejut dengan raut wajahnya yang kebingungan.