Ghost In Kos

Ghost In Kos
Nenek Dan Seorang Gadis



Dengan suara lantang Adi mengatakan itu. Seketika orang-orang yang berada di sekitar kami pun menatap terkejut ke arah kami. Begitulah Adi yang merespon sesuatu terkadang berlebihan,, fikir ku Ica yang bakalan merespon seperti itu ternyata bukan.


"Baiklah aku akan membantu mu untuk membelikannya" jawab Ica dengan santai.


Akhirnya setelah perjalanan beberapa menit kami bertiga sampai di depan gedung sekolah yang akan kami masuk bersekolah besok. Kami bergegas menuju koperasi sekolah dengan begitu banyaknya orang.


"Wah? Banyak banget orangnya!. Kita seharusnya datang lebih awal" ucap Adi. Yah seperti kata Adi itu memang benar, aku merasa bersalah kepada mereka karena gara-gara aku, mereka berdua jadi ikutan terhambat.


"Maafkan aku karena aku kalian juga..?"sebelum menyelesaikan perkataan ku, Ica langsung memotongnya.


"Sudahlah jangan pikirkan itu, mending kita langsung saja masuk ke dalam" kata Ica dengan melihatku dengan senyumnya.


"Baiklah aku akan ke bagian seragam perempuan,kalau udah kelar siapapun yang duluan harus menunggu di depan gerbang" seperti saat di terminal Ica dengan sigap mengarahkan kami.


"Kalau begitu kita kumpul di warung bakso depan tadi,bagaimana?. Soalnya aku lapar belum makan juga tadi" kata Adi dengan senyumnya


"Ok, sudah di putuskan kita akan ngumpul di sana. Kalau begitu aku ke tempat seragam wanita. Sampai ketemu nanti"


Entah kenapa kami menyatukan tangan kami lalu melemparnya ke atas dan beraorak mengikuti ide Adi. Setelah kami berdua berpisah dengan Ica, Adi bertanya kepadaku, apakah aku mengenali perempuan yang tadi aku senyum mengarah ke kamarnya? Adi penasaran karena sudah dua kali dia melihat ku begitu.


Dia berfikir kalau aku orang yang mesum karena melihat kamar seorang gadis sambil tersenyum-senyum. Aku membiarkan dia berfikir tentang itu kepadaku ."lebih baik kau mencari apa yang kau butuh kan agar kita bisa cepat pulang" kata ku kepadanya.


Sembari aku melihat-lihat dan mencari apa yang ku butuhkan, tidak sengaja ku lihat Ica yang sudah kembali dari membeli seragam, mendekati perempuan yang  sedang kebingungan mencari apa yang dia butuhkan.


Ternyata perempuan itu adalah penghuni kamar yang ku lihat pagi tadi saat pulang membeli makanan dan saat akan berangkat ke koperasi sekolah ini. Aku baru tahu kalau dia adalah kenalan Ica.


Den setelah melirik ke arah belakangnya aku melihat nenek itu ternya Masi mengikuti nya. Mungkin Ica tahu sesuatu, jadi akan ku tanyakan dia nanti berhubung kami berasal dari desa yang sama, fikirku begitu.


"Adi apakah kau sudah selesai? Aku sudah selesai jika kau Masi lama aku akan keluar duluan menunggumu di warung bakso itu."tanyaku kepada Adi.


"Baiklah, kau duluan saja, aku masi memilih tas yang akan ku beli"


Setelah mendengar jawaban dari Adi aku langsung melangkah keluar meninggalkannya, sembari aku menuju ke tempat janjian, aku berpikir kalau mungkin akan membelikannya bakso nanti biar dia sedikit senang, berharap dia akan membereskan kamar dengan cepat.


Setelah sampai aku langsung memesan tiga porsi bakso satu ku makan di tempat dan aisa nya ku bawa pulanng, berhubung aku juga masi merasa lapar karena makanan ku di maknnya tadi.


"Adek besok sudah mulai bersekolah di sini yah?" Tanya Abangnya setelah mengantar pesananku.


"Iya bang besok hari pertama sekolah."


"Oh begitu ya dek?, Adek tinggal daerah sini yah?


"Iya bang aku tinggal di sekitaran sini di kos bambu.'


Abangnya pun terdiam sejenak menatapku dan mengatakan "oh di kos itu?" Lalu abangnya pergi.


Tanpa memikirkan apapun, aku langsung menyantap semangkok bakso yang ada di hadapanku.sembari menunggu mereka berdua kembali.


Setelah lima menit aku menunggu dengan mangkok bakso ku yang sudah kosong aku melihat mereka bertiga telah datang. Yah mereka bertiga bersama anak perempuan yang di hampiri Ica tadi saat di koperasi sekolah.


"Aku juga mau bang satu porsi!. Kalau kalian berdua juga mau?" Tanya Adi ke Ica dan perempuan di sebelahnya.


Aku melihat nenek yang berada di belakang perempuan itu yang lagi-lagi tersenyum kepada ku, dan dengan spontan pun aku membalas senyumannya.


Mengira aku tersenyum kepadanya perempuan itu langsung malu menundukkan kepalanya dan bergerak mundur. Menyadari apa yang ku lakukan dan dengan respon perempuan itu, Ica dan Adi langsung menatapku curiga.


"Apa kalian sudah saling kenal?" Tanya Ica kepadaku.


Dengan terbata-bata aku menjawab Ica "oh,ha!? Tidak aku baru bertemu dengannya"


"Bukannya dari tadi pagi kau sudah senyum-senyum ke arah kamarnya dia juga kan tinggal di kos bambu." Ujar Adi sambil tersenyum jahil.


Dengan mendengar itu perempuan itu jadi takut melihat ku. "Si mulut ember ini mengatakan hal yang membuat salah paham" bergumam di kepalaku.


"Tidak bukan begitu, jangan salah paham, aku tidak seperti yang kau banyangkan kok" aku menjelaskan kepadanya agar dia tidak merasah terganggu dengan diriku.


"Ica bukannya dia kenalan mu ? Aku melihat mu tadi menghampirinya di koperasi." Tanya ku langsung kepada Ica untuk mengalihkan pembicaraan.


"Aku juga baru kenal saat di koperasi tadi, dia terlihat kebingungan dn aku langsung menghampirinya dan membantunya. Setelah itu kamu berkenalan dan ternyata dia juga kos di kosan yang sama dengan kita. Dengan senyum Ica menjelaskan.


"Ngomong-ngomong perkenalkan anmanya Nadin dia  emang agak pemalu." Kata Ica memperkenalkannya.


"Iya tadi juga dia seperti itu pas melihat ku tadi" kata Adi menambahkan.


Nadin pun akhirnya menatapku dengan memperkenalkan namnya dan dia tinggal di kamar kosong empat, dan menundukkan kembali pandangannya.


Begitu juga dengan ku, aku memperkenalkan diri ku kepadanya berharap dia tidak takut lagi kepadaku setelah mendengar perkataan Adi tentang ku kepadanya.


Setelah kami berempat selesai makan, kami bergegas kembali pulang. Dengan Adi berjalan di depan keluar dari warung di susul dengan Ica dan nading beriringan dan terakhir aku yang mengambil pesanan ku yang akan ku bawa pulang.


Setelah aku selesai membayar dan ingin berbalik melangkah keluar, abangnya tiba-tiba menanyakan tentang kos itu.


"Dek?. Apa kau tau kalau tiga bulan yang lalu ada kejadian buruk yang menimpah kos itu?" Kata Abang nya dengan memelankan suaranya berbisik.


"Tidak bang?, Memangnya tiga bulan yang lalu ada kejadian apa?" Kata ku balik nanya.


"Tiga bulan yang lalu ada seorang gadis di temukan meninggal di salah satu kamar di kos itu".


Aku tidak tahu kejadian yang mana yang Abang ini maksud. Karena yang ku tau indah sudah berada di kosan itu sudah dua bulan lamanya.atau jangan-jangan ada seorang gadis sebelum indah di kosan itu? Dengan penuh tanya di pikiranku.


"Begituyah bang? Makasih bang sudah di beri tahu"kata ku ke abangnya.


Dan setelah pembicaraan singkat kami ixa pun kembali masuk memanggilku untuk bergegas pulang .


Adi berjalan di depan dan Nadin yang berada di belakangnya dengan nenek yang masi mengikutinya. Aku dan Ica berjalan berbarengan. Aku berinisiatif bertanya kepada Ica tentang apa yang kurasakan ke pada Nadin setelah melihatnya, tetapi Ica yang memulai percakapan.


"Adi! Aku ingin menanyaimu sesuatu?"