Ghost In Kos

Ghost In Kos
Di Dalam Kamar Kos



Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore hari, Ica yang barusan tiba di depan kos yang telat pulang di karenakan kesibukannya di sekolah. Memperhatikan dengan seksama makanan kucing yang berserakan dan mangkuk makan Keluak yang tergeletak di dekatnya.


Menghampiri kekacauan itu, Ica menyadari kalau pintu kamar Rian yang sedikit terbuka, mendekati dan mencoba memanggil nama Rian, Ica yang merasa ada yang aneh mencoba membuka pintu kamar tersebut dengan memanggil nama Rian.


Sempat bingung sesaat karena pintu kamar Rian yang terbuka dan itu sangat berterbalikan dengan sifatnya. Semakin curigalah Ica dengan ke anehan itu, karena mengingat tidak ada suapa pun di kos, Ica dengan segera mengambil handphonenya dan menelfon Adit.


Dengan paniknya Ica mengatakan kepada Adit bahwasanya Rian telah menghilang dengan makanan kucing yang berserakan di depan pintu kamarnya.


Adit yang mendengar kabar dari Ica, segera meminta Nadin untuk segera pulang, tanpa memberi tahu alasan yang jelas. Sedikit kecewa Nadin hanya mengangguk yang melihat raut wajah Adit yang berdiri serius.


Adit mengatakan kepada Nadin untuk memesan sebuah tax8 agar mereka lebih cepat untuk sampai ke kos, tanpa bertanya Nadin mengikuti permintaan Adit dengan perasaan yang masih kecewa tidak bisa menaiki wahana permainan pada saat itu.


Saat di perjalanan mereka, Adit yang melihat raut wajah Nadin yang kecewa dan sedih karena batal bermain wahana, membuat Adit merasa bersala. Karena tanpa memberi tahu apa lasan mereka pulang dan secara mendadak membatalkan rencananya.


Tidak ingin melihat Nadin seperti itu, Adit meminta maaf kepada Nadin akibat pembatalan rencana mereka, dan memberitahukan alasan yang membuatnya batal.


"Aku minta maaf, Nadin."


"Ke-kemapa kamu me-minta ma-ma-maaf?"


"Ya, maafkan aku karena kita harus segera kembali sebelum mencoba wahana permainan yang ada di sana."


"A-aku mengerti setelah mendengar pe-pemjapasanmu. Ta+ta-tapi kenapa Rian bisa menghilang?"


"Aku juga tidak tahu pasti kejadiannya, Ica hanya mengatakan se0erti itu."


"Hmmm… kuharap Keluak juga baik-baik saja."


"Kamu tidak perlu khawatir mereka berdua pasti akan baik-baik saja."


Dengan oeraguan dan rasa cemas Nadin mencoba untuk tersenyum kepada Adit, setelah mendengar apa yang di iatakannta barusan.


Sebuah mobil berhenti di depan kos, dengan cepat Ica langsung menghampirinya. Setelah keluar dar mobil Adit menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Rian kepada Ica yang sedang terburu-buru menghampiri mereka berdua.


Seperti apa yang di katakan Ica melalui telfon, Ica menjelaskan dengan detil kronologinya dari awal. Mendengar penjelasan Ica, Adit dan Nadin terkejut mendengarnya. Ica menambahkan kalau dia 0wrnah mendengar rumor di antara teman-teman sekelasnya, rumor itu mengatakan kalau ada hantu yang suka menculik anak-anak dan remaja di saat petang.


"Aku pernah mendengar sebuah rumor dari teman-teman di kelasku, mereka mengatakan kalau di setiap menjelang petang ada sesosok hantu yang terlihat seperti seorang Ibu menculik mereka dan di sembunyikan di tempat yang tidak mereka kenali. Alasan hantu itu melakukannya karena hantu itu sedang mencari anaknya yang hilang!"


Nadin yang mendengarnya menjadi merasa takut dan tanpa sadar bersembunyi di belakang Adit. Hanya tersenyum polos itulah respon yang di berikan Adit.


Ica mencoba menenangkan Nadin yang ketakutan, dengan tersenyum dan mengatakan kalau itu hanya rumor belum jelas pasti tentang kebenarannya.


Yang tidak di ketahui oleh Ica ialah, bahwaaanya Rian telah menghilang sejak siang tapi karena Ica yang pulang dari kegiatannya di sekolah menjelang sore, mengira kalau Rian menghilang di sore hari saat matahari mulai terbenam.


Berjalan menuju kamar aadit di lantai 2, mladit dan Ica merasakan sedikit pancaran aura dari kamarnya. Saat Adit membuka pintu kamarnya, pintu kamar itu terhalang dan seperti membentur benda keras di baliknya. Dengan sedikit menggunakan tenaga Adit membuka pintu itu dan suara dari seseorang terdengar dari balik pintu itu.


Itu adalah suara Rian yang kesakitan karena kepalanya terbentur oleh pintu yang dibuka oleh Adit. Mereka bertiga terkejut melihat Rian yang sedang tertidur di dalam kamar Adit dan dengan Keluak yang menghampiri mereka dengan mengeong.


Ica bergegas membangunkan Rian, Nadin meraih Keluak untuk menggendongnya dengan perasaan bahagia, sedangkan Adit yang melihat indah sudah tidak ada lagi di atas kasurnya. Indah yang berada di dalamk kamar kecil membuka sedikit pintunya untuk mengintip, karena dia baru saja mendengar suara Rian dan berharap Rian telah bangun dari tidurnya untuk berkenalan dengannya.


Adit yang mencari-cari keberadaan Indah sangat bingung di buatnya, tapi ketika Adit mengarahkan pandangannya ke arah pintu toilet, terlihat pintu 8tu terbuka dan mendapati Indah yang sedang mengintip dari dalam sana. Mata indah yang terbelalak terkejut melihat Adit yang sedang melihat ke arahnya.


Terkejut dan merasa lega melihat Indah Masi berada di kamar itu. Indah sangat senang melihat Adit Masi berada di kamar 8tu tapi karena gengsinya dia tidak mau menunjukkann perasaan senangnya itu. Indah berlagak seperti marah kepada Adit dengan membuka full pintu toilet itu dan langsung memarahinya. Ica dan Nadin sangat terkejut dibuatnya melihat pintu toilet itu yang terbuka dengan sendirinya.


"Kenapa kau kembali ke sini!Bukankah kau ingin meninggalkan tempat ini?" Bentak Indah bersikap seperti marah.


Adit mendengar apa yang di katakan indah sangat kebingungan dengan maksudnya, terlepas dari perkataan Indah yang tidak dia mengerti Adit mengingatkan untuk mengganti handuk yang dia gunakan dengan pakaian yang biasa dia kenalan.


Indah yang baru menyadarinya membuatnya menjadi malu dengan wajah pucatnya berubah menjadi memerah. Dengan marah Indah mendekati Adit yang sedang tersenyum polos dan langsung memukulnya. Rian yang baru saja tersadar dari pingsannya sangat terkejut dan ketakutan melihat Adit yang di pukul.


Setelah kejadian itu dan keadaan sudah lebih tenang, mereka berkumpul berdiskusi di kamar Adit dan membicarakan keadaan saat ini.


Setelah tampak lebih tenang Ica membuka percakapan dengan berkata.


"Apa kamu sudah lebih tenang sekarang, Indah?"


Indah hanya diam dan memalingkan wajahnya, walaupun yang bisa melihatnya hana6a Adit dan Rian yang keduanya memasang raut wajah yang aneh.


"Dia tidak mengatakan apapun dan hanya memalingkan wajahnya," ucap Adit menjelaskan dengan memegangi pipinya.


Ica tersenyum dengan lembut mendengar penjelasan Adit, lalu kemudian Ica menambahkan kembali bertanya kepada Indah apakah dia menampakkan diri di depan Ica dan Nadin.


Indah sangat bingung dengan perkataan Ica dan mengatakan dia tidak begitu yakin bisa melakukannya yang di sampaikan oleh Adit sebagai penghubung dari percakapan mereka.


Adit mencoba untuk membantunya dan menyuruhnya untuk memfokuskan pikirannya. Indah yang mencoba apa yang di katakan Adit, menutup matanya dan mencoba berkonsentrasi memfokuskan pikirannya..


Memusatkan pikirannya tanpa dia sadari raut wajah lucu Keluak terlintas di pikirannya, dan itu membuat Keluak yang berada di pangkuan Nadin menjadi melayang, itu membuat Keluak kegirangan.


Mereka yang melihat iejadian itu sangat terkejut tapi berbeda dengan Rian yang merasa takut melihatnya.