Ghost In Kos

Ghost In Kos
Rencana Coki



Berjalan menuju kelas Coki sangat marah dan kesal melihat kebahagian Adit dan teman-temannya. Sepanjang jalan Raut wajah Coki tampak memerah karena emosinya yang tak kunjung reda. Melihat Bos nya yang tampak kesal Johan mengusulkan untuk membuat teman-teman Adit merasakan apa yang Coki rasakan.


Berhenti sejenak Coki yang terlintas di pikirannya untuk mengambil lliontin Nadin yang di kenalannya, karena menurut perkataan dari Adit dan teman-temannya yang di dengarkannya secara diam-diam itu adalah benda berharga Nadin.


Coki memberi tahukan ide rencananya tersebut kepada Johan mendengar rencana dari Coki Johan berkata Coki mengenai liontin Nadin tersebut.


"Seperti yang kau katakan, aku mempunyai sebuah rencana bagus untuk mereka."


"Apa itu Bos?"


"Apakah kau melihat liontin yang di kenakan gadis itu? Aku dengar itu benda berharga miliknya. Kita akan mengambilnya dan dengan menggunakan itu kita akan mengancamnya!"


"Oh!? Itu rencana yang sangat bagus, Bis!"


"Tentu saja, tidak sepertimu yang hanya memikirkan makanan saja!"


"Tapi Bis…"


"Tapi apa?!"


"Liontin itu memiliki aura mistis bos, yang berhubungan dengan hantu wanita tua yang selalu mengikuti gadis itu!"


"Benarkah itu?! Sepertinya gadis itu juga punya Jin yang menemaninya!"


"Bis itu bukan Jin tapi sesosok hantu!"


"Ahhhh! Apapun itu terserah apa katamu, sekarang kita akan berfokus untuk menyusun rencana."


Coki dan Johan pun kembali ke kelas dengan raut wajah yang cukup senang itu terlukis dari senyum yang tampak jahat di wajahnya, dan tertawa setelahnya seperti orang kesurupan.


Pelajaran berikutnya akan segera di mulai, para murid sudah berada di tmejanya masing-masing. Tampak Coki dengan tidak sabar menunggu Adit dan teman-temannya kembali ke kelas.


Dengan senyum di wajahnya, Coki terlihat sangat menantikan ke datangan Adit. Tidak lama setelah itu Adit dan teman-temannya memasuki kelas sambil bersenda gurau. Coki tidak tahan melihat kebahagian mereka dan langsung berdiri dari bangkunya sembari menggebrak mejanya, itu membuat se isi kelas terkejut kaget dan langsung melihat ke arah Coki yang terlihat seperti kebakaran jenggot.


Johan yang duduk tepat di belakangnya memperingati Coki untuk menahan diri dan bersabar.


"Bis, sepertinya kau baru saja membuat dirimu menjadi pusat perhatian, tenangkan dirimu, Bis!"


"Cih!" Ucap Coki kembali duduk.


Adit dan teman-temannya juga merasa terkejut melihat tingkah Coki barusan. Itu membuat Adi berbisik ke pada Adit dengan berkata.


"Sepertinya dia tampak kesal ketika melihat kita!?*


Nenek Nadin berkata kepada Adit untuk herhati-hati dan menjaga jarak dengan Coki. Tapi untuk menuju meja Adit dan Nadin mereka harus melewati meja Coki yang berada di dekatnya. Adi mengusulkan untuk memutar saja tapi Adit menolaknya dengan Alasan agar bisa membuat Nadin merasa bisa melawan perasaan buruk di dalam dirinya. Dan seperti itu salah satu caranya menurut Adit.


Adi pun mengikuti apa yang di katakan Adit kalau memang itu yang terbaik. Adi dan Rian kembali ke tempat mereka begitu pula dengan Adit yang melirik ke arah Nadin yang merasa tidak nyaman.


Coki yang melihat ada kesempatan berencana merampas liontin yang di kenakan oleh Nadin pada saat Adit dan Nadin melewatinya. Saat Adit sudah melewati meja Coki, dengan senyumannya melihat ke arah Nadin yang sesaat kemudian langsung berdiri dari tempatnya. Sebelum Coki melakukannya Prita datang dan menegur Coki dan menyuruhnya kembali duduk.


Adit dan Nadin yang sudah terkejut dengan tindakan Coki merasa lebih tenang karena Prita datang di saat waktu yang tepat.


Nadin sedikit ketakutan dengan caranya menggenggam tangan Adit dengan kuat. merasakan genggaman Nadin begitu kuat Adit mencoba untuk menenangkannya dan mengatakan kalau saja Adit dan teman-teman yang lainnya akan selalu bersama begitu pula dengan Nenek Nadin yang akan selalu bersama Nadin.


Pelajaran selesai, ini saatnya mereka untuk pulang, meninggalkan kelas duluan Coki tersenyum aneh melihat ke arah Nadin. Adi dan Rian mendekati mereka berdua dan memberitahukan jika ada yang aneh dari kelakuan Coki barusan.


Dengan Adi yang berkata kepada Adit.


"Bukannya dia tidak menyukaimu? Tapi kenapa anak itu malah ingin mengganggu Nadin tadi?"


"Entahlah, aku tidak tahu apa yang di pikirkannya. Alangkah baiknya jika Nadin tetap bersama."


"Mungkin Nadin terlihat lemah jadi anak orang kaya itu berusaha mengganggunya," ujar Rian yang berlagak sok tidak perduli.


Melihat ke arah Rian Adi tertawa dan merangkulnya dengan mengatakan kalau Rian akhirnya berbicara juga. Rian tidak berbicara karena bagaimna pun di8a terkadang merasa takut jika melihat nenek Nadin yang selalu bersamanya, karena katakutannya itu membuatnya tetap diam menahan diri.


Nadin kembali tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Melihat Nadin yang tersenyum membuat Adit merasa sedikit lebih tenang.


Bunyi notifikasi pesan teks dari grup mereka terdengar. Rian yang saat itu memegang handphonenya melihatnya dan membacanya. Isi dari pesan teks itu mengatakan jika saja Tuka dan Ica ada urusan dengan kelasnya dan meminta mereka untuk tidak menunggunya.


Mereka berempat pun pulang  bersama kembali ke kos mereka. Sesampainya di kos, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing dengan saling berpamitan. Tidak dengan Nadin yang menuju lantai 2 bermasa Adit untuk menjemput Keluak yang sudah bersama Indah selama mereka bersekolah.


Saat memasuki kamar, Adit dan Nadin melihat mereka berdua sedang tertidur. Adit mengatakan kepada Nadin yang ingin berterimakasih kepada Indah, kalau saja Indah juga sedang tertidur bersama Keluak di dekatnya.


Adit pun membawakan Keluak kepada Nadin dan akan menyampaikan terimakasihnya kepada Indah jika nanti Indah sudah terbangun.


Tidak lama setelah menemani Nadin kembali ke kamarnya, Adit melihat Indah dan berkata dalam hatinya jika dia sangat bersyukur tidak membawa Indah ke sekolah hari ini.


"Syukurlah kau tidak ikut bersamaku ke sekolah. Jika kau ikutaku tidak tahu kekacauan apa yang akan terjadi saat itu."


Seperti biasanya di setiap malamnya mereka selalu berkumpul di kamar Adit untuk mengobrol tentang apapun itu, tapi pada saat itu Tika tidak bersama mereka karena Tika sedang sibuk untuk membantu Bang Abu di warungnya.


Ica yang tertawa melihat kiriman foto Tika tengah sibuk mengatakan.


"Bagaimana reaksi Tika jika saja kita mengajaknya makan di Nasi goreng hantu punya Nang Ari, ya?"


"Pasti dia sangat senang dengan hal itu!" Jawab Adi dengan tersenyum.


Di tengah tawa mereka, Adit secara riba-tib mengatakan kalau dia mendengar di pertengahan semester nanti akan di selenggarakan festival olahraga di sekolahnya.


Kendengar kabar itu dari Adit, membuat Adi sangat bersemangat dan akan mengikuti setiap perlombaan yang akan ada nanti dengan menunjukkan tubuh atletisnya yang membuat Ica tertawa.


Tapi kebahagian Adi tidak tercerminian di wajah Adit, Nadin dan Rian.