
Dengan nafas yang kelelahan, Vian dengan segera mengajak Adit untuk bergegas ke alamat yang sudah di berikan oleh Rina sewaktu di hotel sebelumnya.
Tanpa berlama lama lagi, Mereka pun menuju ke alamat tersebut dan berharap kalau saja Johan berada di tempat itu.
Di saat perjalanan mereka, Indah yang tampak senang menikmati perjalanan mereka dan mengatakan kalau itu adalah petualangan yang mengasyikkan baginya. Mendengar apa yang di katakan Indah, membuat Adit terheran-heran dan berfikir jika Indah semasa hidupnya tidak pernah merasakan apa yang da rasakan saat ini.
"Wah… ini benar- benar petualangan yang sangat seru, aku sangat menikmati hari ini!"
Adit yang masi belum tahu apapun mengenai Indah dan masalalu nya, selain itu Adit sudah mendapati Indah yang tiba-tiba saja terdiam dengan tatapan yang kosong seperti sedang melihat atau memikirkan sesuat. Itu membuat Adit bertanya-tanya di dalam benaknya dan ingin mengetahui apa yang terjadi di masalalu Indah.
Tidak lama setelah mereka berlari cukup jauh, akhirnya mereka sampai di alamat tersebut dan melihat bangunan panti tepat di depan mereka yang tampak tidak terawat dengan baik.
Ketika melihat bangunan panti tersebut, tampak Adit merasa sedih karena tempat itu tampak memprihatinkan. Walaupun begitu Adit yang melihat anak-anak panti yang sedang bermain di sana, sangat terharu di buatnya.
Mendekati halaman panti, terdapat terlihat seorang anak yang sedang membawa kantungan belanja yang terlihat cukup berat untuknya. Indah yang pertama kali melihatnya merasa ingin membantunya karena tidak tega harus melihatnya kesulitan. Adit yang memberi tahukan niatan Indah kepada Vian dengan segera langsung menghampiri anak kecil itu.
Vian yang tidak asing melihat mobil yang terparkir di sana, merasa pernah melihatnya entah di mana. setelah mengambil semua barang yang berada di dalam mobil untuk membantu anak kecil itu, pergilah mereka ke depan pintu panti sembari membawa barang yang mereka ambil dari dalam mobil di temani dengan anak kecil itu.
Sebelum mereka memasuki panti, tiba-tiba pintu panti terbuka dan ternyata itu adalah Ibu Cika yang terkejut melihat Vian berada di depan pintu membawa barang belanjaannya
Vian yang juga cukup terkejut ketika melihat Ibu Cika yang keluar dari pintu. Sedari tadi Vian sudah merasa mengenali mobil yang berada di depan panti, seperti pernah melihatnya sebelumnya.
Dengan tersenyum ramah, Ibu Cika berterimakasih atas bantuannya dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam.. Setelah berada di dalam Ibu Cika mempersilahkan mereka duduk dan meminta anak panti yang lain untuk membawa barang yang mereka bawah.
Ibu Cika memperkenalkan dirinya sebagai Ibu pengasuh dari panti tersebut dengan memperkenalkan namanya Ria.
Ria memiliki rambut yang panjang yang selalu di ikatnya dan memakai gaun yang tidak begitu mencolok tampak sederhana dengan umur yang masih 30 tahun. Dia adalah pengasuh sekaligus pengurus dari panti asuhan itu yang terletak di pinggiran kota pinus tempat mereka berada sekarang.
Ria juga memberitahukan kepada mereka jika, panti asuhan itu dalam kondisi yang kurang baik karena jauh dari jangkauan perkotaan kebanyakan orang-orang tidak mengetahuinya. Tapi beberapa waktu yang lalu ada seorang anak yang memberikan sumbangan yang lumayan banyak untuk menutupi biaya operasional dari panti tersebut
Adit dan Vian yang mendengar cerita dari Ria sangat berempati dengan kondisi yang ada di panti asuhan itu. Vian yang merasa tersentuh mengatakan kepada ria jika dia akan mengusahakan agar panti asuhan itu mendapat donatur untuk mereka.
Setelah memperkenalkan diri mereka, Adit dan Vian pun memberitahukan tujuan mereka datang kemari untuk mencari seseorang dengan nama Johan.
Mendengar nama Johan di sebut, dengan cepat Ria langsung menyimpulkan jika Adit dan Vian adalah teman dari Johan. tapi sebelum memberitahukan di mana Jihan berada Ria yang melihat ke arah Indah tersenyum manis karena melihatnya sedang bermain dengan hantu dari anak-anak 0anti yang ada di ruangan itu.
Vian yang penasaran memyakan kan apa yang terjadi ketika melihat senyuman dari Ria, tapi dengan cepat Ria mengalihkan pembicaraan kembali ke pada Johan.
Sejak dari awal Adit tahu jika panti itu memiliki aura yang cukup hangat dan sempat melihat sesosok hantu kecil yang berlarian sekilas di dalam ruangan itu.. Adit juga merasakan aura dari Ria yang sama dengan Johan walaupun berbeda. Karena tujuan mereka datang ke tempat itu untuk mencari Joha, membuat Adit tidak ingin mengatakan bahakn menanyakan apapun mengenai Ria dan juga apa yang terjadi di panti itu.
Melanjutkan pembicaraan mereka, Ria mengatakan jika saat ini Johan pergi bersama Cika untuk menemaninya berjaln-jalan bersama sebagian anak panti. Adit pun terdiam mengetahui kalau saja Johan ternyata anak yang baik terhadap anak-anak panti yang ada di sana.
Melihat muka terkejutnya, Ria menyadari sesuatu jika ada hal yang kurang baik terhadap Johan dan teman-temannya. Ria pun bertanya kalau Adit dan Vian keperluannya mencari Johan saat itu. Adit menjelaskan bahwasanya Adit dan Vian adalah teman sekolahnya dan Adit adalah teman kelasnya. Meskipun kelakuan Johan di sekolah kurang baik terhadap mereka dan yang lainnya, Adit dan Vian tidak memberitahukannya kepada Ria dan hanya mengatakan kalau Johan anak yang baik dan karena alasan itu lah mereka ingin meminta bantuan kepada Johan.
Walaupun begitu Adit tidak memberitahukan alasan sebenarnya mengenai bantuan apa yang ingin di minta oleh mereka berdua kepada Johan, mengenai apa yang terjadi kepada Adel.
RRia yang juga tidak ingin tahu mengenai hal itu, hanya tersenyum diam dan memintanya untuk meminum minuman yang sudah di sajikan, kepada mereka sembari menunggu menunggu Johan kembali..
ujuo lama mereka menunggu tapi Johan belum saja kembali ke panti waktu sudah menunjukkan hampir siang hari.. Begitu pula dengan minuman yang di sajikan sudah hampir habis di gelas mereka.
Melihat ke cemasan di raut wajah mereka berdua, Ria memecah suasana dan bertanya mengenai hubungan mereka dengan Johan.
"Bagaimna hubungan kalian dengan Johan? Apa Johan bersikap baik di sekolah?"
Mendengar pertanyaan dari Ria membuat Vian dan Adit cukup canggung untuk menjawabn6a, karena seperti yang mereka ketahui Johan selalu mengikuti Coki kemanapun yang di mana Coki memiliki hubungan buruk dengan mereka semua.
Mereka yang tersenyum canggung merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Ria, Begitu pula dengan Adit yang notabene adalah teman sekelas dari Johan.
Saat mereka tersenyum canggung seperti itu, tidak lama kemudian terdengar dari luar panti suara mobil dan tawa dari anak-anak yang kegirangan berjalan memasuki panti. Saat pintu itu terbuka terlihat Johan yang tertawa bersama anak-anak 0anti yang lain memasuki ruangan itu dan terkejut melihat Adit dan Vian yang berada di sana dengan Adit yang melambai dengan senyum polosnya.