Ghost In Kos

Ghost In Kos
Si Anak Indigo



Kepala yang pening saat terbangun membuka mata, mendengar samar samar suara seorang pria di sebelahnya, memegangi kepalnya yang sedikit pusing, dengan perlahan membangun kan badan nya dan menyenderkan punggungnya jingga ke posisi terduduk menegap kan badan nya.


Memperhatikan sekitarnya,asi belum menyadari dia berada di mana, sehingga dengan jelas suara seseorang pria yang tadi di dengarnya samar samar akhirnya terdengar dengan jelas, sepertinya dia pernah mendengar suara itu dan mengenalinya.


Karena penasaran dia mencari kaca mata yang terletak berada di atas meja di sebelah ranjang tempatnya berada.


Setelah mengenakan kaca mata nya dia menoleh ke arah suara pria yang sedang berbicara.


Dia melihat itu adalah Adit yang sedang memegangi dan mengelus elus rambut dari gadis yang berada di dekatnya, dengan menggunakan seragam sekolah yang sama dengannya.


Ketika rambut gadis itu di elus oleh Adit,dan gadis itu mengangkat sedikit pandangannya yang tertunduk melirik ke arahnya dengan wajah pucat dan rambut yang sedikit menutupi wajahnya.


Karena melihat tatapan seperti itu dan melihat respon Adit yang menarik tangannya dari kepala gadis itu, teriakan pun terdengar darinya dan Adit langsung melirik ke arahnya.


Itulah yang terjadi kepada Rian, dan untuk kedua kalinya dia pingsan lagi.


Adit yang heran dan bertanya tanya apa yang membuatnya berteriak histeris seperti itu.


"Apakah dia baik baik saj, berteriak histeris seperti itu?" Ucap Adit melihatnya.


Guru yang bertugas menjaga uka dengan segera masuk ke ruang istirahat tempat mereka berada dan menanyakan apa yang telah terjadi?.


"Apa yang terjadi di sin?" Masuk dan langsung melihat ke arah Rian dan Adit.


Melihat Adit yang sudah tersadar, guru itu kemudian menanyakan kenapa Adit berteriak?, Kerena guru itu mengira itu suara dari Adit.


"Maaf Bu itu bukan dari saya tapi dari Rian, dia sudah sadar tadi tapi di berteriak dan pingsan lagi setelah melihatku." Jawab Adit kepada guru itu.


Setelah mendengar jawaban dari Adit guru uka langsung memeriksa kondisi Rian untuk memastikan Rian baik baik saja.


Adit yang bergerak ingin beranjak dari ranjang uka, di tahan oleh guru yang merawatnya, guru itu mengatakan untuk tidak melakukan aktifitas, dan menyuruhnya tetap berada di sana untuk beberapa waktu.


"Kmu mau kemana?, Lebih baik kamu istirahat dulu untuk beberapa saa!"


"Tapi Bu, aku sudah di sini cukup lama dan sudah ketinggalan jam pelajaran di hari pertamaku!"


Indah yang mendengar perkataan Adit, semakin merasa bersalah, karena perbuatannya kepada Adit hari ini.


"Tidak apa kamu bisa mengejar pelajaran yang tertinggal, karena temanmu tadi datang mengjengukmu dan memberikan buku cacatan dari pelajaran yang kau lewatkan." Ucap guru itu.


"Mungkin itu Adi!" Pikirnya.


Adit yang mengikuti perkataan Bu guru itu, berharap tidak lagi terjadi hal buruk di hari pertamanya di sekolah setelah guru itu pergi, Adit melihat ke arah indah lagi dan mendapatinya Masi duduk diam tertunduk dengan rambut yang jatuh menutupi wajah nya.


Adit tidak tahu lagi harus berbuat apa agar indah tidak murung dan bisa kembali seperti biasa.


Selang beberapa menit akhirnya Rian tersadar kembali, melihat itu Adit langsung duluan menyapanya agar dia tidak pingsan lagi.


"Kau sudah bangun yah?" Tanya Adit tersenyum.


"Uj! … Iya, kepalaku terasa pusing!?" Jawab Rian memegangi kepalanya.


Setelah menjawab pertanyaan Adit, lagi lagi Rian melihat ke arah indah dan mendapati indah yang duduk terdiam menunduk dengan rambut yang jatuh menutupi wajah pucat nya yang sedikit terlihat dari selah selah rambutnya.


"Huh! … Siapa gadis menyeramkan itu? Rian yang sedikit terkaget melihat indah.


Adit yang mendengar perkata Rian itu, panik kalau saja indah akan marah mendengarnya.


Setelah tahu indah tidak merespon Adit sedikit lega, tapi rasa terkejutnya belum hilang karena Rian bisa melihat indah, padahal saat ini indah tidak menampakkan wujudnya.


"Tunggu sebentar!?, Apakah kau bisa melihatnya?"


"Kau pikir aku buta!, Tentu saja aku bisa melihatnya!, Itu hantu mu kan suruh dia pergi dari sini!" Kata Rian dengan panik dan ketakutan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Percakapan di antara mereka pun terjadi, Adit yang penasaran kenapa Rian yang bisa melihat indah dengan jelas, bertanya kepada Rian,


"Bagaimana kau bisa melihatnya?" Tanya Adit.


Rian ingin bersikap tetap keren dan cuek di depan Adit karena mengingat kejadian tadi di depan gerbang sekolah Rian telah mengacuhkannya, tapi karena dia begitu takut melihat indah, Rian tidak bisa melakukannya.


"Aku memang sudah bisa melihat hal seperti ini sejak kecil, kenapa kau bertanya, bukankah kau juga sama?"


"Aku dari kecil hanya bisa merasakan kehadiran mereka dan tidak bisa melihatnya secara langsung*


"Lalu! Kenapa kau bisa menyentuh dan melihatnya saat ini?" Tanya Rian yang masih ketakutan menutupi wajahnya.


"Itu cerita panjang, tapi aku dari desa bambu, dan kamu semua yang tinggal di desa itu sebagian besar dapat melakukannya"


"Untuk itu bisakah kau bersikap tenang , Dan tidak menutup wajah mu seperti itu?" Lanjut perkataan Adit dengan tersenyum polos kepada Rian.


"Suruh hantu mu itu untuk pergi!, Setelah itu aku akan bersikap tenang"


Adit yang menghembuskan nafasnya. Merasa kalau ini bakalan merepotkan. Dan melihat ke arah indah yang masi seperti itu.


Adit berusaha membuat situasi agar menjadi lebih baik. Dan menyuruh Rian untuk bersikap biasa saja. Rian tidak bisa mengikuti perkataan Adit karena pada dasarnya Rian adalah orang yang sangat penakut yang ingin terlihat keren.


"Namanya indah, dia hantu yang ramah jadi kau tidak perlu takut."


Rian yang tidak semudah itu untuk menjadi tenang membantah perkataan Adit.


"Kau bilang itu ramah!?, Coba liat dia baik baik dengan wajah yang pucat seperti itu, itu sangat menyeramkan."


Adit berusaha membuat Rian tenang dan kata kata yang keluar dari mulutnya tidak membuat indah tersinggung dan membuatnya marah.


"Baiklah kalau begitu! Pertama Tama ceritakan kenapa kau bisa melihat nya? Tanya Adit untuk mengalihkan perhatian Rian.


"Aku sejak dari kecil memang sudah bisa melihat dan merasakan kehadiran mereka!" Jawab Rian dengan wajah tertutup ketakutan.


"Apa kau juga berasal dari desa yang sama dengan ku?"


"Jangan samakan aku dengan mu yang dari kampung!"


Adit yang mendengar perkataan Rian itu membuat ekspresi yang aneh.


"Aku sedari kecil sudah memiliki kelebihan seperti ini, dan aku bukan berasal dari desa yang kau sebutkan barusan itu!"


"Lantas dari mana kau berasal?"


"Aku berasal dari kota sebelah, dan orang orang di sana menyebut seseorang yang bisa melihat dan berinteraksi dengan hal gaib adalah anak indigo!"


"Indigo?"


Jawab Adit terheran yang bertanya tanya mendengar sebutan itu di pikirannya!.