
Adi, Ica, Nadin dan Rian yang bersembunyi di belakang Adi, berjalan menuju meja mereka. Ica yang berada di belakang mereka berdua dan Nadin, mengatakan kepada Rian untuk bersikap biasa dan untuk tetap tenang, sementara itu Nadin melihat Rian yang bersembunyi memegangi Adi hanya tertawa kecil, merasa lucu dengan tingkah Rian.
"Bersikaplah seperti biasa dan tetap tenang, atau orang-orang di sini akan tersinggung dengan sikapmu."
"Ada apa denganmu Rian, berhentilah memegangi pundakku, bukankah kau tidak suka berdekatan dengan pria?"
"Ini karena salahmu telah menarikku ke tempat ini!"
Mendengar perkataan Rian, Adi dan Nadin terheran, dan bertanya-tanya di benaknya tentang tempat ini yang hanya warung nasi goreng kaki lima biasa. Wajar saja Adi dan Nadin merasa heran, karena mereka belum mengetahui kebenaran dari tempat itu.
"Apa yang kau bicarakan, ini hanya warung makan kaki lima biasa pada umumnya!"
Setelah mereka duduk di tempatnya masing-masing, Ica menjelaskan kepada mereka berdua Adi dan Nadin kalau saja tempat ini yang datang bukan hanya manusia tapi juga beberapa hantu yang menampakkan diri yang bisa mereka lihat seperti manusia pada umumnya.
"Mungkin kalian berdua belum mengetahuinya, tapi tempat ini memiliki pelanggan hantu, yang menampakkan diri mereka"
Adi dan Nadin sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan Ica, tapi mereka menganggapnya seperti biasa karena teman mereka sendiri bisa merasakan, melihat dan bahkan berteman dengannya.
Tanpa menarik 0wehatian, Ica menunjukkan yang mana di antara para pelanggan yang manusia dan hantu. Adi dan Nadin sedikit mengerti dengan penjelasan Ica. Dengan tiba-tiba Nadin bertanya kepada Ica apakah nenek Nadin juga bisa menampakkan dirinya.
"Jadi, di tempat ini tidak semua yang berada di sini itu manusia, ada juga hantu beberapa dari mereka. Contoh meja yang di San itu, seorang pria dan wanita yang sedang makan berdampingan, prianya manusi biasa dan wanita itu adalah hantu."
"Kalau begitu apakah nenekku juga bisa menampakkan diri seperti mereka?"
Sebelum berbicara menjelaskan kepada Nadin Prita datang menghampiri dan mengatakan kalau itu bisa dilakukan.
"Ya, tentu saja bisa! Tapi tidak untuk sekarang."
Nadin yang mendengar apa yang diucapkan oleh Prita bertanya.
"Kenapa tidak bisa untuk sekarang ini?"
"Karena ini masih tempat umum, dan tidak semua yang berada di sini itu hantu., Ada juga orang biasa yang mungkin saja akan takut jika nenekmu muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka," jawab Prita sembari memegangi kepala Nadin.
Ica teringat dengar perkataan yang sama dengan apa yang di katakan oleh nenek Nadin melalui Adit kemarin. Ica dengan senyumnya menyampaikan apa yang di katakan nenek Nadin kepada Nadin.
"Benar apa yang di katan Bu Prita, dan itu juga yang pernah di katan oleh nenekmu sendiri kepada aku dan Adit."
"Jadi kamu juga bisa melihat dan berbicara dengan nenekku?"
"Tidak aku tidak bisa melakukan itu, tapi aku mendengarnya dari Adit."
Adi yang tertawa melihat tingkah Nadin dan mengatakan kalau Nadin akhirnya bisa berbicara dengan lancar tanpa gugup sama sekali membicarakan neneknya, lalu kemudian menjahilinya dengan berkata apa bisa Nadin berkata se-lancar itu di depan Adit kalau membicarakan mengenai neneknya. Adi sangat penasaran melihat itu.
"Hahahaha. Sepertinya kau bisa lancar berbicar jika menyangkut dengan nenekmu. Tapi apakah kau bisa berbicara dengan lancar di hadapan Adit seperti saat ini?"
Berbicara mengenai Adit, Ica pun bertanya-tanya kemana perginya Adit. Menjawab pertanyaan Ica Prita mengatakan kalau dia sedang berbicara dengan Bang Ari.
"Ngomong-ngomong, kemana perginya Adit?"
"Dia masih berada di sana bersama Bang Ar," jawab Prita sembari menunjuk ke Arah mereka berdua, Adit dan Bang Ari.
Mereka berempat pun memesan makanan, dengan Rian yang masi merasa takut yang coba di tenangkan oleh Prita.
Di beberapa saat yang lalu, Adit yang seperti mencari sesuatu di tegur oleh Bang Ari, dengan mengatakan apa yang sedang Adit cai. Dengan spontan Prita menambahkan kalau apa yang dicari oleh Adit itu Pak Ramli dan Bu Irma sosok hantu dari orang tua angkat Bang Ari
"Ada apa, kamu sedang sesuatu, Adit?"
"Apa kamu mencari Pak Ramli dan Ibu Irma? Jika kamu mencari mereka berdua, saat ini mereka berdua tidak ada, karena itulah aku yang membantu Ari di sini."
"Ya, seperti yang Bu Prita katakan, aku mencari mereka berdua."
"Saat ini orang tuaku lagi istirahat, mereka berdua sedang kelelahan akibat menampakkan dirinya secara terus-menerus, karena itulah aku meminta bantuan Prita untuk saat ini."
"Bukankah hal itu sama dengan kondisi Indah saat ini, yang sedang tidak sadarkan diri?"
"Apa kamu sudah lupa, bukankah aku sudah memberitahukan ini kepadamu, Adit?"
Setelah mendengar perkataan Bang Ari, Prita pun pergi menghampiri para pelanggan yang baru datang. Adit menjelaskan apa yang sudah terjadi kepadanya hari ini, tapi Bang Ari seketika menghentikan perkataan Adit karena Bang Ari sudah mengetahuinya dari Prita. Sedikit terkejut Adit baru menyadari dan menanyakan apa hubungan diantara mereka berdua, Bang Ari dan Prita.
Bang Ari menjelaskan tentang hubungan diantara mereka berdua, dan bagaimna mereka berdua bisa bersama.
Prita adalah teman kampus dari Bang Ari, mereka berdua sering bertemu saat di kantin dan tidak sengaja mereka berdua di minta untuk mengusir hantu yang sering menjahili para murid-murid di kampus, tepatnya hantu itu sering menjahili makanan para murid di kantin.
Mereka berdua akhirnya saling mengenal dan mengetahui dan aalng mengetahui latar belakang masing-masing diantara mereka. Itulah saat pertamakali mereka berdua bertemu, dan beberapa bulan setelah itu Bang Ari sudah tidak pernah masuk kuliah lagi.
Bang Ari memberitahukan kepada Adit untuk bersikap tenang, karena Indah pasti baik-baik saja Indah hanya kehabisan tenaga, dan memastikan kalau Indah akan segera sadar.
Bang Ari juga menambahkan jika kejadian itu terulang kembali, Bang Ari menyarankan untuk memakaikannya benda yang memiliki ikatan dengan Indah, karena itu adalah salah-satu cara terampuh. Bang Ari juga membisikkan satu cara yang paling ampuh kepada Adit yang membuat Adit sangat terkejut mendengarnya.
"Jika kejadian itu terulang lagi, kamu harus memakaikan benda yang memiliki perasaan khusus kepadanya atau kamu bisa membantu ke tempat di mana perasaannya itu terikat."
"Pantas saja pada saat itu Bu Prita segera mengambil gelang yang kukenakan dan memakaikannya kelengan Indah!" Ucap Adit dalam Hatinya, mengingat apa yang sedang terjadi barusan.
"Atau kamu bisa menggunakan cara yang satu ini, jika itu terulang kembali, kamu bisa memeluknya kemudian cium dia!"
jangan lupa like, share dan juga dollow. silahkan komen untuk kritik yang membangun