Ghost In Kos

Ghost In Kos
Ghost In Kos



Foto adalah gambar diam dari suatu objek baik itu berwarna maupun hitam-putih, yang di hasilkan oleh kamera di suatu kejadian atau keadaan pada suatu waktu.


Tika sangat bersemangat dan tidak sabaran untuk melihat hasilnya. Saat mereka semua melihat hasil dari foto itu tampak jelas 2 banyangan hitam di belakang mereka.


Bayangan hitam dari hasil foto itu adalah gambaran dari Indah dan Nenek Nadin yang tidak mampu di tangkap oleh sebuah kamera. Karena seperti tampak menyeramkan Tika dengan idenya untuk mengedit foto itu agar 2 bayangan itu tidak terlihat menyeramkan.


Malam itu mereka semua sangat senang karena bisa bertemu dan menjalin hubungan pertemanan. Dengan ide-idenya Tika mengusulkan untuk membuat sebuah grup. Adit dan yang lainnya tidak pernah kepikiran untuk melakukannya, karena berfikir mereka baru saja beberapa hari ini bertemu dan mereka bertempat tinggal di tempat yang sama jadi tidak pernah ada yang memikirkan itu semua.


Tika membujuk mereka semua karena Tika tidak tinggal di kos bambu seperti Adit dan yang lainnya. Melihat Tika aanagt bersemangat dan mdnggebu-gebu, Adit mencoba untuk menenangkannya dan mencoba membujuk yang lainnya untuk mempertimbangkan usulan ide dari Tika.


Mereka berunding atas usulan dari Tika yang ingin membuat grup mereka. Rian dengan tegas tidak setuju dengan usulan tersebut, karena Rian tidak ingin terlibat dengan hal-hal seperti itu. Itu seperti Adit yang melihat dirinya sendiri di dalam tubuh Rian yang juga ingin menghindari hal-hal mistis dan gaib, karena itulah Adit pergi ke kota.


Adi mencoba untuk menenangkan Rian yang menolak dengan usulan tersebut


Dengan mengatakan kepadanya kalau mungkin saja tidak seburuk seperti yang Rian bayangkan.


"Aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan kalian!" Ucap Rian menolak.


"Ayolah!? Mungkin saja akan menyenangkan jika membuat sebuah grup,"


"Menyenangkan katamu?! Bagaimna jika dia menceritakan cerita konyolnya lagi yang dia dengar dari orang-orang dan membuat kita ikut mencari kebenaran dari cerita itu, kau pikir itu menyenangkan?" Kata Rian dengan sangat kesal.


Mendengar apa yang di katakan Rian, membuat Ica mengingat rencana dan tujuannya yang pernah di beritahukan kepada Adit dan begitupula dengan Adit setelah Ica mengatakannya.


"Aku setuju dengan usulan Tika," ucap Ica dengan mengacungkan tangannya ke atas.


Di susul dengan Tika dan Nadin yang juga setuju. Adit dan Adi juga dengan usulan tersebut dan membujuk Rian untuk setuju dengan rencana untuk mbuat sebuah grup. Ica juga menambahkan kalau saja semakin banyak orang di dalam grup semakin bagus dengan senyum manis kepada Rian.


"Akan lebih baik jika anggota grup lebih banyak, kamu tidak perlu takut lagikan, mungkin saja ini bisa membuat ketakutannya sedikit berkurang?"


Mendengar apa yang di katakan Ica dengan senyum di wajahnya, itu membuat Rian sedikit luluh dan melunakkan egonya.


Setelah berpikir lama Rian juga setuju dengan rencana membuat sebuah grup. Akhirnya setelah beberapa lama grup mereka terbentuk dan membuat grup chat untuk berkomunikasi kedepannya.


Saat mereka membuat grup chat mereka bingung untuk menamainya apa. Saling bertukar pikiran menentukan nama tapi tidak ada yang sesuai dengan ke inginkan mereka. 30 menit berlalu hanya memikirkan sebuah nama untuk grup mereka.


Tidak lama kemudian Tika yang melihat handphone Adit yang menampilkan foto kebersamaan mereka, secara tidak sengaja Tika memikirkan sebuah nama yang cocok untuk grup mereka.


"Aku tahu akan memberi nama apa!?"


"Apa itu lebih baik dari nama yang kau pikirkan sebelumnya?" Cetus Rian.


"Tentu saja!" Ucap Tika dengan bangga.


"Katakan apa nama yang kamu pikirkan?" Tanya Ica penasaran.


Mereka semua tertegun mendengar nama yang di usulkan Tika. Mereka tersenyum senang dan menutujui usulan nama tersebut. Ica pun bertanya kepada Tika dengan berkata.


"Dari mana kamu mendapatkan nama itu?"


*Hehehe… kalau itu aku tidak sengaja melihat foto kita yang di ambil barusan dan melihat 2 banyang hitam di foto itu dan saat ini kita berada di kamar Adit yang tidak lain adalah kamar kos. Disitulah aku mendapatkan nama ini," ujar Tika tersenyum.


"Itu adalah nama yang bagus sangat sesuai dengan tempat terbentuknya grup ini…" ucap Adi  dengan semangat.


Mereka pun bersorak dan bersulang atas terbentuknya grup mereka. Dengan sedikit perbincangan kecil dan canda tawa mereka merayakannya.


Jam 9 lewat beberapa menit, mereka memutuskan untuk menyudahi pertemuan mereka dan Adi mengusulkan untuk mengantarkan pulang Tika yang juga di temani oleh Adit. Nadin yang juga mengusulkan untuk ikut tapi dengan tegas Ica melarangnya begitu pula dengan Adit.


Sedikit kecewa Adit mencoba memberikan pengertian untuk Nadin yang tampak kecewa.


"Maaf tapi ini untuk kebaikanmu jadi kuharap kamu bisa mengerti, lebih baik kamu istirahat saja."


"Iya betul itu, kau tidak usah cemas ada kami berdua yang menemaninya pulang dan mengantarnya sampai depan rumahnya!* Ucap Adi tersenyum bangga.


"Alangkah baiknya jika kita perempuan tidak usah menemaninya," ujar Ica membuat Nadin agar mengerti.


Dengan diamnya Nadin mengerti maksud baik dari teman-temannya.


Malam yang dingin, mereka sudah berada di depan rumah Tika. Adit dan Adi berpaminatan untuk pulang dan Tika berterimakasih atas kebaikan dan perhatian mereka yang telah mengantarnya pulang dan mengucapkan selamat malam pada mereka berdua.


Saat di perjalan pulang Adi tersenyum tipis memikirkan Tika yang terbanyang di benaknya.


"Sepertinya aku menyukai gadis itu!?" Ucap Adi dengan spontan sedikit melamun.


Adit sedikit terkejut mendengar perkataan Adi yang tina-tiba. Karena melihat Adi begitu di penuhi dengan kegembiraan, Adit mencoba mengerjainya dengan berlari meninggalkannya sembari menakut-nakutinya.


Mereka pun berlari bersama dengan senyum bahagia menuju kos mereka.


Pagi menjelang, Adit segera berangkat ke sekolah dan mengatakan kepada Indah untuk menjaga kamar. Saat membuka pintu Adit di kejutkan dengan Nadin yang sudah berada di sana dengan Keluak yang di gendongnya.


Saat Nadin menyapa, Keluak langsung melompat masuk ke kamar Adit. Dengan senyumnya yang manis Nadinwminta tolong kepada Indah untuk menjaga Keluak hari ini, dan untuk rasa terimakasihnya Nadin akan membelikannya sesuatu nanti sepulang sekolah. Perkataan Nadin sangat membantu untuk membentu emosi Indah yang kadang-kadang berubah dengan cepat, Adit berterimakasih atas itu kepada Nadin yang teraipuh malu.


Saat di perjalanan menuju sekolah Adit dan teman-temannya saling bercanda satu sama lain, tapi Adit yang berada di belakang tina-tiba mendengar Nenek Nadin mengucapkan terimakasih atas perlakuan mereka terhadap Nadin Samapi saat ini.


Adit hanya tersenyum senang mendengar perkataan dari nenek Nadin. Nenek Nadin pun berkata kepada Adit yang membuat Adit sedikit terkejut.


"Mungkin nenek akan kembali melihat Nadin yang dulu, yang ceria seperti biasa dan tidak takut untuk berbicara dengan orang lain, setelah Nenek melihat itu semua mungkin nenek akan menyebrang ke alam sana dengan tenang." Senyum bahagia dari nenek Nadine.