Ghost In Kos

Ghost In Kos
Anak Baru



Adit berjanji akan selalu membuat Nadin tersenyum dan kembali ceria serta memiliki banyak teman. Nenek Nadin sangat senang mendengar semua apa yang telah di katakan oleh Adit.


Dari kejauhan Adit dan kawan-kawan melihat Tika yang sedang menunggu mereka di depan warungnya. Melambaikan tangan dengan begitu ceria dan senyum di wajahnya membuat Adi tersipu. Meski agak sedikit canggung Adi mencoba menyembunyikan perasaan tersebut dan berbalik menyapa Tika dengan gayanya.


"Melihat dan mendengar kicauan sepasang burung di 0agi sangatlah indah," ujar Adit mencoba menggida Adi.


Adit tahu jika saja Adi sangat tertarik dengan Tika, maka dari pada itulah Adit menggoda Adi sama seperti biasa dia lakukan kepada Nadin.


Sesampainya di sekolah mereka berpisahenuju kelas mereka masing-masing, Coki yang terlihat sudah menunggu Adit tersenyum aneh kepada mereka. Adi pun berkata kepada Adit.


"Tampaknya dia sudah merencanakan sesuatu kepadamu."


Adit hana6a tersenyum menghela napas panjang mendengar itu. Sebelum jam pertama di mulai Prit memperkenalkan murid baru yang akan bergabung dengan kelas mereka.


Prita mempersilahkan murid itu masuk. Saat memasuki kelas anak baru itu berjalan dengan gaya yang narsisi dan senyum yang narsis di tunjukannya. Anak itu mengucap salam Dan memperkenalkan dirinya..


"Selamat pagi semu! Perkenalkan namaku adalah Johan cenayang hebat di masa depan!"


sebagian dari kelas itu tertawa setelah mendengar perkenalan diri Johan yang mengatakan dirinya Adalah seorang cenayang. Karena kesal Johan membuktikan kemampuannya dan mengatakan kepada seluruh yang ada di kelas itu untuk berhenti tertawa.


Johan dengan gaya seperti sedang mendeteksi sesuatu dengan menutup mata sembari menggerak-gerakan tangannya, menunjuk ke arah Nadin dan mengatakan kalau saja Nadin sedang di ikuti oleh sesosok hantu wanita tua.


Semua orang terdiam dan bertanya-tanya tentang kebenaran perkataan Johan. Melihat Nadin yang gelisah dan merasa tidak nyaman Adit dengan segera menepis perkataan Johan dengan menganggapnya salah menuduh.


Dengan tegas Johan mengatakan akan melenyapkan sosok wanita tua itu yang mengikuti Nadin. Tapi sebelum Johan melangkah lebih jauh Prita dengan cepat menenangkan seisi kelas dan menyuruh Johan untuk duduk di mejanya serta memberitahukan untuk tidak melakukan hal yang tidak perlu.


Dengan gaya narsisnya Johan berjalan menuju ke mejanya yang berada di belakang Coki sembari menegurnya dengan memanggilnya Bos.


Nadin sangat takut jika dia melakukan hal buruk kepadanya, melihat Nadin yang gelisah Adit mencoba menenangkannya dan berkata untuk tidak perlu cemas karena ada dia, Adi dan Rian di sisinya.


Adit sangat bersyukur karena tidak membawa Indah untuk ikut bersamanya ke sekolah, jika saja dia membawanya mungkin kondisinya akan lebih buruk dari pada ini.


Jam istirahat, beberapa dari murid-murid berbisik mengenai apa yang di katakan Johan dan sebagian mpercayainya. itu membuat Nadin sangat terganggu dan merasa tidak nyaman berada di sana.


Adit mengajak mereka untuk pergi dari kelas dan mencari tempat yang lebih nyaman untuk Nadin.


"Lebih baik kita pindah ke tempat yang lebih nyaman untuk Nadin agar dia bisa sedikit tenang"


"Baiklah!"


Setuju dengan usulan Adit, mereka pun pergi meninggalkan kelas. Sebelum mereka keluar kelas Coki menahan mereka di pintu keluar dan tersenyum menyebalkan.


"Bisakah kau tidak mengganggu kamu?" Ujar Adi sedikit kesal.


"Aku akan selalu membuat kalian membayar apa yang telah di lakukan temanmu itu kepadaku!" Cetus Coki sembari menunjuk ke arah Adit.


Hanya bisa tersenyum polos Adit membalas perkataan Coki.


"Bukannya permasalahan di antara kita sudah selesai?"


"Ini tidak akan pernah selesai sebelum aku membalas atas perbuatannya dan membuatmu di keluarkan dari sekolah ini."


Adi yang berbisik ke pada Adit mengatakan kalau saja senyum menyebalkan Coki pagi tadi dimaksudkan untuk ini


"Adit? Sepertinya maksud dari senyum Coki di pagi tadi adalah untuk membuatmu tidak nyaman selama berada di sekolah ini."


"Tunjukan Jinmu sekarang biar Johan yang akan memusnakannya," ujar Coki dengan senyum menyebalkan.


Adi kembali berbisik kepada kepada Adit dengan berkata.


"Apa yang dia maksud Jin itu, Indah?"


"Mungkin saja seperti itu," jawab Adit dengar senyum tidak nyaman.


Adit mengatakan kepada Coki kalau Kin yang dimaksudnya itu tidak ada.


"Maafkan aku tapi saat ini, jin yang kau maksud itu tidak Ada,"


Tidak percaya begitu saja dengan omongan Adit, Coki menyuruh Johan untuk memastikannya. Johan tidak merasakan dan melihat apa-apa di sekitar Adit dan mengatakan hanya ada hantu dari wanita tua di belakang Nadin.


"Maaf Bos, tapi aku tidak merasakan apa-apa dari orang ini, aku hanya melihat wanita tua yang dari tadi berada di belakang gadis itu!"


"Dasar tidak berguna!* Bentak Coki.


Coki melanjutkan ucapannya dengan berkata, "untuk saat ini kau beruntung lain kali aku tidak akan melepaskanmu, dan untuk kau saat ini aku belum punya masalah denganmu!" Dengan melihat ke arah Nadin.


Coki dan Johan pergi meninggalkan mereka, dan setelah kejadian itu para murid lain yang melihat kejadian itu semakin bertanya-tanya kepada mereka berempat.


Menghela napas merasa lega melihat Coki dan Johan sudah pergi, Adit mengatakan untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir dengan ucapannya Coki.


Dari kejauhan di sepanjang lorong terdengar suara langkah sepatu yang berlari ke arah mereka. Itu adalah Tika dan Ica yang datang menemui mereka setelah membaca pesan yang di kirimkan oleh Nadin sebelumnya.


Melihat Nadin yang merasa gelisa, Ica menghampirinya dan memeluknya untuk menenangkannya.


"Apa yang terjadi kepada kalian?" Tanya Tika penasaran.


"Di kelas kamu ada anak baru yang mengatakan kalau dia adalah seorang cenayang!" Ujar Rian.


"CENAYANG!?" ucap Ica dan Tika terkejut.


Samar-samar di ingatannya Tika pernah mendengar kata itu. Tika hanya menjelaskan sedikit ditelnya tapi itu tidak menjelaskan apapun.


Adit mengatakan bahwasanya Johan juga bisa merasakan dan melihat Hantu dan selain itu Adit mengatakan kalau Johan juga bisa menghilangkan keberadaan Hantu.


"Kita pikirkan itu untuk nanti, sekarang kita ke tempat lain agar Nadin bisa lebih tenang," ujar Tika.


Ica juga memberitahukan kepada teman sekelas Nadin agar tidak perlu terlalu di pikir atas kejadian yang telah terjadi sebelumnya.


Saat berada di tempat yang lebih tenang, Tika sedikit mengingat dan menjelaskannya kembali kepada mereka.


"Aku pernah mendengar orang memiliki kemampuan untuk mengusir hantu, seperti yang pernah ku dengar orang itu memiliki kemampuan khusus."


Prita yang entah sejak kapan berada di sana menambahkan dan menyubur orang dengan kemampuan seperti itu di sebut cenayang.


"Ya, kamu benar orang itu di sebut cenayang!"


Mereka semua terkejut mendengar suara seorang perempuan, melihat Prita yang muncul entah dari mana.