
Setelah sampai di depan halaman kosan mereka bertiga kembali kemarnya masing-masing dengan mengucapkan salam kepadaku. Aku yangasi berdiri di jalam kosan dan menatap ke arah bangunan itu.
Aku masi berfikir tentang apa yang di katakan Ica barusan, tapi mungkin itu ada benarnya juga. Setelah berfikir lama aku mulai melangkahkan kaki ku berjalan menuju kamar ku, kamar nomor dua belas, yang juga di tinggali oleh sesosok hantu gadis cantik.
Beberapa menit sebelum mereka berempat sampai di kosan mereka.
"Adit!, Aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu?" Kata Ica yang berjalan di sebelah Adit.
"Ada apa? Apa yang ingin kutanyakan Ica?"
"Pertama-tama apa yang kamu lakukan di kamar mu sehingga kita harus berbelanja jam segini?"perkataan Ica dengan sedikit memarahi.
"Hehehe...,. Maaf kan aku,setelah kalian pergi dari kamarku aku berbaring sejenak dan ketiduran" jawab Adit dengan senyum polosnya.
Adit berbohong kepada Ica karena kejadian sebenarnya tidak seperti itu, dan mungkin Ica juga tahu kalau Adit sedang berbohong.
"Baiklah kita ke inti pembicaraannya, apakah kamu merasakan apa yang ada di sekitaran Nadin?, Karma melihat mu pertama kali senyum kepadanya tapi senyuman mu itu tidak mengarah kepadanya. Jadi apa yang kamu lihat pada diri Nadin?"
Adit setelah mendengar perkataan Ica tiba-tiba dengan cepat memalingkan pandangannya dari mata Ica.
"Ada apa? Apa yang kamu ketahui tentang Nadin? Aku tahu kamu pasti bisa melihat apa yang tidak bisa kami lihat, ingatlah kita ini dari desa yang sama, dan seperti yang kamu tahu penduduk desa kita sebagian besar bisa merasakan hal-hal seperti itu dan tidak sedikit dari penduduk desa bisa melihatnya termasuk dirimu"
Dengan memberhentikan langkahnya ,Adit terdiam sejenak memikirkan. Dengan mendengar sahutan dari Adi yang sudah berada cukup jauh di depan, Adit melanjutkan langkahnya dan mengatakan maaf ke pada Adi yang sudah berada jauh di depannya.
Dengan berjalan bersebelahan Adit dan dan Ica melanjutkan pembicaraannya san menjawab pertanyaan Ica sebelumnya.
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin bertanya kepada mu, apa yang kamu rasakan saat melihat dan mendekati Nadin sewaktu di koperasi tadi?"
"Kamu melihat kami yah?. Saat aku melihat Nadin aku merasakan aura yang sangat tenang dan baik berada di sekitarannya.." belum selesai dengan perkataan Ica Adit langsung memotongnya.
"Yah kamu benar, aku bisa melihat aura itu dan wujud dari aura yang kamu Rasakan itu adalah sesosok nenek yang murah senyum"
"Ternyata benar kamu bisa melihatnya, tidak seperti aku yang hanya bisa merasakan aura kehadirannya. Apakah kamu tahu mengapa nenek itu mengikuti Nadin?"
"Aku belum tahu pasti Ica, tapi dengan apa yang di katakan oleh omah ku, ada kemungkinan besar kalau nenek itu Masi punya urusan yang belum terselesaikan atau mungkin sebuah penyesalan. Entahlah"
"Kamu benar Adit, itu juga sama seperti apa yang di jelaskan oleh omah ku juga, tapi aku tidak bisa membantunya karena aku hanya bisa merasakannya tidak bisa melihat dan mengajaknya bicara."
"Ica, dengan perkataanmu seperti itu, apa yang ingin kamu lakukan jika bisa mengobrol dan melihatnya?"
"Aku mungkin akan membantunya untuk mencari tahu penyesalan apa yang ada padanya agar mereka bisa kembali ke alam sana." Ica mengatakan itu Dengan senyumannya yang mengarah ke adit
"Jadi secara tidak langsung kamu ingin aku membantu mereka untuk kembali ke tempat semestinya mereka berada?" Tanya Adit dengan perasaan Adit melihat senyum Ica.
"Kau tepat sekali! Tenang saja aku akan membantumu. Mungkin inilah takdirmu yang harus kau jalani dengan membantu mereka yang tidak bisa kembali ke tempat mereka seharusnya berada." Ica mengatakan itu dengan perasaan yang gembira.
"Baik lah aku duluan yah," kata Adit berjalan menjauh dari Adit menuju kamarnya.
"Sa.. sampai jumpa besok di sekolah" kata Nadin dengan terbara-bata kepada Adit dan nenek yang mengikuti Nadin tersenyum dan mengucapkan terimakasihnya kepada Adit dan Ica.
Dan yang terakhir Ica kembali ke kamarnya dengan mengatakan kepada Adit untuk memikirkan permintaan Ica kepadanya.
Adit memandang ke arah seluruh bangunan kos nya dan menghelai nadasnya. Setelah Adit melakukan itu dia pun melangkah maju menuju kamarnya.
Setelah lelah berbelanja kebutuhan sekolahjya untuk besok, Adit sampai di depan pintu kamarnya dan langsung membuka kamarnya tetapi dia kaget dengan apa yang telah dia lihat.
Dia melihat indah yang berdiri melototinya dengan muka pucat dengan rambut terurai menutupi wajahnya, menatapi Adit dari selah-selah rambut yang menutupi wajahnya.
"Aaaahhhkkkkkk!!!" Teriak Adit dengan penuh ketakutan
"Hahahaha... Kau terkejut yah melihatku" kata indah dengan tawa terbahak-bahak.
"Apa yang kau lakukan? Kau membuatkku takut, jangan pernah lakukan itu lagi kepadaku"
"Itu hukuman karena kau pergi terlalu lama" kata indah yang masi tertawa melihat ekspresi Adit.
"Bukannya kau tahu aku sedang mencari kebutuhan sekolah untuk besok? Dan aku sudah membelikanmu seragam yang kau mau dan juga makanan untukmu" dengan sedikit kesal Adit mengatakan itu.
"Maafkan aku telah berbuat buruk kepadamu, aku hanya ingin bermain denganmu karena aku merasa ada hal yang agak berubah dari diriku sejak pagi tadi" dengan kepala menunduk indah mengatakan itu dengan penyesalan.
"Memangnya apa yang telah berubah dari diri mu?"
"Aku tidak tahu tapi hari ini aku merasa tidak seperti kemarin-kemarin yang hanya bangun tidur untuk menangis dan membuat kar berantakan, kemudian merapikannya kembali seharian penuh dan tidur."
Adit hanya terdiam mendengarkannya dan berfikir "itu sebabnya dia riba-tiba mengacak-acak kamar Tampa sebab yah?".
"Jadi kau hanya melakukan itu setiap harinya?" Tanya Adit.
"Iya,tapi setelah kau ada di sini walaupun belum cukup sehari aku merasa ingin bermain dengan mu". Indah mengatakan itu dengan sangat senang.
"Apa dia menganggap ku mainan? Dasar hantu Labil, tingkah dan emosinya cepat sekali berubahnya" dengan melihat indah dan tersenyum kelelahan Adit mengatakan itu di dalam fikirannya.
"Baiklah aku ingin mandi dulu, dan ingat jangan sentuh bungkusan yang ku bawah itu selama aku mandi, kalau kau melanggarnya aku akan meninggalkan kamar ini, kau mengerti?" Dengan tegas Adit mengatakan itu kepada indah.
Setelah Adit selesai mandi, Adit keluar dari kamarandi melihat indah duduk dengan tenang di atas ranjang, indah pun melihat Adit yang telah selesai mandi dengan senyum semringah si wajahnya , melihat indah dengan senyumnya,Adit juga membalasnya dengan senyum polosnya.
"Aku tidak tahu bencana apa yang akan terjadi setelah pelangi ini?" Adit berbisik dalam fikirannya dengan senyum polosnya mengarah ke indah.