Ghost In Kos

Ghost In Kos
Teman-Temanku



Setelah bincang-bincang mereka, Adit dan yang lainya segera berpamitan karena takut akan tertinggal bis terakhir di malam itu, tapi Vian mengatakan kalau mereka tidak perlu cemas karena Vian akan mengantar mereka pulang. Maka dari pada itu Vian meminta mereka untuk menetap lebih lama lagi.


Ekspresi Vian tampak kesepian ketika mendengar Adit dan yang lainya berpamitan untuk pulang. Karena Adit yang merasa kalau saja Raut wajah Vian seperti seorang yang kesepian, Adit pun meminta kepada yang lain untuk tinggal lebih lama lagi. Vian sangat senang mendengar apa yang di katakan Adit dan kembali tersenyum berterimakasih kepada Adit.


Ica berbisik kepada Adit apakah tidak masalah jika mereka mengetahui mengenai Indah yang berada di sebelah Adit belum sadarkan diri. Ica sangat cemas jika saja Indah terbangun dan kehilangan kontrol atas dirinya lagi. Adit yang mengerti kecemasan Ica mengatakan jika saja itu akan baik-baik saja kalau saja Indah terbangun.


Vian merasa penasaran melihat Ica dan Adit yang tengah berbisik bisik, dan langsung menanyakan apa yang terjadi. Karena Vian merasa tidak enak atas dirinya yang telah memaksa mereka untuk tinggal lebih lama lagi menemaninya.


Adit dan Ica tersenyum dan mengatakan kalau saja itu tidak ada hubungannya dengan permintaan Vian yang menginginkan mereka semua untuk tetap tinggal sedikit lebih lama.


Mencairkan suasana Tika langsung mengatakan kalau nanti mereka ingin mengajak Vian dan Adel untuk bermain wahana di mall pusat kota. Mendengar itu Vian sangat senang sekali tapi dia hanya merespon dengan senyuman canggung dan mengatakan dia sangat beruntung di ajak bermain dengan mereka semua.


Tika lalu kemudian mengajak Vian dan Adel untuk bergabung di grup mereka. Vian sangat senang mendengar itu tapi Adel dengan sikap yang tidak seperti biasanya langsung menolak ajakan tersebut dan memperingatkan kepada Vian jika dia harus fokus dengan sekolahnya.


Ica tampak mencurigai sesuatu dari Adel, karena setiap Vian tersenyum merasa senang Adel selalu saja tampak terlihat sebaliknya.


Dengan terpaksa Vian pun harus menolak ajakan Tika dan yang lainya karena suatu alasan yang Vian sendiri tidak ingin menceritakannya.


Waktu pun berjalan begitu cepat sehingga tidak terasa jika waktu semakin larut dan tidak menyadari jika restorannya juga akanĀ  segera tutup. Vian meminta maaf karena hal itu yang memaksa mereka untuk tinggal lebih lama.


Sedikit merasa bersalah Vian pun mengantar mereka menuju mobil untuk mengantar mereka pulang. Tapi tidak sengaja ayah Vian tiba-tiba muncul dan menghentika Vian.


Vian pun menyuruh Adel untuk mengantar mereka ke mobil dan menyuruhnya untuk menunggunya di sana. Semuanya pun pergi ke mobil dengan raut wajah yang melihat aneh mencemaskan Vian yang sedang berbicara dengan Ayahnya tapi dalam kondisi kepala yang sedikit menunduk di depan ayahnya.


Tidak lama setelah mereka menunggu, Vian datang menghampiri mereka yang audan menunggu di dalam mobil dan meminta maaf karena dia tidak bisa ikut mengantarnya pulang karena ada sesuatu hal yang harus Vian kerjakan atas perintah ayahnya tersebut. Mendengar itu Adel pun meminta pak sopir untuk segera pergi dan mengantar Adit dan yang lainnya kembali pulang. Selama di perjalanan Adel tidak ingin membicarakan apa yang sebenarnya telah terjadi dengan Vian walaupun Tika sudah mencoba memancingnya.


Ie esokan harinya, sang mentari belum cukup tinggi untuk menyinari pagi itu, tapi sudah terlihat Nadin yang memegang sapu di tangannya dan juga Adi yang baru pulang dari olahraga pagi nya yang berlari menuju rumah Tika untuk menjemputnya dan kemudian mereka berlomba siapa yang paling cepat sampai ke kos.


Ica yang baru saja keluar dari kamarnya, menyapa Nadin yang sudah bersiap dan menyuruh Adi untuk membangunkan Rian dan Adit. Tidak lama kemudian Tika pun sampai dengan napas yang terengah-engah karena perlombaan yang dilakukan bersama Adi.


Jam 7 matahari mulai memancarkan sinarnya dan suana mereka menjadi bersemangat. Sudah hampir 1 jam lebih mereka tapi Masi saja belum beres dari membersihkan halaman yang sangat berantakan, penyebab nya karena mereka semua kebanyakan main dari pada fokus untuk membersihkan tempat itu. Tapi dengan begitu pula kearaban mereka semakin dekat dan membuat tali persahabatan mereka semakin kuat.


Adit pun mengusulkan akan pergi ke mini market untuk membeli jus dan cemilan untuk mereka. Tapi sebelum Adit pergi Adi mengingatkan Adit agar membuat Indah tidak mengeluarkan tangisan yang menyeramkan lagi. Adit pun tertawa kecil mendengar ucapan Adi dan mengatakan kalau dia sudah memikirkannya dan menunjukkan gelangnya yang dia kenakan jadi jika Indah terbangun dia bisa langsung menyusulnya jika Indah mau.


Ica bertanya apa yang Adi maksud dengan tangisan menyeramkan dari Indah. Karena pada saat kejadian itu mereka berdua di situasi itu Adi pun menjelaskan semua apa yang terjadi pada saat itu. Ica pun akhirnya mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Adi, tapi berbeda dengan Tika yang sangat ingin mendengarnya seberapa menyeramkannya tangisan Indah pada saat itu. Dan ingin meminta kepada Adit untuk memperdengarkannya kepada dirinya karena rasa penasarannya itu.


Sebelum Tika mengatakan itu semua Adit secepat mungkin pergi dari sana agar tidak terlibat dengan keinginan Tika aneh itu. Saat asik membahas suara tangisan Indah, Nadin tampak kebingungan karena mencari-cari keberadaan Keluak entah di mana.


Saat perjalanan Adit menuju mini market, hal yang tidak dia sadari adalah Keluak yang mengikutinya dari belakang. Saat mendengar suara kucing yang mengeong di belakangnya dan berbalik karenanya, membuat Adit terkejut melihat itu Keluak yang dari tadi telah mengikutinya.


Merasa cemas, Adit mengkhawatirkan kondisi Nadin pasti akan bersedih jika tahu Keluak tidak berada di kos. Karena tidak ingin membuat mereka yang berada di kos mencari keberadaan Keluak, Adit segera mengorek kantongnya dan ternyata dia lupa untuk mbawa handphonenya itu mbuatnya semakin cemas.


Di waktu yang sama di halaman kos, mereka semua sibuk mencari keberadaan Keluak dan itu membuat Nadin bersedih. Tapi sebelum kesedihan Nadin bertambah Rian yang baru saja mendapat bisikan langsung mengatakan kalau Keluak pergi mengikuti Adit saat keluar tadi. Tika sangat kesal karena Rian baru memberitahukan semua itu setelah mereka sudah susah payah mencari Keluak. Dengan sikap acuh nya Rianengatakan kalau dia juga baru di beritahu oleh hantu dari nenek Nadin yang melihatnya Keluak sebelumnya.


Melihat sikap Rian yang sedikit berubah membuat Ica dan Adi sangat bahagia melihatnya. Karena seperti yang mereka ketahui Rian adalah sosok anak yang memiliki perkataan yang bertolak belakang dengan perasaannya dan jarang mengutarakan pendapatnya apa lagi untuk berbicara dengan hantu.