
Berjalan menuju sekolah, mereka berjalan dari jalur yang berbeda setelah melewat rumah Tika, karena ada perbaikan jalan di jalur yang biasanya mereka lewati.
Mereka harus memutar dari jalan biasanya dan harus melalui jalur utama untuk para pengendara. Berjalan di trotoar jalan, Rian sempat mengeluh karena harusmengambil jalan memutar yang lumayan jauh.
Berbeda dengan Indah yang tampak senang karena biasa keluar dari kos dan menikmati setiap perjalanannya, sambil berbisik dan memberi tahukan kepada Keluak yang ia sembunyikan di dalam tasnya.
Adit yang melirik ke arah *ndah merasa aneh karena Adit melihat Indah seperti sedang berbicara kepada seseorang. Karena melihat Indah dengan bahagia seperti itu, Adit tidak terlalu memikirkannya setidaknya kalau itu bisa membuat Indah tidak melakukan hal yang merepotkan, Adit tidak masalah dengan kelakuannya tiu, begitu yang Adit harapkan aaar ini.
Adit tersenyum melihat teman-temannya yang berada di depannya saling bersenda gurau karena melihat Rian yang sejak tadi mengeluh karena mengambil jalan berputar yang lumayan jauh.
Setelah berjalan cukup lama, Adit dan teman-temannya berhenti di perempatan jalan, karena harus menunggu lampu penyebrangan menjadi hijau untuk pejalan kaki.
Lampu lalu lintas berganti menjadi hijau, itu pertanda pejalan kaki di persilahkan untuk menyebrangi zebra cross karena kendaraan yang akan melaju sudah terhenti. Saat ingin melewati zebra cross llangkah Adit terhenti karena melihat Indah yang berada di belakangnya terdiam mematung dan dengan tatapan yang aneh. Dengan gemetar dan mata yang melotot tajam Indah seperti melihat hantu.
Adit menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi tapi indah tetap saja Diam tidak merespon apa yang di katakan Adit Adit mencoba melihat ke arah apa yang membuat Indah seperti itu, tapi Adit tidak menemukan ada hal yang aneh,. Adit hanya melihat beberapa kendaraan yang berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah dan sepasang remaja seusianya yang berada di dalam mobil di kursi belakang yang kaca mobilnya terbuka.
Lampu penyebrangan pejalan kaki berubah menjadi merah, Adi dan teman-temanya yang lain baru menyadari jika Adit tidak ikut menyebrang bersama mereka, setelah mereka sampai di sebrang jalan.
"Oi, apa yang kau lakukan! Kenapa kau tidak ikut menyebrang!?" Teriak Adi dari serang jalan.
Mendengar Adi yang berteriak ke arahnya seketika itu pula Adit merespon Adi.
"Maaf, kalian duluan saja tidak perlu menungguku!"
Adi pun mengajak yang lainnya untuk segera berangkat karena mereka sudah hampir terlambat. Ica yang penasaran kenapa Adit tidak ikut menyebrang bertanya kepada Rian untuk mengetahui apa yang terjadi karena Adit terlihat seperti sedang berbicara dengan Indah.
Rian pun menjelaskan apa yang dia lihat barusan. Rian mengatakan kepada Ica dan juga yang lainnya jika saja Rian melihat Indah yang terdiam mematung dan dengan tatapan yang sangat aneh, itu membuat Rian tidak sanggup melihatnya karena menurutnya itu lebih menyeramkan di banding tatapan Indah yang biasanya.
Berhenti sejenak, Ica memutuskan untuk kembali menemui Adit yang sudah tertinggal jauh. Adi pun melihat Ica ingin kembali menahannya dan berkata jika dia akan terlambat ke sekolah. Tapi Ica bersikeras dengan keinginannya, tapi sekali lagi Tika yang satu kelas dengannya mengatakan untuk tidak menyusulnya.
"Ica apa yang akan kamu lakukan? Adit pasti sudah memikirkan solusinya karena dia yang paling tahu dari pada kita. Lebih baik kita bergegas ke sekolah karena pintu gerbang akan tertutup!"
Meng-iyakan perkataan Tika, Nadin juga menyarankan untuk menanyakannya nanti oekita berada di sekolah. Di waktu yang bersamaan Adit Masi tetap saja mengajak Indah untuk berkomunikasi, yang tetap terdiam seperti sedang ketakutan. Pengguna jalan yang lainya saat itu sampai terheran dan bertanya-tanya melihat Adit berbicara sendiri.
Sesampainya di depan gerbang sekolah, Adi melihat Coki dan Jihan sudah berdiri di sana seperti sedang menantikan kedatangan mereka. Nadin yang takut melihat senyum licik dari coki bersembunyi di belakang Ica dan Tika.
Mendengar perkataan Tika jika saja Adit tidak akan ke sekolah, membuat Coki semakin senang dengan tatapanya mengarah ke Nadin. Coki yang melakukan gerakan menggertak setelah Adi dan yang lainnya berjalan melewati Coki dan Johan, dan gerakatan gertakan itu mengarah kepada Nadin.
Melihat Nadin yang tersentak ketakutan memegangi lengan Ica, membuat Ica menegur Coki dan akan melaporkan kelakuannya ke pihak sekolah jika coki berani-berani mengganggu Nadin.
Di saat itu nenek nadin sangat ingin memberi pelajaran kepada Coki, tapi Adit sudah melarangnya untuk tidak bertindak karena itu akan merepotkan Adit dan yang lainnya. Adit juga sudah berjanji kalau saja ia dan reman-temanya akan selalu menjaga Nadin.
Adi dan yang lainya memasuki gedung sekolah dengan terburu-buru. Berbeda dengan Coki dan Johan yang kasi berada di depan gerbang tersenyum licik melihat mereka pergi.
Mendekati Coki, Johan pun bertanya kepada Bosnya tersebut tentang apa yang akan dia lakukan selanjutnya dengan makanan yang masih di kunyahnya.
Kesal dengan melihat Jihan yang kelakuannya seperti itu langsung memarahinya.
"Menjauh dariku, aku sudah bilang jangan mendekatiku apa lagi berbicara denganku jika kau belum menghabiskan makanan yang ada di mulutmu itu, dasar jorok!"
Dengan kesalnya Coki meninggalkan Johan yang masi berada di gerbang sekolah dengan makanannya.
Beberapa saat sebelum gerbang di tutup sepenuhnya Adit dari kejauhan berteriak meminta untuk menunggunya yang berlari dengan napas yang sudah mulai terengah-engah dan pipi yang seperti sudah terkena pukulan.
"Tunggu! … Jangan dulu tutup gerbangnya!"
Dengan teriakan Adit dari kejauhan, itu membuat gerbangnya berhenti menutup. Adit pun yang Samapi di dalam gerbang berhenti dengan napas yang sudah hamoir habis dengan pakaian yang berantakan.
"Dari mana saja kau ini, dengan penampilan tidak karuan seperti itu? Apa kau tidak niat sekolah?" Ujar penjaga gerbang.
Dengan napasnya yang terengah-engah Adit tidak sanggup lagi untuk berbicara menjawab pertanyaannya.
Beberapa saat setelah mengintip nafasnya, Adit hanya memberi mengatakan kalau saja dia habis terkena misinah karena ada perbaikan jalan. Maka sebab itulah Adit tampak tak karuan datang kesekolah dan membuatnya terlambat. Begitulah yang Adit jelaskan kepada bapak penjaga agar tidak di laporkan nama di pihak sekolah.
Sekolah di tempat Adit dan yang lainnya bersekolah memiliki peraturan, jika ada murid yang terlambat maka namnya akan di catat dan akan di berikan ke pihak sekolah Karena itu adalah penilaian tambahan dari pihak sekolah bagi para murid di sana.
Alasan itu membuat Adit Lilis dari penilaian buruk. Karena jika Adit memberi tahukankejadian sebenarnya maka sudah di pastikan alasannya itu tidak akan di percaya.