Ghost In Kos

Ghost In Kos
Stay Cool



Di tengah perjalanan, mereka terburu buru berlari ke sekolah, karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari kos, mereka tidak perlu kendaraan untuk ke sekolah, Adit yang menyadari kalau dia melupakan sesuatu berhenti dan mencarinya di saku baju dan celananya tidak lupa juga Adit memeriksa tasnya.


Nadin yang menyadari Adit berhenti berlari, menanyakan kenapa dia berhenti, tentu aja dengan malu Nadin menanyakannya.


"A .. dit? Ada apa?, Kamu melupakan sesuatu?"


Mendengar pertanyaan Nadin Ica dan Adi yang ada di depan mereka menyuruhnya untuk bergegas karena ini hari pertama mereka dan mereka sudah telat.


"Tidak apa apa Nadin, aku hanya melupakan sesuatu"


Mereka terengah entah berlari dan akhirnya mereka sampai sebelum gerbang sekolah di tutup. Penjaga gerbang yang melihat mereka terlambat menegur dan memberikan nasehat agar dia tidak mengulanginya lagi, karena ini hari pertama mereka di sekolah.


"Akhirnya kita sampai! Hampir saja kita telat." Kata Ica dengan napas yang terengah.


"Makanya kalian sebagai pelajar itu harus bangun cepat, biar kalian tidak telat" ucapan penjaga gerbang sekolah.


"Maafkan aku, karena kesalahan ku kalian jadi telat." Ucap Adit.


Dengan memegangi pundaknya Adi mengatakan kalau itu bukan salahnya, mereka telat karena kecerobohan mereka sendiri.


"Tidak, ... Ini juga salah kami karena bangunnya ke siangan."jawab Adi dengan nafas yang terengah entah.


"Lebih baik kalian cepat masuk upacara penyambutan akan segera di mulai."  Kata penjaga gerbang.


"Baik pak terimakasih" ucap Adit.


Akhirnya mereka melangkah masuk ke dalam gedung, tapi setelah beberapa saat mereka melangkah, terdengar suara sepatu yang berlari dari luar gerbang. Itu adalah anak laki laki, dengan memakai kaca mata dan rambut yang ikal dengan warna kulit sedikit gelap. Penampilannya seperti seorang kutu buku dan terlihat pintar.


Pintu gerbang sekolah yang sebentar lagi tertutup sepenuhnya di hentikan dengan suara dari anak laki laki itu yang sedang berlari dan gaya berlarinya sedikit aneh dan lucu.


"Tunggu aku jangan di tutup dulu!"


"Ada lagi satu bocah yang telat!"


Akhirnya anak laki laki itu berhasil melewati gerbang sebelum gerbang itu tertutup, walaupun pada akhirnya anak laki laki itu terkena Omelan dari penjaga gerbang sekolah.


"Hampir saja kau telat" ucap Adi kepadanya anak laki laki itu.


Dengan angkuh anak itu tidak mengakui kalau dia telat, karena anak laki laki itu ingin di terlihat keren di depan para gadis. tapi Nadin yang melihatnya berlari sebelumnya ingin tertawa setelah melihatnya berlari sembari merengek, dan tetap mempertahankan sikapnya yang ingin terlihat keren.


"Nama ku Adit, aku juga siswa tahun pertama jurusan tata boga, salam kenal " ucapt Adit dengan mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan tanda pengenalan.


"Nama ku Rian! Salam kenal juga!" Tanpa kelihat Adit dan menjabat tangan nya, Rian berjalan menjauh melewati mereka. Dan merasa diri nya keren melakukan itu.


"Sepertinya dia orang yang lucu yah?" Ucap Adi sembari merangkul pundak Adit.


Melihat mereka berempat masih berada di luar gedung penjaga gerbang menegur dan memarahinya karena Masi berada di sana. Mereka berempat pun segera masuk kedalam gedung sekolah.


Dari sudut pandang Rian alasan dia bersikap acuh seperti itu karena dia ingin menegur Nadin yang sedangenahan tawa kepadanya, rapi diaelihat sesosok hantu nenek yang berdiri tepat di belakang Nadin.


Maka dari pada itu Rian yang mulai ketakutan, mencoba tidak memperhatikannya dan sesegera mungkin menjauhi mereka.


"Heeeeeee.! ... Tadi menyeramkan, kenapa dia tersenyum kepadaku" ucap Rian dengan nada suara yang gemetar ketakutan.


Kursi kursi di aula sudah terisi semua dan hanya beberapa yang kosong di bagian belakang dan salah satunya sudah di tempati Rian.


Mereka berempat masuk dan mendapati kursi yang masi tersisah di bagian belakang di sebelah kiri dan  kanan tempat Rian berada.


Rian yangelirik ke arah pintu mendapati ke empat orang itu masuk dan berjalan menuju ke arahnya, Rian baru menyadari kalau tempat yang masi kosong itu berada di dekatnya.


Dengan keringat yang mulai membasahi wajahnya Rianemcoba tetap tenang, dan tidak melakukan apa apa. Adit yang melewati Rian untuk menempati kursi di sebelah kanannya, dan Nadin yang menempati kursi yang berada di sebelah kirinya, dan Ica yang menempati kursi di sebelah Nadin dan begitu pun dengan Adi yang menempati kursi di sebelah Ica.


Rian yang berada di sebelah Nadin sangat gemetaran. Karena nenek yang di lihatnya berada tepat di dekatnya.


Adit yang merasakan kelakuan aneh Rian di sebelahnya menepuk pundaknya dan menanyakan kondisinya.


"Kau kenapa, apa kau kurang sehat?"


Seketika dengan sentuhan dari Adit yang memegangi pundaknya,, Rian yang kaget tiba tiba berdiri dan berteriak karena refleks ketakutan.


"AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH! ... AKU INGIN PILANG!!"


Teriak nya dengan sangat kencang, sehingga para staf guru dan murid yang lain yang mendengarnya melirik ke arahnya.


Beberapa murid yang melihatnya menganggap Rian aneh dan ada juga yang menahan tawanya karena lucu.


Adit yang terkejut melihat respon Rian hanya bisa tersenyum pasrah karena sekarang semua mata tertuju ke arah Rian, dan membuat Adit merasa bersalah karenanya.


"Ada apa nak? Apa kah kamu baik baik saja?" Tanya guru yang berada di atas podium dengan pengeras suaranya.


Rian yang tersadar dengan tatapan murid murid yang lain ke arahnya, langsung merapikan pakaiannya seolah olah tidak terjadi apa apa, dan memasang tampang yang sok keren sembari duduk.menjawab pertanyaan guru kalau  dia tidak apa apa.


Adit yang merasa bersalah karenanya meminta maaf atas kelakuannya, sementara itu Nadin jaya tersenyum menahan tawa, Ica yang hanya terkaget melihatnya dan Adi yang ketawa melihatnya.


"Teman, kau sangat lucu sepertinya kita akan akrab!, Perkenalkan nama ku Adi. Menyalaminya.


Rian yang memperkenalkan namanya sembari menjabat tangan Adi, begitu pula dengan Ica dan Nadin yang memperkenalkan dirinya.


Ketika ingin menjabat tangan Nadin Rian melirik ke arah belakang Nadin yang sudah berdiri nenek dari Nadin yang tersenyum kepadanya.


Dengan gemetaran dan keringat di wajah nya Rian memberanikan dirinya untuk menjabat tangan Nadin dan melepaskannya dengan cepat.


Melihat Rian seperti itu Adi menertawainya dan mengatakan kalau dia sangat keren walau dia terlihat gemetaran.


Beralih ke kamar Adit indah yang sedang membersihkan kamar, melihat handphone Adit yang tertinggal di atas tempat tidur.


"Dasar ceroboh dia sampai melupakan benda yang dia larang untuk ku sentuh!"


Setelah selesai dengan bersih bersih seluruh ruangan, indah duduk di atas tempat tidur dan memegangi handphone milik Adit, dia sempat berfikir untuk membawakannya ke sekolah,


Di saat pidato dari kepala sekolah, secara tiba tiba, di tengah pidato dari kepala sekolah indah muncul di belakang Adit, dengan menggunakan seragam sekolah dan tersenyum menyapanya, Adit yang terkejut melihat seketika berteriak menjerit ketakutan.


"AAAAAHHHHHHH!"