
Di sepanjang lorong sekolah, Coki dengan sangat kesal berjalan menuju ruang guru sembari menggerutu tidak jelas dan membentak setiap murid yang di temui nya tanpa alasan yang jelas di sepanjang jalan menuju ke ruang guru.
Johan yang juga ikut bersamanya ingin menenangkan Coki tapi dia juga terkena Omelan yang kasar dari Coki.
Sementara itu masih di dalam ruang kela, Adit menanyakan kepada Indah apakah Indah membawa Keluak bersamanya, Indah yang di tanya seperti itu hanya tersenyum kaku kepada Adit.
Adit tidak habis pikir jika Indah selama ini membawa Keluak bersamanya tanpa sedikit pun Adit mengetahuinya Melihat Adit yang menghela napas sembari menggeleng-geleng kan kepalnya memberi alasan jika saja dia tidak tega jika meninggalkan Keluak sendirian begitu saja, karena Indah sangat tahu betul bagaimna rasanya di tinggal sendiri dan apa itu yang di namakan kesepian.
Entah kenapa setelah mendengar alasan dari Indah, membuat Adit dan juga Rian yang mendengarnya merasakan hal yang sama.
Adit pun memaklumi tindakan Indah, tapi untuk berikutnya Adit memperingatkan kepada Indah untuk memberitahukannya agar Adit juga tidak kerepotan di buatnya di kemudian hari.
Indah sangat senang dan mengeluarkan Keluak dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Nadin yang juga tampak senang melihat Keluak. Setelah itu Indah pun mengajak mereka untuk pulang.
Indah yang sangat senang menanyakan kepada Adit, setelah sekolah selesai mereka akan kemana selanjutnya, Adit hanya terdiam tanpa kata, mengingat apa yang sudah terjadi kepadanya dan Indah dengan begitu cepat bisa melupakannya.
Saat di perjalanan pulang, Adit bertanya kepada yang lain mengenai Ica dan Tika yang tidak memberi tahu apapun di grup chatnya jika mereka berdua ada kegiatan lain di sekolah setelah pembelajaran selesai.
Nadin dengan malu dan gugup menjawab pertanyaan dari Adit yang mengatakan bahwa dia bertemu dengan Ica dan Tika saat kembali dari kantin dan karena apa yang terjadi sebelumnya Nadin lupa untuk memberitahukan kepada Adit
"Ta-tadi kamu bertemu dengan Ica dan Tika saat kamu a-akan kembali ke kelas sehabis dari kantin."
Adi tampak legah ketika mendengar Nadin mengatakan itu, Adi khawatir kalau saja Nadin keceplosan dan mengatakan apa yang terjadi kepada mereka
Adi mengingat kejadian sebelumnya saat mereka akan kembali ke kelas dan berpapasan dengan Coki dan Johan. Entah apa yang di pikirkan Coki dengan senyuman menyebalkannya Coki berusaha untuk mendekati mereka, terkhususnya kepada Nadin.
Rian yang berada di depan langsung di dorongnya oleh Coki sampai terjatuh dan menuju ke arah Nadin yang berada di belakangnya. Adi yang berada di belakang Nadin langsung ke depan Coki untuk menghentikannya dengan cara baik-baik.
Sama dengan nasib Rian, Adi juga di dorongnya untuk menyingkirkannya dari hadapan Coki. Walaupun sampai tidak terjatu karena Adi memiliki Fisik yang lebih baik terus mencoba untuk menghentikan Coki. Tindakan Adi untuk menghentikan Coki di hadang oleh Johan yang berada di sana. Sebenarnya Adi bisa saja dengan mudah Menyingkirkan Johan dari hadapannya tapi Adi Masi berfikir apa yang akan terjadi jika berurusan dengan Coki.
Nadin yang mundur ketakutan melihat Coki yang mendekatinya. Memintanya untuk tidak mendekatinya, Nenek Nadin sangat geram melihat kelakuan Coki, nenek Nadin akan melakukan apa saja untuk melindungi cucunya. Tapi merasa tidak berdaya mendekati Coki karena melihat kalung yang ia kenakan di lehernya.
Saat tangan Coki menuju ke karah liontin Nadin, Adi berteriak kepada Coki dan langsung mendorong Jihan yang ada di sana sedang menghadangnya. Adi sangat paham jika dia melakukan hal buruk kepada Coki dia akan langsung di keluarkan karena Ayah Coki memiliki pengaruh yang kuat di sekolah ini. Tanpa berpikir panjang membuang semua pikirannya itu Adi langsung dengan cepat menuju ke arah Coki untuk menghentikannya.
Itu adalah Vian yang baru saja menghentikan apa yang akan di lakukan Coki kepada Nadin. Dan berdiri 3 gadis di belakangnya.
"Siapa kau?! Lepaskan tanganku! Berani sekali kau menghentikanku?!" Sembari menarik dan melepaskan tangannya dari genggaman Vian.
"Aku minta maaf sebelumnya tapi aku tidak mengenalmu."
Ica yang berada di sana langsung memeluk Nadin untuk menenangkannya. Sementara Tika dan Adel ke ruang guru untuk melaporkan perbuatan Coki .
Coki yang sangat kesal mendorong Vian ke belakang dan memberitahukannya untuk tidak ikut campur dengan apa yang akan di perbuatannya dan mengatakan kalau saja dia anak dari donatur penting di sekolah itu dan orang yang paling berpengaruh. Perkataan Coki membuat Vian sangat marah dan kembali mendorongnya dan mengangkat kerah baju Coki dan mengatakan.
"Aku tidak peduli dengan siapa dirimu tapi jika kau mengganggu temanku aku akan memberikan mu pelajaran!"
Tampak kesal Coki melepaskan genggaman tangan Vian yang berada di bajunya dan langsung pergi dari tempat itu mengajak Johan ikut bersamanya.
Adi sangat berterima kasih dengan kemunculan Vian dan yang lainya bahkan Adit tidak menyadarinya dan dengan candaannya Adi mengatakan mereka seperti hantu yang muncul secara tiba-tiba.
Vian tertawa mendengar candaan Adi lalu kemudian mengatakan jika Coki mengganggu lagi beri tahu kepada Vian, tapi Adi merasa tidak enak jika harus memberitahukannya kepada Vian karena itu bisa membuatnya terkena masalah dan akan merepotkannya.
"Lain kali jika anak itu mencoba untuk mengganggu kalian beritahu kepadaku aku akan memberinya pelajaran." Sembari tersenyum
"Tapi jika kamu memberitahukanmu kau akan terkena masalah dan bisa di keluarkan dari sekolah ini, karena ayahnya seorang…" belum habis perkataan Adi, Vian pun memotong dengan berkata.
"Aku tahu! Tapi kau tidak perlu mencemaskan itu aku pasti baik-baik saja," ucap Vian dengan tersenyum.
Ica pun menambahkan jika mereka tidak perlu mberitahukan ini kepada Adit, agar Adit tidak kemjahii masalah yang berkaitan dengan Coki berhubung Adit sudah banyak memiliki masalah. Mendengar apa yang di katakan Ica mereka bertiga pun menyetujui apa yang telah Ica katakan. Ica juga tidak lupa mengatakan kepada mereka jika Ica dan Tika telat pulang itu berarti mereka juga akan di panggil ke ruangan guru untuk memberikan keterangan jadi Ica menyuruh merak untuk tidak menunggunya.
Di perjalanan pulang yang sebentar lagi sampai di kos mereka, Indah sangat cemberut karena Adit menolak permintaan Indah sebelumnya yang mengatakan kalau dia ingin pergi ke taman yang berada di sekitar tempat mereka berada.. Adit bukan menolak tanpa alasan tapi saat itu dia tampak berantakan dan taman itu banyak yang mengunjungi karena terletak di jalanan utama yang menuju pusat kota.
Dengan wajah cemberutnya Indah pun memalingkan wajahnya dari Adit karena penolakannya, dan Adit hanya bisa menghela napas panjang lagi-lagi mengingat apa yang sudah terjadi kepadanya seharian ini tanpa rasa bersalah dan menyesal yang di tunjukan oleh Indah.