Ghost In Kos

Ghost In Kos
Tika Gadis Yang Terobsesi Dengan Hal Mistis Dan Supranatural



Di malam yang sunyi, di sepanjang jalan terdengar suara-suara serangga malam yang mengisi sunyi malam itu. Adit dan Indah berjalan santai menuju minimarket tanpa berbicara satu sama lain. Tidak lama kemudian dengan penasaran Indah bertanya kepada Adit yang hanya diam di sepanjang jalan mereka.


"Hmmm… kenapa kau mengajakku, akukan tidak bisa membantumu untuk membawa belanjaan? Jika aku melakukannya orang-orang yang melihat akan menjadi ketakutan!"


"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa membawanya sendiri. Aku hanya ingin mengajakmu keluar dan menikmati suasana malam ini."


"Oh seperti itu ya? Oke lah kalau begitu."


Adit tersenyum melihat Indah yang berjalan dengan riangnya. Alasan sebenarnya kenapa Adit mengajak indah, itu di karenakan Adit ingin membuat suasana hati Indah menjadi lebih baik karena sudah seharian di berada di kos.


Saat pertama kali memasuki minimarket Indah sangat terkejut kegirangan seperti orang yang baru pertama kali memasuki tempat itu. Seperti yang di pikirannya, Adit merasa seperti pernah merasakan situasi itu, yang dia alami sendiri.


Adit hanya tersenyum polos melihat Indah yang seperti. Tatapan aneh dari orang-orang yang berada pada saat itu yang melihat Adit senyum-senyum sendiri.


Indah mengambil semua jenis Snack yang berbeda dan begitu pula dengan minuman yang dia inginkan. Adit memperingatkan Indah agar tidak terlalu berlebihan karena mereka tidak cukup membawa uang.


Adit bertanya-tanya apakah Indah semasa hidupnya dulu tidak pernah masuk ke minimarket sebelumnya.


Setelah di peringati seperti itu Indah jadi kecewa dan kehilangan semangatnya, melihatnya yang seperti itu Adit mengatakan agar Indah mengambil beberapa saja dari yang dia inginkan. Mendengar perkataan itu Indah kembali bersemangat lagi dan saat sesampainya di area minuman Indah mengambil sebotol minuman dari sebuah lemari pendingin dan memperlihatkan kepada Adit sembari tersenyum.


Dengan sangat terkejut Adit melihat botol minuman yang di pegangnya sembari tersenyu. Segera Adit mengambil botol itu dari tangan Indah sebelum ada yang melihat, tapi secara kebetulan seorang pegawai minimarket secara tidak sengajamelihat saat melewati area tersebut.


"Letakkan kembali botol itu, minuman itu bukan untuk anak-anak!" Cetus pegawai minimarket itu.


Adit mengembalikan botol minuman itu dan tersenyum meminta maaf dengan beralasan sua sedang di suruh oleh pamannya untuk membelikannya.


Indah mengatakan kepada Adit kalau saja ia sangat ingin mencobanya, tapi tetap Adit bersikeras melarangnya. Indah mengatakan kalau saat ini dia hantu dan itu bukanlah masalah untuknya. Apapun alasan Indah tetap saja Adit tidak akan membelikannya.


Mereka berdua pun kembali ke kos dengan raut wajah kesal yang di tunjukkan Indah kepada Adit sepanjang jalan pulang mereka.


Sepanjang jalan, Adit sangat menyesal telah mengajaknya pergi bersama dan menyesali ajakan bantuan Adi sebelumnya yang menawarkan diri untuk pergi bersama.


Indah berjalan di depan Adi, karena dia sangat kesal dengan Adit. Begitu pula dengan Adit, yang merasa menyesal telah mengajaknya.


Sesampai di kos tepatnya di depan pintu kamar Adit, dengan seperti mendobrak Indah membuka pintu kamar tersebut dan membuat yang berada di dalmnya terkejut ketakutan karena melihat pintu itu terbuka dengan sendirinya.


Berbeda dengan Rian yang hampir pingsan yang dapat melihat Indah yang sedang berdiri di sana sambil menatap tajam dengan raut wajah yang menakutkan ke arahnya.


Semenjak Adit keluar pergi ke minimarket, Tika yang terkejut saat melihat Adit berbicara dengan Indah  menjadi penasaran, daninta Ica untuk memberitahukannya.


Ica pun menjelaskan sosok Indah tersebut dan dia juga memberitahu jika Nadin juga memiliki hantu dari neneknya yang selaluengikutinya. Mata Tika sangat berbinar-binar mendengar penjelasan Ica dan karena sebab itulah Tika jadi mengetahui tentang Adit dan Nadin.


Tidak lama berselang beberapa detik, Adit pun muncul di hadapan mereka sembari tersenyum dengan polos dan menyapa mereka yang berada di kamarnya.


Rian yang bisa melihat Indah sangat ketakutan di buatnya dan mengatakan kepada Adit.


"Kenapa dia tampak marah menatap ke arahku? Perasaan sebelumnya dia baik-baik saja!"


Yang lain pun terkejut dan menatap Rian yang sangat ketakutan. Berbeda dengan Tika yang sangat penasaran dan ingin melihat sosok Indah dengan mata yang berbinar-binar.


"Bisakah dia menampakkan dirinya? Aku ingin lihat! Aku ingin lihat!" Ucap Tika sangat senang membayangkan sosok Indah penasaran.


Adit yang merasa bersala meminta maaf kepada mereka dan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi kepada mereka berdua saat di minimarket sebelumnya.


Mengerti dengan apa yang di jelaskan Adit, Ica mencoba menenangkan Indah dengan menasehatinya dengan perlahan agar Indah mau mengerti. Mendengar perkataan Ica, ia pun sedikit melunakkan egonya dan merasa menyesal telah melakukan itu. Sekarang Adit sudah tidak masalah dengan itu karena Indah sudah meminta maaf dan menyesali 0webuatannya.


Setelah peristiwa barusan dan Indah sudah mulai tenang mereka pun Saling mengobrol dan bercerita, bercanda dan tertawa bersama menikmati cemilan dan minuman mereka.


Tika bercerita kalau saja dia sangat tertarik dengan hal supranatural dan ingin melihat hantu dan fenomena-fenomena lainnya. Walaupun dia juga terkadang merasa takut tapi itu membuatnya senang di tambah dia sering mendengar cerita-cerita dari pelanggan yang datang ke warung bakso milik Ayahnya dan bercerita kepada Ayahnya Bang Abu.


Tika sangat senang mendengar cerita-cerita seperti itu dan berharap dia bisa merasakan langsung apa yang di dengar dari cerita itu. Maka daripada itu dia sangat senang bertemu dengan mereka saat ini yang mempunyai pengalaman-pengalaman mistis.


Setelah menceritakan tentang dirinya, Tika mengajukan dirinya untuk bisa berteman dengan mereka semua yang berada di kamar itu. Ica mengatakan kalau mereka sudah berteman sejak mereka pertama kali bertemu. Tika sangat senang dan memeluk Ica berterimakasih kepadanya, Tika juga tidak lupa mengajak Nadin untuk berpelukan, dan itu membuat nenek Nadin sangat senang meneteskan Air mata.


Adi yang melihat kejadian itu tersenyum dan berkata, "Kamu juga para lelaki 8ngin di peluk!"


Mendengar perkataan Adi membuat mereka semua tertawa karena Adi mengatakannya dengan ekspresi yang lucu.


Melihat momen yang baik, Tika mengusulkan untuk berfoto bersama dan tidak lupa juga untuk mengajak Indah dan Nenek Nadin berfoto. Mereka semua menyetujuinya dengan cara mereka masing-masing dan yang paling senang saat itu adalah Indah.


Mereka berfoto menggunakan handphon Adit,yang sudah di letakkan di depan mereka dan memasang timer sebelumnya.


3, 2, 1…