
Bunyi dering handphone terdengar yang membuat Indah membuka matanya. Indah yang tersadar melihat di sekitarnya tampak sunyi hampir berburuk sangka, sebelum itu terjadi Indah langsung melihat ke arah handphone Adit yang sedang berdering dan melihat itu panggilan dari Tika.
Mengambil ponsel itu dan merasakan keberadaan gelang yang di kenakan Adit lalu kemudian Indah bergegas menuju ke sana. Saat keluar dari kamar, Indah melihat Ica dan lainya tengah berkumpul di halaman dan saling bertukar pandangan dengan Rian yang melihatnya tengah terbang menuju ke arah Adit berada.
"Aku melihat Indah baru saja keluar dari kamar Adit dan mungkin dia sedang menuju ke tempat Adit sekarang." Ujar Rian yang telah melihat Indah.
"Benarkah itu?" Jawab Tika.
Tika kemudian mematikan panggilnya ke pada Adit setelah mengetahui Indah menuju ke tempat Adit.
Dengan sedikit bimbang, Adit bingung untuk menentukan apakah dia harus kembali atau tidak. Tapi tanpa yang Adit duga Indah terlihat melayang dari jauh memanggil nama Adit dengan mood yang tampak baik.
*Adit! Adit! Adit!"
"Indah!?"
"Kenapa kau pergi tidak membangunkan ku?"
"Aku hanya tidak ingin mengganggumu."
"Apa yang kau lakukan di sini bersama Keluak? Saat aku ke sini aku melihat yang lainnya sedang berkumpul di halaman kos bersama-sama."
"Oh itu? Kami sedang membersihkan halaman kos agar terlihat lebih bersih."
"Aku juga melihat handphonemu yang berdering dan itu panggilan dari Tika."
Mengetahui kalau Tika menghubunginya, Adit langsung menyadari kalau itu pasti berkaitan dengan Keluak. Menghela nafasnya Adit langsung melanjutkan langkahnya ke mini market bersama dengan Keluak dan Indah.
Beberapa menit kemudian, di halaman kos terlihat Nadin yang tampang miring mencemaskan Keluak yang Nadin harap Keluak benar bersama Adit.
Adit pun datang memasuki halaman kos dengan menyapa mereka, Nadin dengan segera berdiri dan menghampiri Adit untuk menanyakan tentang Keluak. Adit hanya tersenyum polos dan mengatakan untuk tidak khawatir karena Keluak bersamanya ke Mini market. Melihat Keluak yang berada di dekat kaki Adit langsung memarahinya sembari menggendongnya merasa lega.
Adit meminta maaf karena dia sama sekali tidak mengetahuinya jika Keluak mengikutinya. Dengan malu dan gugup Nadin tersenyum dan berterimakasih karena menjaga Keluak.
Setelah kejadian tersebut mereka pun kembali melanjutkan kegiatan mereka di pagi hari itu untuk membersihkan halaman kos dan memperbarui cat di bagian depan kos yang sudah tampak terlihat kusam. Di mulai dari mereka yang saling berbagi tugas bahkan nenek Nadin dan Indah pun membantu pekerjaan tersebut. Adi dan Rian bertiga mengecat pagar dan tembok luar Nadin yang bertugas menyapu bersama Ica di halaman kos, dan Adit, Indah dan Tika mengganti seluruh lampu yang berada di seluruh tempat di area kos.
Ica terkejut melihat sapu yang di gerakan oleh nenek Nadin yang juga ikut membantu mereka, begitu pula dengan Tika yang sangat senang dengan mata yang terbelalak kagum melihat bohlam lampu yang terlihat terbang yang sedang di pegang Indah untuk mengganti bohlam yang sudah tidak berfungsi lagi.
Indah tampak kesal dengan tugas yang dia kerjakan sementara itu Tika hanya terkagum-kagum dan Adit yang hanya tersenyum polos karena kejadian itu. Untukemgjindari Indah yang sudah tampak kesal Adit dengan bujukannya akan membelikan apapun yang Indah inginkan jika membantu mereka untuk mengganti semua bohlam lampu di seluru area kos karena hanya Indah yang dapat melakukannya dengan melayang.
Beberapa jam kemudian, Adit dan yang lainya tengah duduk santai beristirahat sejenak tidak lama kemudian terlihat Vian yang berada di luar pagar celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu., Tika yang melihatnya langsung menegurnya
"Vian!"
Mendengar namanya di panggil, Ian pun langsung menoleh ke arah suara itu dan melihat Adit dan yang lainya berkumpul di balik pagar kos tersebut dengan Tika yang sedang melambaikan tangannya ke arah Vian. Vian yang terkejut langsung saja saja tersenyum dan membalas lambaian tangan dari Tika.
Adit yang menghampiri Vian bertanya apa yang sedang di lakukannya di sekitaran jalan itu. Tapi sebelum menjawab pertanyaan Adit, Vian dengan merasa menyesal meminta maaf atas apa yang telah terjadi semalam.
"Maaf kan aku atas apa yang terjadi semalam dan tidak bisa mengantar kalian pulang."
Adit yang merasa terkejut dan heran dengan tidak enak hati meminta Vian untuk tidak melakukan itu.
"Apa yang kau maksud, jangan mengatakan seperti itu, kau bahkan tidak salah apapun, jadi jangan salahkan diri mu, oke."
"Tapi aku merasa tidak enak ketika kalian pulang dan aku tidak ikut mengantar kalian."
"Lupakan itu semua lebih baik kau masuk dan bergabung bersama kami di dalam."
Dengan tersenyum lega Vian menerima ajakan Adit. Vian pun bergabung bersama Adit dan yang lainnya menikmati sekotak kemasan kecil dari jus dan beberapa Cemilan.
Melihat lingkungan di kos tersebut membuat Vian terbesik untuk tinggal di tempat itu dan memulai bisnis kecil kecilan di tempat itu. Ica yang penasaran karena baru kali ini Ica melihat. Ian berada di sekitaran tempat itu dan tanpa Adel yang menemaninya. Tapi sebelum Ica menanyakan pertanyaan tersebut Tika dengan polos nya langsung menanyakan apa yang akan Ica tanyakn kepada Vian dengan mulut yang terisi makanan.
"Apa yang kau lakukan di sekitaran sini dan tumben aku tidak melihat mu bersama Adel seperti biasanya?"
"Oh kalau soal itu, aku sedang mencari kos kosan kalian, tapi aku seperti tersesat mencarinya, hehehehe," jawab Vian dengan tawa yang malu.
"Oh begitu yah tapi kenapa kau tidak bersama Adel, biasanya kalian seperti perangko yang tidak dapat di pisahkan kemana mana kalian tetap bersama." Tanya Tika yang masih penuh dengan makan di mulutnya.
"Kalau soal itu dia Masi sibuk karena tugas tugasnya dari pagi tadi" jawab Vian dengan senyum canggung.
"Alangkah baik jika kamu menghabiskan makanan di mulutmu itu sebelum kamu bertanya," ujar Adi menegur kelakuan Tika.
Dengan menelan makanannya Tika pun tertawa dan meminta maaf atas kelakuannya yang tidak sopan itu.
Di lain tempat terlihat Adel yang sedang kebingungan dan tampak terlihat lelah dengan nafasnya yang terengah engah seperti sedang di kejar sesuatu atau mungkin dia sedang mengejar sesuatu. Dengan tampak mulai lelah Adel pun berteriak dan memanggil nama Vian yang ternyata sedang di carinya.