
Pagi hari yang begitu cerah dan udarah segar setelah hujan semalaman, indah yang bersenandung membersihkan seluruh ruangan kamarnya. Melihat handphone Adit yang tergeletak di atas kasur,
"Kenapa dia begitu ceroboh sehingga melupakan benda ini, padahal dia melarang ku untuk menyentuhnya!"
Dengan mengabaikannya, indah melanjut kan kegiatannya membersihkan seisi ruangan kamar mereka berdua.
Air minum yang sudah lama di sana di buangnya dan di bersihkan nya wadah penyimpanan air minum dan beberapa alat makan indah bersihkan.
Semasa hidupnya indah memang suka bersih bersih maka tidak heran jika di kehidupannya yang sekarang dia sangat senang dan menikmatinya.
Seisi ruangan itu tampak terlihat bersih dan rapih, tersusun dengan baik di tempatnya masing masing.
Indah yang kembali melihat handphone Adit di atas kasur berfikir untuk mengantarkannya kepadanya, tapi yang indah tahu dia tidak bisa melangkahkan kaki nya keluar dari kamar itu.
Dari pada dia memikirkan itu, lebih baik dia mandi dan memakai seragam sekolah yang telah Adit belikan, karena dia juga merasa hari ini adalah hari di mana dia harus ke sekolah.
Indah yang sudah membersihkan badannya, segera memakai seragam sekolahnya, dia sangat sengat dengan senyum di wajahnya dia menari berputar putar bagaikan sang putri yang sedang berdansa bersama pangerannya..
Indah yang tertawa berputar putar, merasakan sesuatu yang aneh di luar sanah, tepat di arah lokasi sekolah.
Indah terdiam memperhatikan, merasakan perasaan yang nyaman itu, dan tahu di bisa kesana.
Perasaan yang nyaman itu sama seperti senyaman di dalam ruangan kamar sekarang.
Tidak lama berselang, indah tahu itu berasal dari Adit, entah bagaimana caranya Adit bisa memancarkan aurah senyaman itu segera mengambil handphone Adit dan meyakinkan dirinya menembus pintu kayu itu dan seketika Inda berteleportasi di mana saat ini Adit berada.
Di tengah tengah pidato dari pak kepala sekolah,Adit yang sedang menyimak pidato dari pak kepala sekolah, merasa kalau ada yang aneh dari gelang yang dia kenakan.
Adit merasakan suhu yang meningkat dan seketika suhu nya menurun, dari sekitaran gelang pemberian indah yang sedang ia kenakan.
"Apa yang terjadi barusan?"
Adit yang merasa adanya hawa kehadiran seseorang yang dia kenal, di penghujung kata dari pidato pak kepala sekolah, tangan seorang wanita yang memegangi pundak Adit dari belakang, dengan merasakan sentuhan itu, Adit yang merasakan sentuhan itu melirik secara perlahan di pikirnya itu adalah Rian yang mencoba mengobrolnya.
Melihat itu bukan dari Rian yang berada di sampingnya. Adit yang penasaran membalikkan pandangannya ke arah belakang, melihat muka indah pucat indah yang sangat dekat dari wajahnya, dengan senyuman yang menurut Adit itu menyeramkan.
Adit yang kaget dengan teriakannya terpingkal jatuh dari kursinya terduduk di bawah.
"Ahhhhhhh!. Apa yang kau lakukan di sini?"
Teriakan Adit yang sangat kencang itu membuatnya jadi perhatian seluruh ruang, bahkan pidato pak kepala sekolah juga ikut terhenti.
"Itu yang di barisan belakang ada apa lagi teriak?" Tegur pak kepala sekolah.
Murid yang lain memperhatikan Adit yang terjatuh bertanya tanya keheranan apa yang telah terjadi.
Berbeda dengan murid yang lain,Rian yang berada di sebelahnya juga ikutan teriak kaget melihat berteriak, karena sedari tadi Rian juga menahan takutnya duduk di sebelah Nadin.
Tetapi setelah melihat kemunculan indah yang secara tiba tiba. Setelah teriakan Adit. Rian pun jadi lemas dan akhirnya pingsan.
"Pak ada yang pingsan pak!" Teriak salah satu murid di sana yang melihat Rian terbaring di lantai.
Indah yang mendengar kalau tangannya di sebut kecoak oleh Adit, seketika langsung mengepalkan tangannya dan memukuli Adit!.
"Kecoak katamu?, Kalau begitu rasakan pukulan dari kecoak ini!"
Adit yang melihat raut wajah indah sangat marah, tidak bisa lagi dia hentikan walaupun di meminta maaf di tidak bisa lagi menarik kata katanya.
Adit hanya bisa pasrah menerima nasibnya saat itu. Dan pukulan yang mengarah ke wajah Adit yang sangat keras membuatnya pingsan bersama dengan Rian.
"Pak ada satu lagi yang pingsan!" Lapor murid yang berada di dekat situ.
Adi dan Nadin hanya bisa terkejut terdiam dengan mulut sedikit menganga melihat kejadian itu.
Berbeda dengan Ica yang bisa merasakannya, walaupun terkejut Ica tau kalau ada aura yang sama seperti di kamar Adit tiba tiba muncul di dekatnya dan Ica berkesimpulan kalau itu hantu yang mungkin berasal dari kamar Adit.
Beberapa jam setelah kejadian itu Adit dan Rian yang sudah berada di UKS sekolah akhirnya tersadar yang di dahului oleh Adit. Dan setelah beberapa saat Rian akhirnya tersadar.
Mereka berdua ketinggal beberapa jam pelajaran di hari pertamanya.
Indah yang berada di sudut ruangan UKS menunduk merasa bersalah karena dia, Adit sampai harus pingsan dan di rawat di UKS di hari pertama.
Adit yang melihat indah tertunduk merasa tidak enak dengan apa yang telah terjadi barusan dan membuat indah menjadi merasa bersalah
"Apa yang kau lakukan berdiri di sana? Duduk lah di sini" menyuruh indah untuk duduk di bangku yang berada di sebelah ranjangjya.
Indah hanya berjalan perlahan dengan tertunduk yang menghindari kontak mata dengan Adit.
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan, itu juga salah ku, sudah mengatakan hal yang membuat mu tersinggung. Jadi tidak usah merasa bersalah begitu." Ucap Adit kepada indah dengan senyumnya.
Indah yang masi tertunduk tidak mengatakan apa apa. hanya terdiam
Masi merasa bersalah. Karena dirinya dia harus mendapatkan hari pertamanya di sekolah menjadi buruk. Dan setelah Adit pingsan di bawah ke UKS, indah melihat murid yang lain menertawakannya dan mengatakan hal buruk tentangny.
Setelah mendengar para murid bergosip tentang Adit, indah sadar kalau harinya di sekolah Adit akan di ledek, memikirkan itu indah sangat kesal dan ingin memberi pelajaran kepada murid yang berbisik buruk tentang Adit karena ulahnya.
Tapi indah mengurungkan niat nya karena tidak ingin lagi membuat masalah untuk Adit, itu lah sebabnya indah tidak menjawab dan merespon Perkataan dari Adit.
Adit berusaha menghibur indah yang tampak murung, dengan mengelus kepalanya, dan seketika indah menengok ke arah Adit, yang membuat Adit terkejut karena dia melanggar telah menyentuh indah.
Langsung menjauhkan tangannya, Adit yang terkejut berharap tidak mendapatkan pukulan lagi dari indah dan pingsan untuk kedua kalinya.
Tapi terkejutnya, indah hanya diam dan memberikan handphone Adit yang tertinggal, Adit yang melihatnya terkejut, karena tujuan indah ada di sekolah hanya untuk membawakan handphonenya yang tertinggal.
Rian yang barusada tersadar. Melihat indah langsung teriak dengan histeris.
Karena terkejut Adit langsung melihat ke arah Rian yang berteriak histeris, berharap tidak ada hal buruk lagi yang akan terjadi!.