
Di suasana lobi hotel yang megah terlihat Coki berjalan di sana dengan raut wajah yang tampak kesal dengan di ikuti Johan yang berada di belakangnya. Salah satu dari karyawan di hotel itu menyambut Coki dengan tersenyum yang di anggap oleh Coki itu hanya senyum kepalsuan kepadanya.
Coki sangat tahu apa yang berada di balik senyuman itu hanyalah kepalsuan karena Coki adalah Anak dari pemilik hotel ini yang hanya mendekati Coki demi mendapatkan keuntungan darinya seperti yang pernah Coki apami sewaktu kecilnya dulu dan itu membuat Coki tambah kesal teruntuk kepada Ayahnya sendiri.
Beberapa menit berlalu di tempat Adit dan teman-temanya menunggu, terdengar suara yang menyapa mereka dari kejauhan. Panggilan itu berasal dari Tika yang mereka tunggu sejak tadi. Adi sedikit terpesona melihat penampilan Tika yang berbeda dari biasanya dan itu membuat Adit yang melihatnya berbis8k dan menggoda Adi, yang membuat Adi menjadi merasa canggung karenanya.
"Baiklah malam ini kita akan kemana?" Tanya Tika dengan semangat.
Mereka pun menjawab pertanyaan Tika dengan jawaban yang berbeda-beda, yang membuat mereka saling menatap dan tertawa karena itu. Tika yang juga ikut tertawa mendengar mereka memiliki jawaban yang berbeda mengusulkan agar Tika yang akan memandu mereka selama di pusat kota ini dan menyusun tujuan mereka. Dan di akhir nanti Tika juga ingin membawa mereka semua ke suatu tempat.
Mereka semua setuju dengan usulan yang di berikan oleh Tika. Tidak lupa juga Tika menanyakan kepada Adit jika Indah ikut bersama mereka atau tidak, dan Adit pun langsung menjawabnya dengan mengatakan kalau saja Indah dan Nenek Nadin ikut bersama mereka.
Tujuan pertama mereka untuk pergi ke toko peralatan rumah tangga untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan untuk membuat Kos mereka tampak lebih baik dari sebelumnya, dengan membeli beberapa bohlam lampu dan beberapa kebutuhan serta peralatan lainnya yang mereka akan butuhkan.
Setelah melengkapi semua yang di perlukan, Adit dan yang lainnya berpindah ke tempat berikutnya yaitu ke toko peralatan olahraga. Adi sangat senang melihat semua alat-alat fitnes di sana dan hanya membeli dumbbel yang di butuhkan ya sedangkan Nadin yang juga berniat melatih fisiknya juga mbeli sesuatu untuk dirinya.
Adi memberi tahukan kepada Nadin jika mau Nadin boleh meminjam dumbbell Adi untuk melatih ototnya.
Setelah mereka selesai di toko alat fitnes, mereka melanjutkan ke toko kebutuhan untuk hewan peliharaan yang di usla oleh Rian. Walaupun tampak cuek Rian sangat menyayangi Keluak dan ingin membelikannya beberapa kebutuhan untuknya dan itu membuat Nadin sangat senang dan berterima kasih kepada Rian begitu pula dengan nenek Nadin yang juga berterimakasih kepadanya. Mendapatkan ucapan terimakasih dari nenek Nadin yang sesosok hantu membuatnya sedikit ketakutan tapi dia berusaha mengubah pandangannya terhadap mereka berdua, nenek Nadin dan Indah yang selalu berada bersama mereka semua.
Sehabis mereka dari toko hewan, mereka ingin makan seperti yang di usulkan Indah, tapi Tika menolaknya dan mengajak mereka pergi ke toko pakaian untuk berbelanja. Baiknya kesal karena permintaannya di tolak itu membuat Indah jauh lebih senang yang di sampaikan melalui Adit. Bukan hanya Indah, Ica dan juga Nadin sangat senang mendengarnya.
Tahu mereka akan memasuki tiki pakaian wanita Adit, Adi dan Rian seketika merasa canggung untuk memasukinya. Tapi Tika mengatakan kepada Adit jika mereka butuh salah satu dari mereka berdua Adit dan Rian untuk menjadi penghubung mereka agar bisa berkomunikasi dengan Indah.
Adi sangat legah karena dia tidak harus ikut dan mengusulkan untuk menjaga semua belanjaannya. Sedangkan Rian menolaknya dengan alasan dia akan menjaga Keluak agar tidak pergi kemana-mana. Mendengar alasan mereka membuat Adit tersenyum canggung dengan terpaksa Adit mengikuti para gadis untuk masuk ke dalam sana dengan Tika yang menarik paksanya.
Adit sangat malu karena semua yang berada di sana adalah pakaian wanita dan tidak ada 1 pun pria selain dirinya. Itu membuat Adit sangat malu dan canggung berharap dia tidak menjadi pusat perhatian karena bersama 3 gadis cantik menemaninya.
Apa yang di lakukan Indah di depan mata Adit membuatnya terkejut, karena Indah bisa mengubah pakaian yang di kenakan menjadi apa yang di perlihatkan Tika kepadanya. Itu membuat Adit tercengang di buatnya, karena penasaran 3 gadis itu mendesak Adit untuk memberi tahukan apa yang terjadi sehingga Adit tampak begitu terkejut.
Adit memberitahukan kepada yang lainya jika Indah bisa mengubah pakaiannya secara instan seperti apa yang di sarankan oleh Tika. Dengan mata yang berbinar-,binar merasa penasaran Tika mengatakan kepada Indah jika dia ingin melihatnya juga.
"Apa kamu bisa menampakkan dirimu aku juga ingin melihatnya!"
"Maafkan aku tapi aku masih belum bisa melakukannya, aku baru bisa mmengubah pakaianku seperti saat ini." Ucap Indah dengan tersenyum yang di sampaikan oleh Adit kepada mereka bertiga.
Adit juga merasa heran Indah bisa melakukan itu tanpa sepengetahuannya dan itu Adit sampaikan kepada Indah.
"Aku juga belum tahu pasti tapi jika aku melihat dan menyentuh pakaian yang ingin ku kenakan maka itu langsung berubah di pakaian yang ku kenakan."
Adit juga memberitahukan kepada yang lainnya apa yang di katakan oleh Indah. Dan itu membuat Tika semakin kagum dan mengatakan kalau itu hal yang praktis.
Indah juga memberitahukan jika pakaian dan tas sekolah yang ia kenakan itu adalah hasil dari perubahan yang di lakukan oleh Indah.
Tika sangat iri dengan apa yang bisa di lakukan Indah dan berkhayal jika dia juga dapat melakukan itu. Ica menanyakan kepada Adit tentang pendapatnya melihat Indah memakai pakaian yang di sarankan oleh Tika sebelumnya. Di minta untuk berpendapat, Adit sangat bingung menjelaskan apa yang di lihatnya dia hanya mengatakan kalau pakaian itu sangat cocok dengan pita yang di kenakan di kepala Indah dan tampak terlihat manis.
Mendengar Adit yang memujinya dan pita yang ia kenakan membuat Indah tersentak dan seperti merasakan sakit di kepalanya seperti terlintas sesuatu di pikirannya yang pernah terjadi seperti apa yang di katakan Adit barusan kepadanya. Terlihat seorang anak lelaki yang berada di ingatan Indah mengenakan seragam SMP yang sedang berjalan bersamanya keluar gerbang sekolah dan berhenti sesaat dang mengatakan persis apa yang Adit katakan saat memuji pita yang Indah pakai dengan seragam sekolah yang ia kenakan terlihat tampak manis dan lucu.
Indah terlihat mulai kehilangan kesadarannya dan seperti gemetar seakan Indah akan kehilangan kontrol atas kemampuannya.
Sebelum semuanya menjadi kacau Adit dengan segera melepaskan gelangnya dan memakaikannya di pergelangan tangan Indah yang hampir kehilangan kesadarannya.