
1 jam telah berlalu dari percobaan Indah yang mencoba untuk menampakkan diri tapi hasil yang selalu Berung kepada Keluak yang di buatnya melayang. Walaupun sudah mendapat bantuan dan bimbingan dari nenek Nadin tapi masih saja selalu berakhir dengan hal yang sama.
Mereka yang berada di kamar itu berfikir untuk mencari solusi dari perkara ini, kecuali Rian yang berada di kamar itu. Ica dan Adit sepertinya tahu solusinya tapi mereka berdua mengingatnya dengan samar-samar.
Tidak berselang lama di keheningan mereka terdengar bunyi dering handphone milik Adit. Panggilan itu dari Adi yang berada di luar pagar kos yang mendapati kalau kosnya gelap gulita tanpa cahaya, kecuali pancaran cahaya dari kamar Adit.
Adi memberitahukan kepada Adit kalau dia saat ini berada di luar dan takut untuk melangkah masuk ke area kos. Setelah mendapat penjelasan dari Adi , Adit baru saja menyadari seluruh kos tampak gelap tanpa cahaya seperti bangunan berhantu dengan cat yang kusam dan halaman depan di penuhi dedaunan dari pohon bambu yang berada di area kos.
Adit dan yang lainya segera menyalan seluruh lampu di kosnya dan Rian langsung berlari terbirit-birit setelah lampu lantai 2 telah menyala semua.
Adit yang melihat kelakuan Rian hanya tersenyum keheranan dengan tingkahnya. Mereka bertiga Adit, Ica dan Nadin turun menghampiri Adi, kecuali Indah dan Keluak yang tetap berada di kamar Adit.
Menyapa Adi, Adit menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi yang membuat mereka lupa untuk menyalakan lampu kos mereka. Adi yang tertawa setelah mendengar penjelasan Adit, dan mengejek Rian, dengan sikap acuhnya Rian mengatakan itu hanya salah paham dengan merasa malu di depan Ica.
Di tengah-tengah tawa mereka, Adit bertanya kepada Adi dengan berkata.
"Dari mana saja kau, kau tiba-tiba berpisah dengan kami saat si 0wrjalanan?"
Dengan tersenyum bersalah Adi menjawab, "oh itu ya, aku minta maaf sebelumnya tapi aku mendapat pesan dari paman dan bibiku, jadi aku segera ke tempat mereka."
"Apakah Meraka baik-baik saja?" Tanya Ica mengkhawatirkan paman dan bibi Adi.
"Tidak, mereka baik-baik saja! Mereka hanya khawatir kepadaku karena belum menemuinya semenjak aku Samapi di kota, karena itulah aku langsung menemui mereka dan meminta maaf." Jawab Adi dengan senyum merasa bersalah.
Adi pun menambahkan kalau saja saat libur akhir semester nanti, paman dan bibi Adi memintanya untuk datang menjenguk mereka dengan menyuruh Adi membawa teman-temanya.
Mereka sangat senang mendengarnya kecuali Rian yang tampak bersikap acuh. Dengan cepat Adi merangkul pundak Rian melihat sikap yang tidak pedulunya itu dan tersenyum menggodanya.
"Ayolah teman, aku sudah tahu di balik wajahmu yang seperti itu aku tahu kau juga sangat senangkan mendengarnya?"
Dengan tertawa Adi mengusulkan untuk merayakannya dengan bersama-aama pergi ke tempat Bang Ari. Mereka semua setuju walau Rian mencoba tidak mengekspresikannya.
Adit meminta mereka untuk menunggu dan kembali ke kamarnya untuk menyampaikan rencananya untuk pergi bersama yang lainnya tanpa memberi tahukan tujuan mereka kepada Indah yang sedang bersama Keluak.
"Indah, aku ada urusan dengan yang lainnya, jadi aku akan keluar bersama mereka."
"Jadi kau tidak akan mengajakku keluar bersamamu?"
"Maafkan aku tapi aku ingin kau tetap di sini untuk menjaga Keluak. Nanti aku akan membelikanmu nasi goreng!" Ucap Adit tersenyum takut.
"Baiklah jika aku mendapat imbalan aku akan bermain bersama Anak kucing ini." Ucap Indah bahagia.
Setelah menyampaikan itu kepada Indah, bergegas Adit turun danenghpiri yang lainnya dan pergi menuju Warung nasi goreng hantu.
Di kamar kos Adit, Indah mencoba mengajak Keluak untuk berbicara kepadanya mengenai cara dia untuk mengendalikan dan menggunakan kemampuannya, dengan berbaring di pangkuan Indah, Keluak hanya mengusap-usapkan kepalanya ke tangan Indah dan merespon semua perkataan Indah dengan mengeong kepadanya.
"Meong…."
"Apa kau sengaja melakukan itu kepadaku, untuk mengacaukan konsentrasi ku?"
"Meong!"
"Dasar kucing nakal, kau mencoba menggodaku ya?" Sembari mengangkat Keluak ke atas.
"Meong!" Jawab Keluak dengan raut wajah yang menggemaskan seperti tersenyum kepada Indah.
Melihat Keluak yang menggemaskan, Indah langsung memeluknya dan mengelus Keluak dengan Wajahnya. Indah mengatakan kepada Keluak untuk membantunya mencoba menggunakan kemampuannya.
Meletakkan Keluak di depannya, Indah duduk menghadap ke arah Keluak sambil menatapnya serius dan Keluak meresponnya dengan mengeong.menatap keheranan.
Indah kembali kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan, karena tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Indah tidak bisa menunjukkan dirinya jika di kamar itu tidak ada orang yang tidak dapat melihatnya, itu membuatnya kebingungan.
Tanpa berpikir panjang Indah kemudian menutup matanya dan memfokuskan fikirannya. Walau tidak bisa menunjukkan wujudnya, setidaknya Indah bisa melatih kemampuannya yang lain seperti membuat benda-benda yang berada di sekitarnya bisa melayang.
Tidak semudah yang dia pikirkan, Indah hanya dapat membuat Keluak melayang sama seperti sebelumnya, dan itu membuat Keluak sangat bahagia. Indah sangat bingung, setiap kali Indah mencoba menerbangkan benda yang lain, selalu saja berakhir dengan Keluak yang di buatnya melayang saat membuka mata.
Tidak berputus asah, Indah terus melakukannya walaupun hasilnya tetap sama. Setelah sekian banyaknya percobaan Indah tampak merasa kelelahan dan membuat ia menempelkan kepalanya di atas kasur dan berkata kepada Keluak kalau saja dia kelelahan dengan semua percobaan itu.
Keluak menghampiri Indah sembari mengeong dan megosokkan kepalanya di tangan Indah seraya sedang memberikan dorongan semangat kepada Indah.
Indah yang mengerti apa maksud Keluak, tersenyum kepadanya sembari mengelus-elus badan Keluak dan berkata.
"Terimakasih, tapi untuk saat ini aku hanya ingin merebahkan badanku."
"Meong."
Indah pun mengistirahatkan tubuhnya yang sudah letih kekurangan energi.
Suasana ramai seperti biasa di tempat bang Ari. Dengan senyum menyapa Adit dan yang lainnya yang baru saja datang. Bang Ari dengan candaannya mengatakan kepada mereka kalau sudah berapa hari ini sejak terakhir kali mereka bertemu.
Dengan akrab bang Ari langsung mengatakan apa yang ingin mereka pesan tanpa harus mendengar pesanan dari mereka berlima., Adit dan yang lainya tersenyum mengangguk.
Adi, Rian, Nadin dan Ica menuju meja mereka, berbeda dengan Adit yang kasih mengobrol dengan Bang Ari.
Adit ingin menanyakan kepada orang tua Bang Ari cara untuk agar hantu dapat menampakkan dirinya ke muka umum. Bang Ari tersenyum mendengarnya dan mengatakan kepada Adit.
"A0akah ini kamu tanyakan untuk gadis hantumu?"
Dengan malu-malu Adit meng-iyakan jawaban bang Ari yang tertawa melihat wajah Adit memerah.