
Kelas sudah berakhir, setelah Prita meninggalkan kelas Coki sanga kesal dengan menggebrak mejanya. coki sangat kesal karena bukannya di keluarkan Adit malah mendapatkan rekomendasi magang di hotel ayahnya. Itu sangat membuatnya kesal dan akan mengancam Adit nantinya dan segera keluar dari kelas itu.
Adi yang berada di sana menghampiri Adit dan bertanya apa yang terjadi di Ruang Kepala sekolah. Adit menjelaskan kepada Adi apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
"Anak itu kenapa sangat marah kepadamu setelah kembali dari ruangan Pak Kepsek?"
"Entahlah! Mungkin saja dia marah karena Ayahnya tidak mengeluarkanku dari sekolah seperti apa yang di pikirkan ya!"
"Jadi? Apa yang Ayah Coki katakan kepadamu?"
*Ayahnya menawariku untukahang di hotelnya saat libur nanti, tapi aku menolaknya.*
*Apa, Kenapa kau menolak tawaran itu?"
"Aku mengatakan kepadanya kalau aku belum siap untuk bekerja. Lagian aku sudah punya janji kepadamu aaat libur akhir nanti!"
Menepuk jidatnya Adi memaklumi keputusan Adit mengingat sifatnya memang seperti itu. Nadin pun mengajak mereka untuk ketemu Ica si warung bakso Bang Abu yang sudah menunggunya sejak tadi.
Sesampainya di warung bakso Bang Abu, Adit di kejutkan oleh seorang gadis seumurannya yang menegurnya.erasa pernah melihat gadis itu, Adit memandanginya dengan penuh tanya di kepalanya.
Melihat tatapan Adit seperti terpesona, Adi langsung menegurnya danwnggosanya.
"hei Adit, apa yang sedang kau pikirkan menatapnya seperti itu?"
Adit yang tersadar langsungemamyainya dengan berkata, "sepertinya aku pernah melihatmu, tapi di mana ya?"
"hehehe… tentu saja kitakan satu sekolah walaupun beda kurusan," ucap gadis itu dengan tertawa.
Ica yang berada di sana menghampiri mereka dan menjelaskan kalau gadis itu teman sekelasnya dan dia adalah anak dari Bang Abu.
Adit, Adi dan Rian terkejut mendengarnya, berbeda dengan Nadin yang sudah pernah bertemu dengannya bersama Ica.
"apa kah kamu lupa, kita pernah bertemu di koridor ruang guru?" ujar gadis itu dengan senyum ramah.
Adit mencoba mengingat tentang waktu itu, tapi sebelum Adit benar-benar mengingatnya, gadis itu mengatakan bahwasanya pada saat itu dia melihat Adit sedang berbicara sendiri dan gadis itu melijatnya dengan .kedua temannya.
Seketika Adit mengingatnya, itu saat Adit di panggil untuk menemui Pak Kepsek. Adit pun tersenyum dan meminta maaf karena tidak mengingatnya. Gadis itu mengatakan itu bukan masalah, dan kemudian memperkenalkan namanya.
"Perkenalkan namaku Tika."
Adit, Adi dan Rian juga memperkenalkan diri mereka masing-masing. Setelah perkenalan di antara mereka, Tika mengajaknya untuk ke mejanya dan menwarkan ingin memesan apa.
Sehabis mereka makan, Adit dan yang lainya mengobrol santai dengan di Awali Adi yang mengatakan kalau saja Adit menolak tawaran magang yang di tawarinya langsung dari pemilik hotel terkenal di kota ini.
Ica dan Tika terkejut mendengarnya dan mengatakan kalau saja itu kesempatan yang langkah. Adit menjelaskan alasannya kenapa Adit menolak tawaran itu kepada mereka semua.
Mendengar alasan dari Adit yang mengatakan kalau dia lebih memilih untuk pergi menghabiskan masa liburannya bwrsama teman-temannya di kota sebelah di tempat paman dan bibi Adi, yang berada di kota Jeruk Purik.
Mendengar nama kota itu, Tika langsung saja mengubah topik pembicaraan dan membuat suasana saat itu menjadi menakutkan. Tika bercerita tentang hantu yang berada di kota Jeruk purut yang setiap di kesempatan tertentu hantu itu muncul menakut-nakuti siapa saja yang dia temui.
"Ada yang mengatakan kalau hantu itu memiliki perawakan yang tinggi tanpa kepala dan berjalan mengitari sekitar pemakaman di sana dengan di temani seekor anjing yang lolongannya terdengar di sekitar pemakaman."
"Apa kau pernah mendengar cerita itu dari paman dan bibiku, Adi?" Tanya Adit penasaran.
"Tidak, aku belum pernah mendengarnya," jawab Adi yang sedikit ketakutan menelan ludahnya.
"Ada juga rumor yang mengatakan, kalau hantu itu mencari di mana keberadaan kepalanya dan menampakkan dirinya untuk meminta pertolongan dengan orang-orang yang dia temui, tapi karena orang yang melihatnya akan langsung kabur, maka itulah dia marah dan akan menyeretnya masuk kedalam pemakaman yang di selimuti Kanit dan tak akan pernah lagi bisa di temukan." Lanjut Tika dengan gestur tubuh menakuti.
Mendengar ceritanya saja membuat Rian merinding ketakutan sampai-sampai
Mengeluarkan banyak keringat di wajahnya. Tika pun melanjutkan ceritanya dengan mengebrak meja yang membuat Rian berteriak ketakutan.
Mereka yang berada di sana pun juga ikut kaget dengan apa yang di lakukan Tika yang tertawa meminta maaf., Tika kemudian mengatakan kalau itu hanyalah cerita dari mulut kemulut yang dia dengarkan dari pelanggan yang datang ke warung bakso dan Bang Abu mendengar cerita itu dari para pelanggannya.
Dengan senyum polosnya Adit berkata di dalam hatinya, "wah sepertinya Bang Abu mirip informan polisi, mengetahui berbagai info walaupun itu di Kota sebelah."
Ica juga memberitahukan kepada Adit kalau saja rumor mengenai hantu wanita yang menculik anak-anak dan para remaja itu juga berasal dari cerita Tika. Dengan tersenyum Tika memberitahukan, untuk membuat hantu itu hilang mereka harus mencarikan kepalanya menurut orang-irang yang berasal dari kota Jeruk purut.
Di perjalanan pulang menuju kos Ica Masi penasaran dengan cerita Tika barusan dan menanyakan kepada Adi tentang kebenarannya saat kemarin dia pergi ke sana. Adi yang juga kebingungan sama sekali tidak tahu-menahu tentang cerita tersebut. Bahkan tidak seorang pun yang dia temui di sana bercerita tentang itu.
Adit hana6 mengatakan yang dia tahu dari cerita itu adalah pemakaman yang berada di kota itu benar adanya.
Entah kerasukan apa Ica dengan semangat ingin mencoba pergi ke sana dan membuktikannya sendiri padahal yang lain juga tahu kalau Ica juga merasa takut.
Seketika Rian menolak untuk ikut dengan mereka, jika tujuan mereka ingin menguji nyali. Adi yang tertawa mengatakan kepada EIAN kalau saja itu hanya rumor yang belum pasti kebenarannya. Rian bersikeras tidak ingin ikut dengan mereka.
Dengan sifatnya yang suka menggoda teman-temannya Adi mengatakan kepada Rian, "Apa kau yakin tidak ingin ikut bersama kami nanti? Berarti kau akan berada di kos sendirian lho!"
Tersentak merinding mendengar perkataan Adi, Rian kembali berpikir bagaimna kondisinya nanti kalau dia sendirian di kos selama beberapa Minggu.
Dengan berat hati Rian akan ikut bersama mereka saat liburan nanti walaupun itu terpaksa tapi sisi baiknya dia bisa pergi bersama Ica.