
Dengan sikap nya yang kesal melihat kehadiran Vian di sana seketika Coki ingin mengajaknya berantem setelah apa yang sebelumnya telah terjadi kepadanya. Wanita yang membawakan Coki cemilan dan jus melihat kejadian itu dan langsung menelfon Ayah Coki dan setelah itu wanita itu keluar untuk menghentikan mereka agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.
Coki bersikap kasar kepada wanita itu dengan mendorongnya karena tidak ingin kalau dirinya di hentikan untuk membalas perbuatan Vian sebelumnya saat di sekolah.
"Minggir kau, jangan ikut campur!"
Melihat kelakuan Coki yang sudah kelewat batas para gadis yang berada di sana yang melihat kejadian itu sangat geram kepada Coki. Tapi sebelum Coki menyerang Vian terdengar suara teriakan yang memanggil namanya dan seketika itu pula Coki menghentikan gerakannya.
"Coki!"
Itu suara dari Ayah Coki yang sudah berada di depan pintu hotel dan segera menuruni tangga danenghp8ri wanita itu untuk membantunya berdiri. Entah kenapa Coki tambah kesal melihat Ayah nya yang membantu wanita itu untuk berdiri, karena kekesalannya itu Coki segera pergi dari tempat itu dan meninggalkan mereka semua. Ayah Coki yang melihatnya berusaha menghentikan Coki dengan memanggil namanya tapi Coki sudah berlari menjauh dari tempat itu, dan menyuruh Johan untuk mengejarnya dan tetap bersamanya.
Para gadis dengan segera berlari ke arah gadis itu dan membantunya untuk berdiri. Vian dan Adit meminta maaf kepada Ayah Coki atas apa yang telah terjadi. Adit sangat bersalah karena dia merasa kalau Coki menjadi sekasar itu karena dirinya yang telah membuatnya terluka. Dan karena hal itu dia jadi terobsesi untuk membalas perbuatan Adit kepadanya.
"Maafkan aku pak! Semua ini berawal dari pertemuan pertama kami yang membuat Coki menjadi seperti itu."
Mendengar pernyataan Adit membuat Ayah Coki tersenyum dan mengatakan kalau itu bukan salah Adit tapi memang itu sikap buruk Coki.
Setelah di bantu berdiri, wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai manager hotel milik ayah Coki. Wanita itu juga mengatakan kalau Coki bersikap buruk terhadapnya karena Coki sangat membencinya walaupun begitu wanita itu tetap menyayangi Coki seperti anaknya sendiri karena dia sudah mengenalnya semenjak Coki semasi kecil.
Wanita itu memperkenalkan namanya dan mengatakan kalau dia adalah calon istri dari Ayah Coki. Dan mungkin itu yang membuatnya kesal kepadanya karena mencoba untuk mengganti posisi Ibu nya.
"Perkenalkan namaku Rina, aku mengerti dari hotel ini dan juga aku calon istri dari ayah Coki. Mungkin karena itu lah Coki tampak tidak senang ketika melihatku, walaupun begitu aku sanga menyayangi anak itu."
"Tapi kenapa dia bersikap kasar kepadamu?* Tanya Ica penasaran.
"Mungkin karena dia tidak suka, karena aku akan menggantikan posisi Ibu nya."
Ayah Coki pun meminta maaf kepada Rina karena perlakuan buruk yang di lakukan Coki kepadanya sampai harus terjatuh. Adit dan yang lainnya pun sekali lagi meminta maaf karena telah menyebabkan masalah untuk mereka, tapi ayah Coki menghiraukan kejadian itu dan mengatakan untuk melupakannya.
Ayah Coki sekali lagi meminta kepada Adit dan juga yang lainya agar bisa berteman baik dengan Coki.. Adit hanya bisa tersenyum dan mengusahakan semaksimal mungkin agar Coki bisa memaafkannya dan bisa membuatnya berubah.
Adi yang mendengar pernyataan Adit lalu membiarkannya kepada Adit dia pasti bisa melakukannya yang terdengar seperti ejekan di telinganya.
"Hantu saja kamu bisa akrab apa lagi dengan manusia!?"
Mendengar perkataan Adi yang berbisik kepadanya, hanya bisa tersenyum dengan polos untuk menanggapi candaan Adi tersebut.
"Tunggu sebentar?! Sepertinya aku mengenalmu, apa kau anak dari Fery pemilik restoran bintangĀ 5 itu?"
"Iya, salam kenal paman, na ku Vian anak dari pemilik restoran Lemoon senang bertemu dengan anda."
"Aku dan ayah mu adalah teman sewaktu Masi sekolah dul. Tidak seperti ayah mu yang sangat bandel sewaktu Masi remaja dulu sama seperti ku" sembari tertawa dengan khas.
Di tengah-tengah pembicaraan mereka terdengar suara klakson mobil dari sebrang jalan dan terlihat Adel dari dalam mobil itu yang memanggil mereka semua. Melihat Adel sudah datang Vian meminta maaf kepada ayah Coki dan Rina untuk berpamitan
"Maafkan kami tapi kami harus segera pergi"
"Oh kalau begitu salam buat ayah mu"
"Akan ku sampaikan nanti kepadanya"
Mereka pun berpamitan kepada ayah Coki dan Rina dan segera pergi ke sebrang jalan untuk menemui Adel yang sudah menunggu mereka di dalam mobil. Tetapi sebelum mereka pergi, ayah Coki berpesan kepada mereka semua agar bisa bertan dengan Coki dan bisa akrab dengannya, berharap sikap Coki bisa berubah menjadi lebih baik lagi.
Mobil yang mereka tumpangi itu menuju ke restoran milik ayah Fery yang memiliki salah satu cabang di pusat kota.
Mereka pun tidak sabar untuk ke sana, karena ini pertama kalinyaereka memasuki restoran berbintang.
Sesampai nya di lokasi, Adit dan yang lainya sangat kagum dan terpesona dengan apa yang di lihatnya. Tidak kalah bagusnya dengan hotel Ayah Coki yangereka lihat sebelumnya.
Vian dan Adel pun mengajak mereka untuk masuk, tapi sebelum mereka masuk, Nadin dengan gugup bertanya apakah Keluak boleh ikut masuk ke dalam bersama mereka semua. Vian pun mengatakan kalau Keluak bisa ikut masuk ke dalam bersama mereka dengan izin dari Vian. seorang pelayan sudah siap berdiri membukakan pintu dan menyambut mereka. Melihat interior dan suasana di tempat itu membuat mata mereka terbelalak terpesona akan indahnya tempat itu.
Adi pun nyeletuk mengatakan jika dia juga suatu saat nanti akan membuat restoran mewah seperti itu di desanya. Mendengar Adi sengat semangat mengatakan itu, mereka yang mendengarnya tersenyum dan mendukung impian Adi itu.
Mereka pun menuju ke meja yang sudah di reservasi sebelumnya, dan itu adalah tempat VIP yang ada di restoran itu. Dan itu semakinnuat Adit dan yang lainya terpesona
"Aku tidak tahu kalau kau ternyata anak dari pemilik restoran ini, padahal penampilanmu saat di sekolah tampak biasa saja seperti murid murid yang lain, tidak seperti Coki yang selalu terlihat klimis dari ujung rambut sampai ujung kaki nya."
"Hahahaha, aku bukan orang yang seperti itu aku sama seperti kalian semua yang juga pelajar biasa."
"Kau sangat baik, Vian. Bahkan kau mengizinkan Keluak untukasuk kedalam."
Mendengar perkataan Adi yang memujinya, membuatnya merasa malu karena baru kali ini ada yang memujinya. Tapi entah mengapa raut wajah Adel terlihat sebaliknya dari ekspresi Vian yang menatapnya. Dan kejadian itu terlihat oleh Ica memperhatikan mereka.