
3 hari telah berlalu, jam pelajaran terakhir telah usai, Nadin meminta tolong kepada Adit untuk menemaninya pergi berbelanja untuk membeli kebutuhan bulanan Nadin dan anak kucing mereka Keluar.
"Pelajaran hari ini cukup sampai di sini, jangan lupa kerjakan soal latihan dan akan di kumpul di pertemuan berikutnya!" Ujar Prita sembari meninggalkan kelas
"A-Adit… boleh a-aku meminta tolong k-ke-kepadamu?" Menghampir Adit dengan perasaan malu dan gugup di mejanya.
"Apa yang bisa kubantu?" Jawab Adit sedikit heran.
"A-apa hari ini kamu se-sedant sibuk?"
"Tidak, memangnya ada apa?" Sembari merapikan alat tulisnya.
"A-aku ingin memintamu un-untuk menemaniku pergi berbelanja ha-hari ini"
Mendengar percakapan Adit dan Nadin, Adi datang menghampiri mereka berdua dan meminta untuk diajak juga bersama mereka berdua pergi berbelanja. Adityang menanyakan kembali kepada Nadin apakah Adi boleh ikut bersama mereka atau tidak.
"Sepertinya hari ini kalian mau keluar, ya?"
"Nadin memintaku untuk menemaninya untuk berbelanja hari ini."
"Apakah aku boleh ikut juga?" Tanya Adi dengan senyum lebar bersemangat.
"A-asal kamu tidak menjahiliku!" Kata Nadin dengan tegas dan sedikit kesal.
Mereka hanya bertiga saat pulang dari sekolah. Rian dan Ica hari itu tidak bersamanya pulang. Rian yang sakit pwrut sudah pulang sejak pelajaran terakhir dimulai sedangkan Ica memiliki urusan lain di sekolah bersama kedua temannya. Vian dan Adel.
Sesampainya di kos, Adit, Nadin dan Adi melihat Rian yang sedang bermain bersama Keluak di depan kamar kosnya. Adi datang mendekati Rian dan menyapanya menanyakan apa Rian sudah baikan. Rian hanya menjawab dengan dingin seperti biasa yang sebenarnya sikapnya itu bertolak belakang dengan isi hatinya.
Keluak yang bermain bersama Rian seketika berhenti dan berlari menghampiri Nadin setelah melihatnya pulang. Keluak sangat manja saat bersama dan berada di pelukan Nadin.
Adit yang juga melihat kondisi Rian sudah baikan, mengajaknya untuk keluar bersama pergi berbelanja, tapi dengan dingin Rian langsung menolak ajakan Adit, dengan alasan Rian ingin bermain bersama Keluak. Siapa aangkah Rian yang sikapnya seperti itu sangat menyukai kucing.
Alasan dari Rian menolak ajakan Adit dengan alasan ingin bermain bersama Keluak itu hanya alasan karena sebenarnya ialah Ica yang tidak berada di antara mereka dan Rian berfikir kemungkinan besar Ica tindakan akan ikut bersama mereka.
Adit yang sedang menuju ke kamarnya tidak menyadari kalau saja Keluakengikutinya naik ke lantai atas, itu membuat Rian menjadi pusing mencarinya kemana-mana.
Adit yang masuk ke kamarnya dan masih saja belum menyadari kalau Keluak ikut masuk ke kamarnya. Meletakkan tasnya, melepas seragamnya lalu kemudia mandi untuk membersihkan dirinya, Keluak yang berada di luar Adit melihat ke Arah kasur tempat Indah berbaring.
Sudah 3 hari lamanya Indah Masi saja belum sadar semenjak kejadian di ruangan kepala sekolah. Keluak yang mencoba untuk naik ke atas kasur itu terus terjatuh karena kasur itu lumayan tinggi untuk seekor anak kucing. Tanpa berputus asah Keluak tetap terus berusaha memanjat naik ke atas kasur.
Setelah percobaan yang begitu banyak dengan usaha yang begitu keras, akhirnya Keluak bisa memanjat ke atas dengan cara menggunakan kuku kecilnya memanjat melalui alimut yang terurai ke bawah.
Keluak secara perlahan berjalan menaiki badan Indah yang sedang terbaring, kemudian Keluak duduk di atasnya dan menatap wajah pucat dari Indah. Tidak lama setelah memandangi Indah Keluak pun mengeong-ngeong dan kemudian tidur di atas perutnya.
Beberapa dari hewan dapat bersentuhan dan melihat serta berinteraksi dengan hantu, san begitulah yang sedang di lakukan Keluak saat ini melihat Indah seolah-olah berusaha untuk membangunkannya.
Hanya beberapa jenis hewan saja yang dapat melakukan hal seperti yang dilakukan Keluak si anak kucing hitam dengan, denganata berwarna abu-abu dan memiliki bulu pendek yang lebat.
Selepas mandi, Adit baru menyadari kalau apa yang didengarkan barusan itu suara dari Keluak, yang sedang tertidur di atas tubuh Indah dengan nyenyaknya.
"Keluak! Bagaimana mungkin kau bisa berada di sana?" Ucap Adit dengan sedikit terkejut.
Membuka matanya melihat Adit, Keluak hanya menguap lalu kemudian mengeong melompat turun dari tubuh Indah dan menghampiri Adit dengan mengeluarkan badannya di kaki Adit dengan manja.
Melihat tingkah yang menggemaskan dari Keluak, langsung menggendong dan mengelus-elusnya dengan lembut. Adit berkata dengan penuh keheranan melihat Keluak Bisa melihat Indah dan mendekatinya.
"Hey, bagaimna bisa kau mengetahui ada Indah yang terbaring di sana?"
"Meong!"
"Apa iya kau bisa melihatnya?"
"Puurrr!"
Setelah menurunkan Keluak dari gendongannya, Adit kemudian bersiap-siap untuk pergi berbelanja menemani Nadin bersama dengan Adi. Sementara itu Rian masih saja terus mencari Keluak di bawah.
Setelah selesai bersiap dan ingin berank keluar kamar, Adit bingung apakah Adit harus meninggalkan Keluak di kamar itu bersama Indah atau harus mengeluarkannya dari kamar. Tak lama Adit mendengarkan kegaduhan di bawah. Nadin menangis karena mengetahui Keluak telah hilang seperti yang di jelaskan oleh Rian yang sedari tadi mencari Keluak kemana-mana.
Dengan sigap Adi langsung keluar terburu-buru karena mendengar Nadin menangis. Rian dengan panik mencoba menenangkan Nadin di bantu dengan Adi. Adit yang juga mendengar keributan tersebut segera melihat apa yang terjadi, dan menanyakan kepada mereka dari atas balkon.
"Apa yang terjadi di bawa sana?"
"Adit turunlah cepat dan bantu kami!" Teriak Adi.
"Memangnya apa yang sudah terjadi kepada Nadin?"
"Nadin menangis karena Keluak telah hilang!" Teriak Adi yang juga ikutan panik.
Mendengarnya Adit hanya terdiam lalu tersenyum polos. Karena panik Adi kesal melihat senyuman dari wajah Adit. Dengan segera Adit menenangkan mereka semua dan mengatakan kalau Keluak baik-baik saja dan berada di kamar Adit.
Rian sangat kesal mendengar perkataan Adit dan membentaknya setelah melihat senyum polos dari wajah Adit. Akhirnya Nadin berhenti menangis dan kembali tersenyum segera menuju ke kamar Adit menjemput Keluak.
Begitu juga dengan Adi yang mengetahui kalau Keluak baik-baik saja hanya tertawa dan mengatakan Keluak adalah kucing nakal yang mengerjai Rian.
"Hahahaha, ternyata Keluak kucing yang nakal dan juga bisa membuatmu kerepotan mencarinya, Rian!"
"Diamlah itu tidak lucu sama sekali!"
Nadin kembali tersenyum melihat Keluak yang sedang bermanja-manja di karpet kamar Adit, bahkan tidak seperti biasanya akan berlari menghampiri Nadin setelah melihatnya. Melihat kalau Keluak tidak lagi berlari menghampiri Nadin, itu membuat Nadin menjadi Cemberut dan melihat ke arah Adit dan seperti biasa Adit hanya mengeluarkan senyum polosnya kepada Nadin.
"Meong!"