Ghost In Kos

Ghost In Kos
Sebuah Perasaan!



Terdiam sejenak melihat indah yang berdiri menunggunya di balik pintu kamar, dengan perlahan melangkahkan kaki nya masuk sembari menutup pintu dengan perlahan.


Melihat indah yang tengah berdiri sembari melipat kedua tangannya, menata dengan sinis ke arah Adit yang berada di depan pintu.


Adit yang berjalan secara perlahan melewati indah. Mencoba menghiraukannya di iringi oleh tatapan tajam dari indah di setiap langkahnya.


Adit yang masi menghiraukan indah tanpa berkata apapun mulai membereskan belanjaannya, indah kesal karena dia di cueki,


"Kenapa kau meninggalkan ku sendirian?" Tanya indah dengan nada yang marah


Tanpa menjawab pertanyaan dari indah Adit mengeluarkan bungkusan yang berisi nasi goreng dan memberikannya kepada indah dengan membelakanginya tanpa menatapnya sedikitpun.


"Ini untuk mu!" Di sodorkannya bungkusan makanan itu ke arah indah dengan membelakanginya.


"Apa itu ?" Masi dengan nada yang marah indah bertanya.


"Ini makanan untukmu jika kau tidak mau, biar aku sendiri yang memakannya!"


Dengan malu malu indah seketika merampas bungkusan itu dari tangan Adit, menutupi rasa senang nya dengan berlagak marah kepada Adit.


Indah yang menerima bungkusan itu duduk melantai di dekat Adit yang sedang mengeluarkan belanjaannya.


Indah membuka bungkusan itu dan melihat itu adalah makanan kesukaannya, dengan senyum yang semringa indah melihatnya tapi karena gengsi. Inda mengejek makanan itu, padahal di dalam hatinya sangat senang.


"Apa ini!, Kelihatan tidak enak!"


Mendengar ucapan indah seperti itu, seketika Adit berbalik dan melirik indah yang menatap isi dalam bungkusan itu dengan tersenyum, tapi indah tidak mengetahui kalau Adit sedang melihatnya tersenyum.


"Maaf saja kalau ini kelihatan tidak enak, jika kau tidak ingin memakannya tidak usah banyak komplain!"


Adit yang langsung mengambil bungkusan itu dari tangan indah, berharap dia bisa jujur dengan perasaannya sendiri tanpa harus menyembunyikannya.


Sayang seribu sayang!, Hal yang di harapkan oleh Adit ternya mendatangkan musibah kepadanya.


Indah yang tiba tiba berdiri dari duduknya langsung memukul Adit tepat mengenai wajahnya.


"Apa yang kau lakukan, huh!?, Berani sekali kau mengambil makanan kesukaan ku!"


Pukulan yang sangat keras mengiringi perkataan indah langsung mengarah ke Adit, Adit yang hanya pasrah duduk terdiam melihat indah yang murka, dan pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Adit yang terkena pukulan langsung tersungkur ke belakang, dan indah kembali mengambil bungkusan yang ada di tangan Adit.


Beberapa saat setelah kejadian itu, Adit yang terduduk menyenderkan punggungnya di pinggiran tempat tidur, mengotak Atik handphone barunya sembari memegang pipinya yang sakit, dan indah yang tampak senang menyantap nasi gorengnya berada di sebelahnya dengan menjaga jarak tentunya.


"Katanya terlihat tidak enak, tapi kelihatan senang memakannya!" Gerutu Adit dengan suara pelan.


Indah yang mendengar itu tiba melirik ke arah Adit dan raut wajahnya berubah yang tadinya tersenyum semringa menjadi marah.


"Apa yang kau bilang!?" Dengan mengepalkan tangannya mengancam.


Adit yang dengan spontan mengangkat kedua tangannya seraya untuk melindungi dirinya kalau saja indah memukulnya.


Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar.


[Tok...! Tok...! Tok...!]


Adit dan indah secara bersamaan melirik ke arah pintu dan penuh tanya siapa yang jam segini datang untuk bertamu.


Itu Nadin yang datang menemui Adit untuk mengembalikan jaketnya yang di pinjamkannya barusan.


"Oh Nadin?, Ada apa kamu ke sini jam segini?"


"Ma..af kalau aa..ku mengganggu, aku.. hanya ingin.. me.. ngembalikan jaket mu." Dengan sedikit menundukkan wajahnya dan dengan nada suara yang malu dan terbatah batah


"Terimakasih sudah mau repot repot naik ke lantai dua untuk mengantarkannya, padahal kamu bisa mengembalikannya besok?"


"A..ku tidak enak kepada mu... Dan juga a..ku ingin mengucapkan te..rimakasih kepadamu."


"Oh begitu yah?, Kalau begitu terimakasih yah sudah repot repot mau naik ke lantai dua, padahal di sini tempatnya menyeramkan loh?" Adit yang mengatakan itu sembari melirik ke arah belakangnya dan melihat indah.


Indah yang dari tadi memperhatikan mereka berdua mendengar perkataan Adit, berubah jadi tatapan sinis dengan makanan yang sedang di kunyahnya.


Melihat tatapan menakutkan indah, Adit dengan cepat mengalihkan pandangannya kembali ke arah Nadin.


Nadin yang melihat perubahan di raut wajah Adit mengira kalau Adit terkena demam karena meminjamkan jaketnya saat hujan tadi, tapi Adit memanbatahnya dan berkata kalau dia baik baik saja!.


Adit yang memperhatikan suasana yang begitu sepi, menawarkan untuk mengantarkan pulang kembali ke kamarnya, dan Nadin yang hanya menunduk dan tersenyum mengangguk pertanda kalau dia setuju.


"Aku kebawah dulu yah!" Teriak Adit kepada indah tanpa melihatnya sedikit pun, sembari menutup pintu kamarnya. Nadin yang melihat kelakuan Adit yang aneh bertanya tanya apakah dia baik baik saja?


Dengan senyum Adit hanya mengatakan kalau itu hanya kebiasaannya saja, tidak perlu di hawatirkan.


Mereka pun berjalan menuju tangga, sebelum sampai nya mereka nenek Nadin yang sedari tadi memperhatikan mereka, tersenyum dan berkata kalau gadis yang berada di kamar Adit itu anak yang manis.


Adit yang hanya terdiam dan tersenyum polosa mendengar perkataan dari nenek Nadin bergumam di dalam hatinya.


"Dia memang manis sih!?, Tapi kelakuannya kayak iblis!"


Sesampainya mereka di depan pintu kamar nadin, mengucapkan terimakasih karena sudah repot repot mengantarnya ke kamarnya., Adit yang tersenyum dan berterimakasih kembali karena telah menemaninya berbelanja dan sampai mau repot repot naik ke atas mengembalikan jaketnya di jam segini.


Setelah perbincangan kecil mereka, Nadin mengucapkan salam dan masuk ke dalam kamarnya begitu pula dengan si nenek yang mengucapkan terimakasihnya kepada Adit.


Adit yang telah kembali ke kamarnya, membuka pintu dan mendapati, indah sedang memainkan handphonenya.


Melihat itu Adit dengan cepat berlari dan mengambil paksa handphone itu dari tangan indah, melihat itu indah hanya menatap Adit dan terdiam.


Setelah Adit kembali dari menutup pintu, Adit memberitahukan kepada indah kalau dia tidak boleh menyentuh handphonenya.


Indah yang hanya terdiam menatap Adit dan tidak merespon apapun walau hanya anggukan kepala sekalipun.


"Kalau kau belum pengen tidur!, Lebih baik jangan ganggu aku, aku mau tidur besok hari pertama bersekolah"


Indah yang hanya Masi terdiam dan tanpa respon, hanya menatapi handphone milik Adit.


Adit yang sudah tertidur di lantai dengan menyelimuti badannya dan indah yang baru menaiki tempat tidurnya juga menyelimuti badannya bersiap untuk tidur sembari memegangi dan menatap gelang nya yang di temukan Adit siang tadi.


Tidak lupa mematikan lampu kamarnya mereka nerduapun tertidur di iringi suara air hujan yang mengenai atap kos kosan itu.


Matahari yang mulai memancarkan sinarnya, dan hujan pun telah berhenti. Adit yang membuka matanya melihat indah yang duduk di atas tempat tidur yang sedari tadi terus menatapnya


Adit yang melihatnya terkejut dan berteriak!


"HA.. HA.. HANTU!!?"