Ghost In Kos

Ghost In Kos
Apa yang Dia Pikirkan?



Di dalam ruangan kelas yang senyap, hanya terdengar suara Prita menjelaskan materi pembelajaran pada hari saat itu, sementara murid-murid yang lain diam menyimak pembelajaran dari Prita menjelaskan. Di sepanjang lorong kelas terdengar suarah langkah kaki yang terburu-buru di sertai dengan tarikan napas yang tidak karuan.


Pintu kelas terbuka di tengah-tengah Prita saat menjelaskan materi pembelajaran kelas itu. Penjelasan Prita terhenti di karena seseorang telah membuka pintu kelas dengan tiba-tiba. Semua pandangan teralihkan ke arah pintu yang terbuka itu dan mendapati Adit yang tengah berdiri di sana dengan penampilan yang tidak karuan dan dengan napas yang terengah.


"Adit, apa yang terjadi denganmu? Dan kenapa kamu terlambat?!" Ujar Prita dengan tatapan keheranan melihat kondisi Adit yang berantakan.


"Maaf atas keterlambatan ku , ada sedikit masalah saat menuju ke sini!" Jawab Adit dengan napas yang kelelahan.


Melihat Adit datang ke sekolah, membuat Coki merasa kesal tapi di sisi lain dia sangat senang karena bisa membalaskan perbuatannya dulu kepadanya. Berbeda dengan Coki, Dua teman Adit Adi dan Nadin sangat senang melihatnya telah sampai ke sekolah walau pun merasa kasian dengan keadaannya, begitu pula dengan Rian, berbeda dengan Adi dan Nadin Rian merasa lega tapi tidak dengan menunjukkan epkspresinya.


Sedikit terkejut melihat Indah yang ternya bersama Adit langsung menyuruhnya ke tempat duduk. Coki yang tidak setuju karena Adit tidak mendapat hukuman apapun akibat keterlambatannya memprotes Prita dengan kesal  Prita menjelaskan kepada Coki kalau Adit sudah terkena masalah dalam perjalannya menuju ke sekolah, jadi Adit tidak perlu mendapatkan hukuman apapun


Coki yang  kesal tidak terima dengan apa yang di katakan Prita, mengeluarkan sedikit kakinya agar Adit yang berjalan melewatinya tersandung dan terjatuh.


Benar saja, Adit yang melewati meja Coki terjatuh karena tersandung oleh kaki Coki yang dia gunakan untuk menjahili Adit karena tidak terima dengan keputusan Prita yang tidak menghukumnya. Coki pun tampak terlihat senang dengan kelakuannya itu.


Karena sudah cukup kelelahan berlari Adit sampai tidak menyadari perbuatan Coki yang menjahilinya dan akhirnya tersandung dan tersungkur ke lantai. Semua murid yang melihat nya langsung menertawakannya terkecuali Adi dan Nadin beserta Rian..


Nadin langsung berdiri ingin menghampiri Adit dan membantunya tapi tindakannya itu tertahan karena Adit terjatuh dekat dengan keja Johan yang berada di belakang Coki.


Adit pun bangkit dan ikut tertawa bersama dengan canggung karena dia sudah terjatuh.


Prita yang mengetahui kejadian itu dan melihat apa yang terjadi sebenarnya langsung menegur Coki dengan memanggil namanya.


"Coki!"


"Bukan aku Bu yang melakukannya dia terjatuh dengan sendirinya!"


Setelah Adit duduk di tempatnya dan Prita menenangkan para murid yang lain, Coki merasa puas dengan apa yang menimpa Adit.


Indah yang melihat kejadian tersebut sangat kesal kepada Coki dan ingin membalskannya tapi dia sudah berjanji kepada Adit untuk menahan diri. Lagi pula sebagian besar apa yang di derita Adit adalah kesalahannya sebelumnya dan itu membuat Indah tampak menyesal.


Menyesal dengan perbuatannya Indah pun mengingat apa yang terjadi sebelumnya saat dia terdiam kaku.


Saat itu pikiran Indah sangat kacau setelah apa yang dia lihat sebelumnya, Indah seperti melihat seseorang yang selalu samar-samar di ingatannya semasa dia Masi hidup dan itu membuat pikirannya menjadi kacau. Marah, sedih, kesal, senang, tercampur aduk menjadi satu di dalam kepala Indah.


Merasa sudah akan terlambat Adit pun mengingat perkataan Bang Ari waktu itu, yang mengatakan kepada Adit.


"Jika dia kehilangan kendali atas dirinya, cobalah untuk memeluknya dan menciumnya, pasti dia akan segera tersadar!"


Walaupun tidak yakin akan keberhasilannya membuat Adit harus melakukannya jika tidak dia akan terlambat. Dengan keraguannya Adit memulai mencobanya tapi kemudian Adit terhenti karena terlintas di pikirannya jika apa yang akan dia lakukan ini bisa membuatnya mendapat ke sialan.


Tanpa berpikir panjang, menghiraukan segala apa yang akan terjadi nantinya, Adit langsung meraih tangan indah yang dingin dan mencium pipinya yang dingin..


Seketika tersadar, Indah langsung melihat ke arah Adit yang tersenyum melihat Indah telah sadar, membuat Indah menjadi kesal. Adit yang melihat raut wajah Indah yang berubah seketika pun juga senyum di wajah Adit berubah menjadi cemas.


Tanpa berpikir panjang Indah pun langsung memukul keras Adit yang sampai mundur ke belakang menabrak tong sampah yang berada di sana. Itu lah kenapa Adit datang ke sekolah dengan penampilan yang berantakan.


Adit juga menceritakan kejadian itu  kepada teman-temannya yang lain seusai pelajaran selesai. Dan lasan kenapa dia terlambat masuk kelas karena Adit harus ke kamar mandi untuk membersihkan sedikit kotoran di pakaiannya agar tidak begitu mencolok dan bau.


Coki yang puas melihat Adit menderita tersenyum ke arahnya dan pergi meninggalkan kelas bersama Johan. Mendengar cerita Adit yang membuatnya terlambat membuat Nadin cemberut seperti merasa cemburu mendengarnya. Melihat temannya seperti itu Adi langsung menghiburnya dengan cara menggodanya.


Karena pakaiannya yang berantakan Adit memutuskan tidak akan kemana-mana saat jam istirahat ini. Karena membantu Adit yang ke silitan, Nadin berinisiatif untuk pergi ke kantin membelikannya sesuatu. Tidak ingin Nadin pergi sendiri karena khawatir dengan apa yang bisa di lakukan oleh Coki kepadanya, Adi mengusulkan untuk ikut bersamanya dengan Rian yang diajaknya paksa.


Saat berjalan di koridor sekolah Coki dan Johan yang juga habis dari kantin menuju keluar gedung sekolah berjalan untuk udara segar. Johan dengan spontan mengatakan jika dia melihat sesosok gadis yang mengikuti Adit dan menatap tajam ke arah Coki saat dia menjahili Adit sebelumnya.


"Bos, aku melihat Adit si ikuti oleh sesosok gadis di belakangnya dengan berwajah pucat dan menatap kesal ke arahmu saat kau membuat Adit terjatuh!"


"Itu pasti Jin nya yang ku lihat waktu itu!?"


"Tunggu sebentar?! Apa yang kau bilang tadi? Kau melihat gadis yang mengikuti Adit saat di kelas tadi? Lalu kau baru memberitahukan ku sekarang! Dasar bodoh!"


Dengan raut wajah yang terheran, Johan sangat bingung melihat sikap Coki yang kesal tapi tersenyum senang.


Setelah memarahi Johan, Coki pun memberitahukan kalau itu adalah tujuan utamanya dan mereka harus menyingkirkan Indah sesosok gadis hantu yang mereka maksud tersebut.


Tapi untuk sekarang ini Coki akan menargetkan Nadin sebagai targetnya karena dia juga memiliki sesosok hantu yang mengikutinya. Mereka pun menyusun rencana baru untuk itu.


Saat berjalan kembali ke kelas, Adi, Nadin dan Rian berpapasan dengan Coki dan Johan yang juga menuju kembali ke kelas.. Coki pun yang melihat mereka bertiga tersenyum dengan rencana yang sudah di pikirkannya di kepalanya.