Ghost In Kos

Ghost In Kos
Kegaduhan Di Ruang UKS



Adit Masi bertanya apa itu indigo?, Karena yang Adit tahu selama ini orang orang yang dapat melihat dan merasakan serta mendengar dan menyentuh, itu hanya berasal dari desa nya


Hanya sebatas itu lah yang di ketahui oleh Adit, bahkan Adit sendiri yang telah lama tinggal di desa Masi banyak hal yang tidak di ketahui dari desanya sendiri.


Adit berfikir dan bertanya tanya apakah dia juga seorang indigo?, Tapi menurut penjelasan Rian kalau dia sedari kecil sudah bisa merasakan melihat bahakan berkomunikasi.


Berbeda dengan Rian yang sejak kecil sudah memiliki kemampuan nya, sewaktu Adit kecil, Adit hanya sekedar bisa untuk merasakan mendengar tapi tidak untuk bisa melihatnya, sama seperti kondisi Ica saat ini.


Di tengah tengah perbincangan mereka pun indah menyahut dengan pelan, meminta maaf kepada Adit atas apa yang telah menimpanya.


"Maaf kan aku, aku sudah melakukan kesalahan kepadamu."


Rian terkejut dan semakin ketakutan mendengar suara dari indah, itu terdengar seperti rintihan yang menyeramkan baginya.


"Haaaa..! … Dia berbicara itu menakutkan suruh dia pergi dari sini!"


Adit pun hanya bisa menghelai nafasnya mendengar perkataan dari Rian, berharap indah tidak marah mendengarnya.


Adit berusaha untuk menenangkan Rian yang sedang ketakutan menutupi wajahnya dan indah yang murung menunduk merasa bersalah.


"Baiklah! … Indah aku sudah memaafkan mu jadi kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu!, Dan Rian kau tidak perlu takut dengannya anggaplah dia seperti anak gadis pada umumnya, kau bisa melihatnya kan dia bahkan meminta maaf kepadaku!, Jadi kau tidak perlu takut kan aku juga ada di sini!"


Adit berusaha untuk membuat suasana di ruangan itu menjadi lebih baik.


Rian pun mencoba mengikuti perkataan Adit dan mencoba untuk melirik dari selah selah jari ny, dan perlahan membuka wajahnya yang dia tutupi sedari tadi dengan kedua tangannya.


"Lihat! … Tidak apa apa kan?" Ucap Adit dengan senyumnya.


Walaupun masih merasa takut Rian mencoba untuk berdamai dengan suasana di ruangan itu walaupun sekujur tubuhnya terasa gemetar.


"Dan untuk mu, jangan di pikirkan lagi, aku baik baik saja." Ucap Adit kepada indah dengan memegangi kepalanya dengan lembut.


Mendengar dan merasakan sentuhan Adit indah yang menunduk mengangkat sedikit wajahnya dan melirik ke arah Adit dari selah selah rambutnya yang jatuh menutup wajahnya.


Melihat ekspresi indah seperti itu, Rian menjadi terkejut dan takut karena baginya itu adalah tatapan yang sangat menyeramkan, walaupun tatapan itu tidak tertuju kepada nya.


"Huh!… Lihat dia menatap seperti itu kepadamu!?" Ucap Rian yang terkejut takut.


"Cobah untuk tenang Rian, dia Bahakan tidak menyakitimu." Kata Adit yang masi mengelus kepala indah.


"Tapi! … Aku sudah merusak hari pertama mu di sekolah?, Kau pasti akan kerepotan nantinya." Jawab indah.


"Kau tidak perlu memikirkannya, aku baik baik saja Masi ada teman teman ku yang akan membantu ku"


"Sungguh?, Jadi kau tidak marah kepadaku?, Dan kau akan membelikannya nasi goreng?" Jawab indah yang secara perlahan mulai merasa ceria kembali.


Adit hanya tersenyum polos mendengar perkataan indah, yang mengatakan secara sepihak untuk membelikannya nasi goreng!.


"Lihat dia!. … Di bahkan memalak mu?" Ucap Rian kepada Adit dengan suara gemetar ketakutan.


Indah yang mendengar ucapan Rian hanya terheran bengong melihat Rian, indah juga baru menyadari kalau sedari tadi itu ada orang lain selain mereka berdua.


"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?" Ucap indah yang masi menatap bengong kepada Rian.


"Haaa! … Di berbicara kepada ku itu menakutkan!" Sembari menutup matanya.


Adit yang terheran, dan baru menyadari ternya indah selama ini tidak menyadari Rian dan tidak mendengar semua perkataan Rian barusan,. Adit bersyukur karena indah tidak menyadari sedari tadi Rian sudah berada di sana dan tidak mendengar perkataannya.


"Jangan melihat ke arahku dan berbicara kepada ku, kau jelek dan menyeramkan" kata Rian dengan ketakutan.


" Apa kau bilang!" Indah yang berdiri dari tempat duduknya menghampiri Rian dengan sangat marah.


Adit yang melihat itu, berusaha untuk menghentikan indah agar tidak memukuli Rian yang sudah berkata buruk kepadanya.


Indah yang menuju ke arah Rian, langsung mengambil ancang ancang dan mengarahkan pukulannya kepada Rian, untung saja Adit dengan cepat menghalau pukulan indah walaupun itu dengan pipi nya.


Indah terkejut karena Adit yang mengenai pukulannya itu, untung saja Adit tbaik baik saja dan tidak pingsan karena pukulan indah.


Rian juga ikut terkejut melihat apa yang terjadi, yang menghentikan pukulan dari indah mengarah ke Rian.


Indah merasa menyesal telah memukul Adit, lagi lagi karena nya Adit menjadi kerepotan jadinya.


Walaupun sakit, Adit berusaha tersenyum dan mengatakan kalau dia baik baik saja. Dan menegur Rian untuk menjaga ucapannya.


Melihat Adit yang sudah berkorban menerima pukulan dari indah hanya mengangguk menuruti perkataan Adit.


Akhirnya Meraka semua kembali ke tempat mereka seperti semula, tapi indah Masi merasa kesal kepada Rian dan menatapinya dengan amarah.


Rian melihat ekspresi dan tatapan menyeramkan dari indah terkejut takut, dan mencoba menahan perkataannya walaupun dia ingin mengatakannya.


Adit yang melihat sikap mereka berdua hanya bisa pasrah dan menenangkan indah dengan memegangi kepalanya dan mengekua rambutnya., Indah pun melihat ke arah Adit, dan tersenyum ceria kepadanya.


Melihat itu Adit hanya bisa bergumam di dalam hatinya.


"Wah!,… Serasa seperti aku menjinakkan seekor singa kelaparan"


Tidak lama setelah itu, indah memberikan handphone Adit yang tertinggal di kamar.


"Aku membawakan mu ini" ucap indah memberikan handphone nya.


"Kau datang ke sini hanya untuk mengantarkan ini kepada ku?"


Indah hanya tersenyum mendengarnya, dan berharap bisa mendapatkan nasi goreng dari Adit.


"Terimakasih sudah mau membawakan ini kepadaku"


"Nasi goreng!" Indah tersenyum mengatakan keinginannya.


Adit hanya tersenyum polos mendengarnya dan merasa indah mungkin sudah mulai terbuka dengan perasaannya.


Setelah percakapannya dengan indah. Adit langsung melihat ke arah Rian, dan Rian hanya terkejut melihat Adit dan memalingkan wajahnya.


"Jadi!? … Bisa kah kau menjelaskan kenapa kau bisa melihat dan merasakan hal gaib seperti ini?" Tanya Adit kepada Rian yang tidak ingin menatapnya.


"Bukannya aku sudah bilang dari tadi?, Kalau aku sudah bisa seperti di sejak kecil."


Adit yang tidak tahu menahu lantas kepikiran dengan kata indigo yang barusan Rian ucapkan.


"Lantas apa itu indigo? Aku baru mendengar nya?"


"Aku hanya mengetahui itu saat aku kecil orang orang di sekitarku mengatakan kalau aku adalah anak yang spesial dan menyebutku anak indigo" jawab Rian menjelaskan ke Adit.


Setelah perkataan Rian, seseorang memasuki ruangan itu. Dan mengatakan kalau dia mengetahuinya.


Mereka pun dengan bersamaan melihat ke arah orang itu dan terkejut melihatnya.