
Saat melihat muka terkejut dari Vian semua yang berada di tempat itu tertawa karenanya, bahkan Keluak yang berada di gendongan Adit pun tampak tertawa. Di tengah tawa mereka Vian masih penasaran bagaimna mungkin bisa seekor anak kucing dapat menuntun mereka untuk menemukan Adel.
Mereka yang berada di sana, mendengar pernyataan dari Vian juga kebingungan untuk menjelaskannya dan Adi dengan santai mengatakan kalau saja mungkin Keluak juga adalah seekor kucing hantu.
"Tapi aku masih belum percaya, bagaimna mungkin bisa Seekor kucing dapat mengerti apa yang terjadi dan bisa menuntun kita saat mencari Adel?'
"Hmmm, kau benar juga, apa mungkin saja Keluak itu adalah seekor hantu juga yang menyerupai seekor kucing?"
"Kamu jangan asal, jika memang Keluak adalah hantu, pasti dia bisa terbang," bantah Ica dengan pernyataan Adi.
"Benar juga yah!?"
Tidak lama kemudian, Adel telah siuman dan saat membuka mata dia merasakan sakit di kepalanya dan sekujur tubuhnya. Saat mulai membangunkan badannya, Adel menyadari kalau dia sedang berada di kamar wanita karena tampak rapih dan memiliki harum yang khas dari seorang wanita. Mendengar ada keributan di luar kamar itu, Adel segera beranjak dari tempat tidur itu dan menuju ke arah jendela untuk melihat apa yang terjadi di luar sana dengan tubuh yang lemas Adel berusaha untuk memulai langkahnya.
Setelah melihat apa yang terjadi di luar kamar 8tu, Adel melihat teman temannya berada di sana dan begitu pula juga dengan Vian yang tertawa bersama. Adel sangat senang ketika melihat tawa lepas yang di tunjukkan oleh Vian saat itu, Adel merasa kalau sudah lama sekali dia tidak melihat Vian seperti itu, dan mengingat terakhir kali dia melihat nya ketika masih SMP.
Sangking lemasnya Adel tidak sanggup lagi menopang badannya, dan kemudian terjatulah ia dengan menimbulkan suara gaduh yang terdengar oleh Adit dan yang lainnya di luar sana. Vian yang pertama kali mendengar suara itu langsung menghampiri kamar Ica dan setelah membuka pintu, Vian mendapati Adel yang sudah terjatuh dengan na0as yang tidak beraturan dan suhu tubuh yang mulai meningkat.
"Adel kamu tidak apa-apa!? Gawat suhu tubuh mu sangat tinggi kita harus membawanya ke rumah sakit."
"Vi-an a-ku mene-mukan-mu," ucap Adel membuka mata dengan suara yang mulai terbuka dan suara yang lemah kemudian kembali pingsan.
"Oi Adel!"
Suana di tempat itu menjadi panik Tika pun bergegas mengambil handphonenya dan menelfon ayahnya untuk meminjam mobil dan mengantar mereka ke rumah sakit, tapi Vian menolaknya dan mengatakan biar dia saja yang menghubungi orang rumahnya untuk segera menjemputnya dan membawa mereka ke rumah sakit.
Tapi sebelum Vian mulai menefon Adit, Ica dan Rian mengatakan kalau saja Adel tampak mengeluarkan aura negatif dari tubuhnya, itu sama seperti aura yang di pancarkan dari Rumah di mana Adel di temukan. Adit pun menjelaskan apa yang di lihatnya kepada Vian dan mengatakan kalau Adel memancarkan Aura negatif yang tipis dari tubuhnya. Karena Vian masih belum sepenuhnya percaya dengan perkataan Adit, Vian menolaknya dan membantah perkataan Adit.
"Vian tenanglah, aku melihat Adel di selimuti aura negatif di sekujur tubuhnya."
"Iya aku juga melihatnya."
"Aku juga bisa merasakan itu!"
"Apa yang kalian katakan, Kita harus membawa mereka ke rumah sakit segera!"
Vian pun kembali ingin menelfon, tapi lah- lagi tindakannya itu di hentikan oleh seorang wanita yang baru saja sampai di kos itu. Mereka semua berbalik dan melihat Prita yang datang mendekati mereka.
"Bu Prita!?" Ucap mereka.
"Jadi apa yang harus aku lakukan agar panasnya turun?"
"Tenanglah, ada cara lain yang lebih ampuh dari membawanya ke dokter"
"Apa itu?"
"Lebih baik kamu menenangkan diri mu dulu dan tetaplah di sampingnya, aku akan berbicara dengan Adit dan meminta bantuannya."
"Apa Adit bisa menyembuhkannya?"
"Hahaha… tidak. Bukan seperti itu yang ku maksud. Lebih baik kamu tetap berada di kamar ini dan menjaganya."
Adit tersenyum dengan polosnya ketika Prita mengatakan dia akan meminta bantuan kepada dirinya sedangkan dia sendiri tidak bisa melakukannya untuk menyembuhkan Adel ketika Prita keluar dari kamar itu, Adit dan yang lainnya juga mengikuti mereka ke depan pagar kos.
Karena penasaran Adit pun bertanya apa yang akan Prita lakukan dengan meminta bantuannya sedang Adit sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Begitu pula dengan Tika dan Ica yang bingung maksud dari perkataan Prita barusan yang meminta Adit untuk menyembuhkan Adel.
Prita pun menjelaskan jika saja bukan seperti itu yang dia maksud.. mereka semua tampak Masi kebingungan dengan apa yang di ucapkan. Hanya tersenyum melihat murid muridnya yang kebingungan, Prita pun menjelaskan kan apa yang terjadi dan bagaimana solusinya.
"Baiklah pertama Tama aku akan menjelaskan kepada kalian semua mengenai apa yang terjadi kepada Adel. Untuk Adit dan Rian pasti bisa melihatnya begitu pula dengan Ica, apa yang terpancar dan menyelimuti tubuh Adel kan?"
"Iya kamu melihatnya" jawab ketiganya bersamaan.
"Itu adalah aura negatif yang menempel di tubuh Adel ketika dia terlibat dengan hal-hal supranatural, seperti tidak sengaja melihat dan mendengar sosok dan suaranya, atau bisa jadi dia hanya lewat dan memasuki area yang memiliki tingkat kepekatan yang tinggi dari aura negatif yang terpancar dan saling bertabrakan dengan dirinya."
Mendengar penjelasan Prita membuat Adit mengingat, jika rumah kosong di mana Adel di temukan memiliki aura negatif yang sangat pekat terlihat di sekitaran rumah itu. Setelah memberi tahukan apa yang terjadi kepada Prita, mereka pun menyimpulkan jika rumah itulah penyebabnya. Adit bertanya kepada Tika mengenai rumah itu kalau saja Tika mengetahuinya, tapi sayngnya Tika tidak mengetahui apa apa mengenai cerita rumah itu.
"Hmmm…, seperti itu ya? Apa kamu tahu sesuatu tentang rumah itu, Tika?"
"Aku tidak tahu sama sekali mengenai cerita tentang rumah itu, tapi mungkin saja ayahku tahu sesuatu tentang rumah itu"
"kalau benar begitu kita nanti akan menanyakan kepadanya."
Setelah berdiskusi sedikit mengenai rumah itu, Prita pun melanjutkan apa yang akan Prita lakukan untuk meminta Adit membantunya. Prita mengatakan kalau dia butuh bantuan Adit dan Indah untuk menghilangkan Pengaru negatif dari tubuh Adel dan 1 orang lainnya.
Saat Adit bertanya siapa 1 orang lagi yang Prita maksud, dengan tegas Prita menyebutkan nama orang itu yang tentu saja Adit dan yang lainnya mengenalnya.
"1 orang yang aku maksud itu adalah Johan!"