Ghost In Kos

Ghost In Kos
Menjadi Pusat Perhatian



Siang hari dan sekarang menunjuk kan jam istirahat sekolah dan akan di lanjutkan pelajaran terakhir setelahnya.


Adit, Nadin, Rian dan Adi beserta indah san nenek Nadin berjalan menyusuri koridor sekolah melewati murid murid yang lain yang sedang menikmati jam istirahat nya dengan kesibukan mereka masing masing.


Ada yang duduk bersama temannya, bercanda gurau, bergerombol membentuk grup. Dan aktifitas lainnya dari para murid yang terlihat di koridor


Ketika gerombolan Adit dan Tan temannya berjalan melewatinya. Murid murid yang lain seketika terdiam dan semua mata tertuju ke arah mereka, terutama ke Adit dan Rian.


Murid murid yang mereka telah lewat tertawa kecil dan saling berbisik satu sama lain setelah Adit dan teman teman nya melewati mereka.


Menyadari ada yang aneh, merasa kalau mereka sedang menertawakannya, tapi Adi yang mengetahui itu dengan cepat mengubah suasana mereka menjadi lebih baik dan mengalihkan perhatian Rian dari semua itu.


"Jangan tegang begitu bro, mereka hanya sirik melihat kita." Ucap Adi yang merangkul pundak Rian.


Adit pun yang penasaran bertanya kepada Nadin yang berada di sebelahnya.


"Memangnya mereka seperti itu apa ada yang salah dengan kita?"


Dan Nadin dengan pelan berkata.


"Me … mereka menertawakan kamu dan Rian" jawab Nadin dengan cara bicara yang sudah tidak begitu malu lagi.


"Memangnya ada apa dengan kami berdua?"


"Itu …  karena kejadian sewaktu pagi tad, saat acara penyambutan murid baru di aula sekolah,"


Adit bertanya tanya, tentang apa yang telah terjadi pada saat itu, sehingga murid murid yang lain bergosip dan menertawakannya.


Indah yang melihat kelakuan murid murid yang lain sepanjang jalan sangat kesal dan marah, tapi untung saja nenek Nadin yang berada di dekatnya menghentikannya dengan memegangi pundaknya dan menggelengkan kepalnya dengan tersenyum tanda bahwa indah harus menahan diri.


Dengan menurut indah langsung mengurungkan niat nya, dan agar Adit tidak mendapatkan masalah baru lagi karenanya dan dia tidak dapat nasi goreng dari Adit.


Ketika mereka  hampir sampai, Adit dan yang lainya bertemu dengan Ica dan teman barunya.


Itu adalah teman sekelas Ica seorang cowok dan cewek, Adit tidak heran Ica bisa mendapat teman begitu cepat mengingat dia juga dan Adi hanya baru baru ini kenal dan langsung bisa akrab.dengan persona san aifat Ica yang seperti itu.


" Bagaimana kondisi kalian berdua?"  Tanya Ica kepada Adit dan Rian.


"Kami baik baik saja kok!" Jawab Rian dengan nada sedikit angkuh.


Mendengar jawaban dari Rian, Ica hanya tersenyum dan tertawa kecil mendengar nya karena Ica tahu Rian tidak bermaksud bersikap seperti begitu terhadap nya.


" Kenal kan mereka teman sekelas ku, nama nya Vian dan Adel!?" Ucap Ica memperkenalkan teman barunya.


Mereka semua pun saling bertukar nama menjabat tangan berkenalan, tapi hanya satu orang yang mengabaikannya iliran tangan dari Vian dan Adel. Dia adalah Rian yang mencoba menjaga harga diri seperti yang di lakukan ya kepada Adit saat pertama kali bertemu.


Bukan hanya itu alasan Rian mengabaikannya. Alasan lain dari Rian ialah Vian begitu rupawan dan berada di dekat dua gadis cantik. Berbeda dengan nya yang bersama dua pria aneh. Dua hantu dan hanya satu gadis.


Ica melihat kelakuan Rian terhadap teman baru nya memaklum kan nya dan menjelaskan kepada mereka berdua, Vian dan Adel untuk tidak tersinggung karena memang begitu sifat Rian.


Adi juga menambahkan, menjelaskan kalau Rian itu sebenarnya orang yang baik dan lucu. Begitu pula dengan Adit dan Nadin yang harus meminta maaf kepada mereka berdua atas prilakunya.


"Pulang nanti kita kumpul di warung bakso depan yah?, Aku ke ruang guru dulu!" Ucap Ica melangkah pergi dari sana.


Setelah Adit  merespon perkataan Ica,, Adit yang melihat Rian dan mengajaknya juga dan bertanya dimna rian tinggal, tapi Rian hanya terdiam dan kelihatan dari raut wajahnya, dia tidak ingin menjawabnya.


Setelah Prita meninggalkan ruangan itu, Rian yang memberitahukan soepada Adit yang melihat ekspresi indah sangat kesal. Karena Adit dan Nadin


Adit yang melihatnya hanya pasrah dan melihat indah seperti itu Tampa tahu apa penyebabnya, untung saja nenek Nadin datang dan memegangi indah, agar indah bisa menahan diri.


Adit dan Rian secara bersamaan terkejut melihat nenek Nadin datang untuk menghentikan indah.


Berbeda dengan Adit yang hanya terkejut dengan normal. Rian terkejut dan berteriak secara histeris.


Nenek Nadin hanya tersenyum mendengarnya, tapi Adi dan Nadin tmasi tidak paham dengan apa yang terjadi.


Karena penasaran Nadin bertanya tentang apa yang terjadi. Dan Rian menjawab dengan sponta kalau nenek Nadin ada di sana.' Adit pun lebih terkejut lagi mendengar perkataan Rian!.


"Apa kau tidak tahu nenek mu ada di sana?" Ucap Rian dengan histeris ketakutan.


"Ne … nek, ku,?" Jawab Nadin terkejut dan heran dengan perkataan Rian.


Rian tidak sadar dengan perkataannya tersebut. Setelah Adit melihat ke arahnya, Rian lantas menyadari kalau dia telah keceplosan.


Nadin dengan raut wajah yang kelihatan sedih, bertanya kepada Adit ,apakah itu benar dengan apa yang di katakan Rian barusan.


Dengan perkataan Rian barusan, itu bisa menjelaskan ucapan Adit saat mereka kehujanan pada malam itu.


Adit hanya mengangguk, dan meminta Nadin agar tidak bersedih, di lain sisi Adi yang mendengar itu merasa ketakutan dengan apa yang sudah terjadi kepada diri nya sebelumnya.


"Nenek mu berada di sana, dan menyuruh ku agar kau berhenti bersedih." Ucap Adit sembari memberitahukan posisi neneknya.


Itu bukan air mata kesedihan, itu adalah air mata kebahagiaan, karena Nadin berpikir kalau selama ini neneknya tetap ada bersamanya untuk menjaganya, dan mengucap kan terimah kasih kepada Adit, dan kembali tersenyum.


Sementara itu Adi yang gemetar ketakutan, memegangi Rian dengan erat dan butiran keringat muncul di wajahnya,


"Adit!? … Apakah ini berkaitan dengan kejadian tadi pagi saat aku memanggilmu di kamar mu? Tanya Adi gemetar.


"He he he!? … Kalau itu maaf kan aku, atas apa yang telah menimpa mu pagi tadi"kata Adit dengan senyum polosnya.


"Apakah dia sosok yang menyeramkan dan jahat?" Tanya Adi kembali.


"Tidak!? … Dia hanya gadis manis dan baik seusia kita, tenang saja. Tanya saja kepada Rian dia bisa melihatnya juga".


Adi yang memegangi tangan Rian menatapnya, Rian yang juga ketakukan kalau saja indah akan marah jika dia tidak menjawab sesuai perkataan Adit, dan akhirnya Rian mengangguk pertanda iya.


Walaupun sebenarnya dia ingin mengatakan, kalau saja dia tampak menakutkan dengan wajah pucatnya.


"Aku akan menganggapnya seperti itu karena kau yang bilang Adit!" Kata Adi perlahan melepas tangan Rian.


Indah juga mulai tampak csenamh karena Adit memujinya, Adi pun segera mengajak mereka untuk kembali ke kelas karena jam terakhir sebentar lagi di mulai.


Mereka pun keluar dari ruangan iks dan berjalan menuju kelasnya, dengan posisi Adi dan Rian berjalan di depan sedangkan Adit dan Nadin berada di belakangnya., Itu karena Rian terlalu takut untuk melihat indah dan nenek Nadin jika Rian berjalan di belakang mereka, walaupun sebenarnya dia ingin.


Sesampainya di ruang kelas, setelah memasukinya seleti ruangan yang berisikenjadi tenang, dan seluruh mata tertuju ke arah mereka.


Adit yang melihat tatapan mereka seperti itu hanya bisa tersenyum tidak enak dan melambaikan tangannya.


" Halo!?"