
Beberapa pengunjung toko pakaian yang berada di aana merasa seperti terjadi gempa yang melihat seluru benda yang berada di tempat itergetar seperti sedang gempa tapi merasa aneh karena pijaknn mereka tidak bergetar sama sekali.
"Ada apa ini!? Apa terjadi gempa?" Ucap salah satu pengunjung dengan sedikit panik.
Melihat benda-benda yang ada di sekitar Adit akan berhamburan karena Indah yang sudah hampir kehilangan kontrol atas kekuatannya dan tampak seperti tidak sadarkan diri, Adit segera melepas gelangnya dan memakaikannya ke pergelangan tangan Indah yang sudah hampir kehilangan kontrol yang bisa langsung mengacaukan tempat itu.
Kali ini Adit melakukannya dengan hati-hati tidak seperti sebelumnya yang langsung memeluknya yang itu bisa membuatnya terluka. Setelah gelang terpakai di pergelangan tangan Indah seketika itu juga Indah menjadi tenang kembali seperti seluruh energinya di serap habis ke dalam gelang dan seketika itu pula Indah langsung terjatuh tidak sadarkan diri.
Mereka pun segera keluar dari tempat itu dan bertemu dengan Rian dan Adi yang sudah menunggu mereka di luar dan segera pergi dari tempat itu. Adi merasa heran dengan apa yang terjadi di dalam sana karena sesaat Adi dan Rian yang menunggu di luar mendengar suara jeritan kepanikan dan pengunjung toko tersebut seperti sedang terjadi sesuatu.
Tanpa menjelaskan a0apun Ica dengan segera menyuruh mereka meninggalkan area di sekitar toko itu
Setelah cukup jauh Adi pun kembali bertanya mengenai apa yang terjadi kepada mereka saat di dalam toko pakaian wanita itu.
"Kenapa kita harus terburu-buru seperti ini menjauh dari tempat itu, apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Adi.
"Indah kembali kehilangan kendali atas dirinya, dan itu membuat benda-benda di sana berhamburan ," jawab Adit.
"Pantas saja aku mendengar mereka pengunjung di sana teriak kepanikan."
"Untungnya mereka berfikir kalau itu adalah gempa."
"Pantas saja beberapa orang yang berlarian keluar dari tempat itu berteriak mengatakan gempa."
Setelah mereka beristirahat sejenak mengatur napas mereka, Tika mengajak mereka keluar dari Mall tersebut. Dan mencari jajanan untuk mereka semua. Dan karena insiden tersebut mereka batal untuk mencoba wahana permainan yang ada di mall tersebut. Iitu mbuat Nadin sedikit bersedih karena lagi-lagi ia batal bermain di wahana tersebut, begitu pula dengan Adit yang sedang menggendong Indah di belakangnya.
Melihat Nadin yang bersedih Ica merangkulnya dan memberitahukannya untuk mencobanya di lain waktu bersama-sama, begitu pula dengan Tika yang berjanji akan mencobanya bersama lain waktu.
Mereka pun mencari tempat untuk beristirahat sejenak di salah satu tempat jajanan pinggir jalan, dan menikmati cemilan dan segelas minuman jus di sana sembari mengecek lagi apa semua yang mereka butuhkan sudah mereka beli dan tidak melupakan satu pun.
Tika yang sibuk dengan handphone nya sedang mengirim pesan kepada seseorang agar menjemputnya di persimpangan jalan yang tidak jauh dari hotel jotel milik Ayah Cok beberapa menit lagi.
Setelah semuanya sudah selesai, Tika dengan bersemangatnya mengajak mereka pergi menemui seseorang untuk ke tempat yang Tika janjikan sebelumnya. Sangking semangatnya Adit melihat Tika seperti Adi di wujud seorang gadis dengan tersenyum polos melihatnya. Adit pun kembali menggendong Indah yang duduk di sebelahnya dengan kepala yang keyendwr di pundak Adit.
Setelah berjalan beberapa lama mereka pun sampai di depan hotel milik ayah Coki dan melihat kagum terpesona dengan desain bangunannya dan sedikit mengintip dari pintu kaca yang terlihat di baliknya dengan interior yang sangat mewah dan berkelas.
"Wah… hotel ini sangat megah sekali?"
"Kapan-kapan aku ingin menginap di hotel ini, tapi pasti itu sangat mahal!"
Mereka sangat terpesona melihat hotel itu seakan-akan lampu yang berada di dalam hotel itu keluar memancar memper cantik bagian depan hotel tersebut.seteoah sedikit mengagumi dan terpesona mereka pun pergi karena seseorang telah menunggunya di persimpangan jalan di depan sana.
Di waktu yang sama Coki yang duduk di sofa loby hotel sangat bosan di buatnya menunggu Ayahnya dan itu membuatnya tampak semakin kesal karena kejadian sebelumnya di mana di melihat Adit dan teman-temannya di pusat kota barusan.
Seorang wanita berjalan menghampiri Coki dan Johan yang berada di dekatnya membawakan Segelas minuman dan beberapa Cemilan untuk Coki. Dari kejahuan Coki sudah melihat wanita itu yang datang menghampirinya dan sebelum wanita itu sampai Coki pun berdiri dan beranjak 0erfi dari tempat itu dan memilih untuk berjalan-jalan di kota sembari menunggu ayahnya.
Coki tau maksud tujuan dari wanita itu yang hanya bersikap baik kepadanya karena ingin mengambil keuntungan darinya untuk mendekati Ayahnya yang seorang pemilik hotel itu. Coki sudah merasakan perlakuan dari orang-orang di sekitarnya yang hanya mendekatinya hanyakarna Coki adalah anak dari pemilik hotel terbesar dan termewah di kota itu dan mengambil keuntungan mendekati Coki. Maka dari pada itu Coki segera pergi ketika melihat wanita yang membawakan segelas jus dan cemilan untuk dirinya.
Tanpa kata-kata untuk wanita tersebut yang telah membawakannya segelas jus dan cemilan, Coki beranjak pergi keluar dari loby hotel tidak lupa mengajak Johan yang menyempatkan diri mengambil sedikit cemilan di piring yang di bawah oleh wanita itu dan sembari pergi dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
Sesampainya di luar hotel, Coki melihat kelompok Adit dan teman-temannya yang baru saja akan meninggalkan tempat itu. Dengan nada yang agak kesal Coki pun kemamanggil mereka dengan tidak sopan.
"Woi anak-anak desa! Apa yang kalian lakukan di sini? Keberadaan kalian mengotori area hotel ini!"
"Ternyata kau di sini yah bocah kaya yang sombong!" Balas Tika dengan nada yang kurang sopan.
Ica dan Nadin berusaha untuk menenangkan Tika yang ikut terpancing emosinya karena perkataan Coki yang tidak sopan kepada mereka.
"Apa kau belum jerah juga setelah kami melaporkan perbuatan mu tadi saat di sekolah?"
Mendengar perkataan Tika mengenai kejadian saat di sekolah mengingatkannya kepad wajah Vian yang membuatnya sangat kesal. Coki pun marah dan minta Johan untuk menyakiti mereka dengan kemampuannya, tapi Johan menolaknya dengan mengatakan kalau dia tidak bisa melakukan itu dengan kemampuannya tersebut.
Mendengar penolakan dari Johan itu membuat Coki semakin kesal, dan mengatakan kepada Johan kalau dia tidak berguna dan mendorongnya sehingga cemilan yang di pegangnya harus terjatuh ke tanah.
Coki pun menuruni tangga kecil di depan hotel dan menuju ke arah mereka, tapi sebelum Coki sampai mendekati mereka seseorang dari belakang Adit dan teman-temanya menegur Coki untuk menghentikannya.
Adit dan yang lain berbalik setelah mendengar suara yang mereka kenal, suara itu dari Vian yang menyuruh Coki untuk berhenti. Vian berada di sana karena dia adalah orang yang membuat janji bersama Tika sebelumnya.