Ghost In Kos

Ghost In Kos
INDIGO



Mendengar pembicaraan mereka, seseorang tiba tiba masuk ke dalam ruang itu, dan mengatakan kalau dia tahu dan bisa menjelaskan semuanya kepada mereka,


Indah,Adit dan Rian seketika menoleh ke arah seseorang itu, Adit yang melihatnya terkejut dengan apa yang di lihatnya. Itu adalah guru yang bertugas di Ika untuk merawat mereka.


Adit langsung melontarkan pertanyaan kepadanya setelah apa yang di dengarkannya dari perkataan ibu guru tersebut.


"Apa ini juga seorang indigo?"


"Yah! … Seperti yang kau katakan, aku seorang indigo sama sepwrti nya." Jawab bu guru itu sambil menunjuk Rian.


"Berarti sejak tadi ibu menyadari kehadiran indah??" Lanjut Adit bertanya


"Tentu saja ibu sejak awal kalian berada di sini, ibu sudah mengetahuinya."


"Siapa ibu ini sebenarnya?." Tanya Rian.


Ibu guru itu hanya tersenyum kepada Rian, dan secara perlahan berjalan menghampiri indah.


Indah yang di hampiri oleh Bu guru itu hanya melihatnya bengong duduk terdiam.


Lalu kemudian ibu guru itu mengambil satu bangku dan meletakkannya di sebelah indah dan duduk berdampingan dengannya, dan mereka berdua saling bertatapan dan ibu guru itu tersenyum kepada indah.


Mereka melanjutkan percakapannya dan ibu guru itu memperkenalkan dirinya.


" Pertama Tama, nama ku Prita. Dan ini tahun kedua ku menjadi pengajar di sekolah ini!. Aku juga sama seperti anak itu, seorang indigo, yang dapat berinteraksi dengan mahluk mahluk tak kasat mata, yang tidak dapat di lihat oleh orang awam."


"Apakah ibu sama seperti ku?* Tanya Adit kepadanya.


"Mungkin itu terlihat sama tapi kita berbeda, aku dan anak itu memiliki aura yang sama. Berwarna biru ke ingin sedangkan kamu berbeda." Jawab Prita menjelaskan.


Adit yang baru saja menyadari tentang itu, teringat saat pertama kali melihat Rian auranya sedikit berbeda.


"Ehhhh!? … Bu, nama ku Rian Bu!" Dengan spontan Rian memperkenalkan namanya, karena tampak aneh jika orang lain berbicara kepadanya tapi tidak mengetahui namnya, begitu menurutnya.


Saat di pertengahan perbincangan mereka Prita tertawa, mendengar pernyataan Rian dan meminta maaf karenanya.


"Aku Adit Bu, dan gadis yang berada di sebelah inu itu namanya indah." Ucap Adit memperkenalkan dirinya dan indah.


Prita hanya tersenyum merespon perkataan Adit.


"Silahkan di lanjut Bu tadi penjelasannya" kata Adit mempersilahkan.


"Anak indigo mem punya kemampuan khusus yang berkaitan erat dengan dunia supranatural. Selain itu, mereka juga punya karakteristik yang unik dan kepekaan lebih terhadap lingkungan sekitar.” kata Prita menjelaskan.


"Menjadi seorang anak indigo, juga memiliki efek samping yang kadang mempengaruhi tubuh anak tersebut, efek nya bermacam macam dan terkadang mereka juga tidak memiliki efek samping sama sekali." Lanjut Prita menjelaskan.


"Aura kami pun berbeda dari kebanyakan mahluk. Aura kami biru keunguan, sedangkan gadin ini kuning kehijauan.dan Bahakan aura Adit pun berbeda, karena aura Adit berwarna putih cenderung ke biru." Melanjutkan perkataannya.


"Sedangkan untuk orang orang pada umumnya berwarna putih.* Tambahnya.


Mendengar penjelasan Prita Adit sedikit mengerti dengan kemampuannya dan orang orang di sekitarnya, dan sedikit mengingat apa yang telah bang Ari pernah katakan.


Prita juga menambahkan kalau ada beberapa orang lagi yang dapat berinteraksi dengan mahluk mahluk yang tak terlihat oleh mata orang biasa.


Prita juga menambahkan tentang warna aurah dari masing masing individu itu.


Salam benaknya, Adit tidak pernah mengetahui hal seperti itu, padahal di desanya sendiri penuh dengan hal hal gaib. Itu karena Adit terlalu takut untuk mempelajarinya Bahakan Adit selalu saja menghindarinya sewaktu Masi di desa.


Karena Rian juga penasaran tentang dirinya. Rian pun memberanikan dirinya untuk bertanya, karena sedari kecil tidak ada yang memberitahukannya dan mengajarinya,


Karena di lingkungan Rian sewaktu kecil dia d jahui dan di katakan aneh dan tidak sedikit anak anak seusianya pada saat itu takut kepadanya.


Bahkan pada awalnya pun para orang dewasa di sekitarnya sangat kagum dengan kemampuannya, tapi lama kelamaan mereka juga jadi risih dan takut. Karena Rian sering berbicara sendiri dan dianggap menakut nakuti orang karena memberitahukan kepada orang orang kalau dia sedang di ikuti hantu, itu lah sebab nya para anak anak seusiany dan para orang dewasa dulu tidak ingin berbicara dengannya.


"Apa efei samping dari anak indigo?" Tanya Rian kepada Prita.


"Kalau aku sendiri memiliki efek samping mudah ngantuk kalau terlalu lama berdekatan dengan mahluk mahluk gaib ini" jawab Prita dengan menguap.


Rian yang mendengar jawaban itu Masi berpikir apa yang aneh terhadap dirinya selama ini?


Peitapun menambahkan perkataannya setelah dia menguap.


"Berbeda dengan seorang indigo, Adit tidak memiliki efek samping apapun terhadap tubuhnya" ucap Prita melanjutkan perkataannya.


Adit yang baru sadar dengan perkataan Prita. Memikirkan kalau selama ini dia tidak pernah merasakan hal aneh pada dirinya.


San Prita menambahkan kalau saja ada berbagai macam orang di luar sana memiliki aura dan kemampuan yang berbeda.


Adit hanya terdiam mendengar penjelasan Prita. Tapi untuk saat ini mungkin Adit tidak ingin memikirkan orang orang yang memiliki kemampuan lainnya yang sudah di katakan Prita.


Terdengar suara langkah kaki yang berlari di lorong sekolah.aamar samar mendekati ruang UKS. Dan ternyata itu Adi yang datang menjenguk Adit dan Rian setelah mengetahui kalau mereka sudah siuman.


Di susul oleh Nadin di belakangnya yang terlihat kelelahan berlari mengikuti Adi.


"Karena teman kelas kalian sudah datang ibu akan ke ruang guru untuk membawa berkas" kata Prita kepada mereka.


"K … kamu tidak apa a … apa?" Tanya Nadin kepada Adit menghawatirkannta.


"Bagaimana kabar mu kawan?* Tanya Adi kepada Rian sembariwrangkul pundaknya.


"Kami baik baik saja kok, makasih perhatiannya dan maaf membuat kalian repot" kata Adit dengan menyesal.


Melihat Ica tidak ada Adit pun bertanya kepada Adi.


"Dimna Ica?"


"Dia ada di kelasnya, sepertinya dia sedang sibuk" jawab Adi.


Adit baru mengingat kalau saja Ica berbeda jurusan dengan mereka semua.


Nadin yang melihat Adit baik baik saja, langsung memberitahu kan kepada Adit kalau dia sudah mencatatkan pelajaran yang dia lewat kan pagi ini.


Adit terkejut karena Nadin yang mencatatkan mata pelajaran yang tertinggal, karena pikirnya kalau Adi yang akan melakukannya.


"Terimakasih atas bantuannya dan maaf sudah membuat mu repot" jawab Adit yang tersenyum kepada Nadin.


Nadin yang mendengar nya menjadi malu melihat Adit, tapi entah mengapa indah yang sedari tadi memperhatikan mereka. Merasa cemburu dengan nya.


"Oi! … Sepertinya saat ini kau dalam masalah!" Ucap Rian ketakutan kepada Adit yang melihat raut wajah indah menatapi mereka berdua Nadin dan Adit.


Adi dan Nadin hanya heran tentang apa yang di maksud oleh Rian kepada Adit. Adit yang mulai merasakannya melirik ke arah indah dan terkejut melihatnya., Dan berharap tidak terjadi hal buruk untuk ke sekian kalinya di hari yang sama.