
Beberapa menit yang lalu saat Vian mulai berangkat keluar rumahnya, dengan pakaian santai pada umumnya Vian berjalan keluar rumahnya dan mendapati Adel yang sudah menunggunya di depan pagar rumahnya. Vian yang tersenyum ramah menyapa kepada Adel yang di balas dengan sikap dingin darinya.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan!"
Dengan tersenyum canggung Vian menjawab, "apa maksud dari pertanyaanmu itu, aku tidak mengerti?"
"Aku tahu kamu akan kemana , jadi aku sudah bersiap intuk itu!"
"Ada apa dengan mu, bukannya hari ini kamu punya banyak pekerjaan?"
"Ya itu betul dan salah satunya itu adalah untuk menghentikannya pergi saat ini!"
"Apa yang kamu katakan? Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar mencari udara segar!"
…
Karena tidak percaya begitu saja dengan apa yang Vian katakan, Adel membiarkan Vian untuk melakukan apa yang dia mau seperti yang di kataknnya, tapi Adel dengan diam diam mengikutinya dari belakang dan tetap waspada agar Adel tidak ketahuan. Tapi sayang apa yang di lakukan Adel itu sia sia karena Vian sedari awal sudah menyadari apa yang akan Adel lakukan.
Perlahan demi perlahan Vian mempercepat langkahnya dan langsung segera berlari meninggalkan Adel yang membuntutinya secara diam diam. Terkejut dengan hal itu Adel langsung mengejarnya setelah tahu apa yang di lakukan Vian.
Vian yang berlari meninggalkan Adel tampak sangat senang dengan apa yang di lakukannya sementara itu Adel dengan fisik yang tidak seperti Vian sangat kewalahan di buatnya yang harus mengejar Vian yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Gawat aku kehilangan jejak!" Ucap Adel dengan nafas yang sudah lelah.
"Hahahaha, kalau seperti ini dia tidak sanggup lagi mengikutiku," ucap Vian tersenyum bahagia.
Adel yang tertinggal melewati jalan yang di salah satu rumah tampak sudah tidak berpenghuni dan suasana yang menyeramkan. Saat melewati kawasan rumah itu Adel merasa merinding dan tidak lama seseorang memanggilnya dari salam rumah itu meminta tolong tapi dengan nada gemetar menakutkan. Adel yang mendengarnya terdiam sejenak tapi dia tidak sanggup menengok untuk melihat siapa yang sedang memanggilnya meminta tolong. Merasa sudah mulai tidak nyaman Adel langsung berlari meninggalkan tempat itu dalam keadaan sedikit merinding.
Entah apa yang terjadi Adel sejauh apapun berlari dia tetap saja kembali di kawasan tempat rumah yang terbengkalai itu berada. Dan sekali lagi saat melewatinya dia tampak mendengar suara seseorang minta tolong dari dalam rumah itu. Adel yang tahu rumah itu sudah tidak berpenghuni lantas ketakutan dan berlari meninggalkan tempat itu.
Setiap kali Adel berusaha untuk pergi dari tempat itu tetap saja Adel kembali ke depan rumah yang terbengkalai itu. Adel sangat panik dan sudah merasa lelah dengan keadaannya saat ini dan dia pun berteriak memanggil nama Vian lalu kemudian pingsan saat itu juga
Di kos saat Vian tengah mengobrol dengan yang lainnya, terlintas perasaan cemas di hatinya karena Adel sampai saat itu tak kunjung menghubunginya dan belum terlihat untuk menyusulnya. Wajah cemasnya terlihat jelas di mata Adit dengan hati hati Adit mendekatinya dan mulai berbisik kepadanya untuk memastikan tidak terjadi hal buruk.
Adit berusaha agar yang lain tidak mendengarnya agar tidak menimbulkan kepanikan jika saja sesuatu hal buruk memang terjadi kepada Vian.
Adit dengan tersenyum ramah mengajaknya untuk menjauh dari yang lainnya dengan alasan jika ada sesuatu hal yang ingin Adit bicarakan bersama Vian. Meski pun Adit memberikan alasan seperti itu Ica dan Tika tidak langsung begitu saja mempercayainya karena Ica dan Tika tahu jika ada sesuatu yang Vian sembunyikan dari mereka tapi Ica dan Tika menyerahkannya kepada Adit.
"Apa yang terjadi? Dari tadi aku melihatmu tampak gelisah?"
"Aku sedang mengkhawatirkan Adel"
"Ada apa dengan Adel? Apa yang terjadi?"
"Sebenarnya aku berbohong kepada kalian, aku datang kemari tadinya bersama Adel yang diam-diam mengikutiku, tapi entah kenapa sudah hampir 30 menit dia belum juga kelihatan bahkan dia tidak menghubungiku sama sekali."
"Aku mencemaskannya, sepertinya aku akan mencarinya karena handphonenya juga tidak bisa ku hubungi!"
"Lebih baik kita segera mencarinya, aku khawatir kalau saja hal buruk terjadi padanya
"Baiklah"
Sebelum mereka pergi mencari Adel, Adit dan Vian berpamitan kepada yang lainnya dengan alasan ingin berjalan jalan sebentar dan Indah yang mengikutinya. Setelah Adit dan Vian pergi, dengan tiba-tiba Keluak yang berada di gendongan Nadin langsung melompat dan berlari mengejar Adit dan Vian yang sudah mulai menghilang dari pandangan. Nadin yang terkejut memanggilnya dan berusaha menangkapnya tapi Ica menahan Nadin dan mengatakan kalau Keluak akan naik baik saja.
"Biarkan saja, Keluak pasti baik-baik saja, dia kan kucing yang pintar."
"Entah apa yang terjadi, tapi belakangan ini Keluak sangat akrab dengan Adit." Ucap Adi sembari memakan cemilan setelahnya.
Setelah menjauh dari sekitaran kos Adit dan Vian dengan segera berlari untuk mencarinya dengan menulusuri di setiap jalanan yang di lalui Vian sebelum datang ke kos bambu,
"Kesini, aku tadi lewat jalan ini!"
Indah yang heran melihatereka terburu buru dan sedikit panik menanyakan apa yang terjadi kepada Adit. Adit yang menjawab pertanyaan Indah membuat Vian merasa aneh karena Adit berbicara sendiri di dekatnya. Vian yang merasa aneh melihat Adit langsung menanyakan dengan siapa dia berbicara, tapi Adit dengan spontan nya tanpa berfikir langsung saja menjawab kalau dia sedang berbicara dengan Indah.
Vian yang masi kebingungan dengan jawaban Adit , langsung memberitahukannya kalau saja tidak ada orang lain selain mereka berdua.
"Adit, apa yang kau maksud kita hanya berdua saat ini!?"
"Lupakan dulu hal itu, kita arus fokus mencari Adel, Habis ini kita ke mana?"
"Belok kiri!"
Sesaat sebelum mereka berbelok terdengar suara kucing dari arah belakang mereka dan Indah yang melihatnya menyuruh Adit untuk berhenti dan memberitahukannya jika Keluak sedang mengejar mereka.
"Adit, lihat itu Keluak!"
"Apa!"
"Apa yang kau maksud dengan Apa!?"
Keluak pun menghampiri Adit dan memberikannya arahan untuk mengikutinya. Adit langsung mengerti dengan petunjuk Keluak yang mencoba untuk membantu mereka untuk menemukan Adel. Berbalik dengan Vian yang tidak yakin dengan rencana Adit untuk mengikuti seekor kucing. Tapi tanpa membuang buang waktu Adit menyakinkan Vian untuk percaya dengan Keluak.
Keluak yang bergegas menunjukkan arah kepada mereka dengan Indah yang mengikutinya tepat di belakangnya beserta Adit dan Vian, yang masih belum percaya dengan apa yang di lakukan Adit untuk percaya dengan seekor kucing.
Setelah belikan berikutnya Indah yang pertama kali melihat seseorang yang tengah tergeletak di tengah jalan dan langsung memberitahukan Adit. Vian yang melihatnya terkejut, dan langsung segera menuju ke arah Adel dengan meneriaki namanya.
"ADEL!"